<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928</id><updated>2012-01-20T01:09:05.813+07:00</updated><category term='Coretan Opini'/><category term='Hikmah'/><category term='Humor'/><category term='Cerpen'/><category term='Lirik Lagu'/><category term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Welcome to Ucu Sofyan's Blog</title><subtitle type='html'>Anak Bangsa Pengrajin Kata</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-3962403985193400218</id><published>2011-11-21T08:39:00.000+07:00</published><updated>2011-11-21T08:39:07.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Surat untuk Kurnia Meiga, Egi, Tibo, dkk.</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.detik.com/content/2011/11/21/425/TanMalaka-isi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="http://images.detik.com/content/2011/11/21/425/TanMalaka-isi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jelang Final Sepak Bola Seag2011&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; -     Kepada semua punggawa timnas U-23,  ingatlah: sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka,  bertarunglah, menanglah, dan jadikan namamu abadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, sejarah  memang kerap tak adil bagi mereka yang kalah, mereka yang mungkin sudah  bertarung sekuatnya dan melawan dengan sebaik-baiknya. Tapi, apa boleh  bikin, begitulah tabiat sejarah: ia hanya mencatat para pemenang, hanya  mau mengabadikan para juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada yang berkata kemenangan  bukan segalanya. Ada juga yang bilang yang terpenting bermain dengan  indah dan bertanding dengan penuh kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan seperti  itu tak sepenuhnya salah. Tapi, Kawan, mungkin kau juga sudah sangat  tahu: Indonesia sudah terlalu sering kalah dan akhirnya terbiasa menjadi  pecundang. Sedihnya lagi, kekalahan yang datang seringkali bukan jenis  "kekalahan yang indah", tapi kekalahan yang sebenar-benarnya kekalahan:  kalah secara hasil, kalah secara permainan, dan tragisnya kadang  diselimuti bau gajah yang tak sedap .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun sudah  Indonesia berada dalam situasi seperti itu, 20 tahun sudah Indonesia tak  merasakan pengalaman menjadi juara. Indonesia&lt;br /&gt;hanya pernah mengendus  bau juaranya saja, tapi tak pernah benar-benar bisa merengkuhnya.  Setelah 1991, beberapa kali Indonesia "nyaris" jadi juara, tapi tak  lebih dari "nyaris", hanya "nyaris". Tidak di SEA Games, tidak di Piala  AFF/Tiger. Semua serba "nyaris".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terbiasa dengan "nyaris",  itu pula yang selalu diulang-ulang dan diceritakan: nyaris mengalahkan  Uni Soviet di Olimpiade 1956, nyaris lolos Olimpiade 1976, nyaris juara  Piala AFF, dan nyaris-nyaris yang lain. Karena terbiasa dengan "nyaris"  itu jugalah kita dilenakan oleh julukan-julukan yang simbolik saja:  (pernah jadi) Macan Asia, negara gila bola, dll., dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  itulah surat ini ingin berterus terang mengatakannya: Indonesia tak bisa  terjerembab lebih lama dan terperosok lebih dalam lagi. Indonesia butuh  sebuah pencapaian baru, sebuah tonggak, suatu milestone, yang dibangun  oleh tangan dan kaki dari generasi terbaru. Karena kita tak bisa lagi  terus menerus mengelap-elap peninggalan lama saat para jiran kita sudah  melaju dan memancangkan target-target baru yang lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa  boleh bikin! Beban itu kali ini memang ada di pundakmu. Ya, beban. Aku  harus berterus terang mengatakannya karena tak ingin  mengenteng-entengkan hanya sekadar untuk membesarkan hati. Lagi pula,  aku juga tak ingin berpura-pura, kami tak ingin berpura-pura: Indonesia  ingin gelar juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan itulah aku (mungkin juga  Indonesia) akan mengingat nama kalian, mengenang sampai lama, sampai  jauh di kemudian hari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah itu, Kawan, hari ini sudah di  depan ujung hidungmu. Hanya tinggal sejengkal lagi jaraknya dari  jangkauan kedua tanganmu. Apakah kau sudah bisa mulai mencium baunya?  Apakah kau sudah mulai dapat mengendus aromanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan yang  sudah amat dekat ini, peluang untuk diingat dan dikenang ini, mungkin  tak akan datang sebanyak dua kali. Generasi berikutnya mungkin akan  mendapat kesempatan serupa, tapi tak ada yang bisa menjamin kau akan  mendapatkan kesempatan seperti ini sekali lagi. Siapa tahu ini akan jadi  kesempatanmu satu-satunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, tentu kau tidak akan sudi menukar momen bersejarah ini dengan apa pun juga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  bertandinglah seakan-akan laga final SEA Games 2011 adalah pertandingan  terakhirmu. Menderita dan sekaratlah hanya untuk hari ini saja agar&lt;br /&gt;selanjutnya kau bisa menjalani sisa hidupmu sebagai seorang juara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung, ayo, Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah penyuka sejarah, penikmat sepakbola. Beredar di dunia maya dengan akun Twitter &lt;em&gt;@zenrs&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sumber: &lt;a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/11/21/081334/1771601/425/surat-untuk-kurnia-meiga-egi-tibo-dkk?b99110170" target="_blank"&gt;detiksport&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-3962403985193400218?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/3962403985193400218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/surat-untuk-kurnia-meiga-egi-tibo-dkk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3962403985193400218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3962403985193400218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/surat-untuk-kurnia-meiga-egi-tibo-dkk.html' title='Surat untuk Kurnia Meiga, Egi, Tibo, dkk.'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-3324811945163511109</id><published>2011-11-18T10:02:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T10:02:55.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Tuhanpun mengajak taruhan</title><content type='html'>&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, maukah kutunjukan kepadamu perniagaan yang menyelamatkanmu dari adzab yang pedih (10). Iman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Sungguh itu lebih baik untuk kalian jika kalian mengetahui (11)” (As-Shof)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spekulasi, secara general dapat diartikan proses menerka-nerka suatu hal didasarkan pada persepsi dan perhitungan. Dalam beberapa kasus, spekulasi banyak sekali dilakukan. Dan memang proses spekulasi ini didasarkan pada dua titik persoalan, negativisme dan positivisme. Spekulasi negative memang pada dasarnya lebih besar perbandingannya daripada spekulasi positive. Contoh kecilnya, ketika terjadi gerhana matahari di bulan ramadhan, spekulasi/perkiraan manusia banyak terjebak perspektif negative dengan menyatakan bahwa ini semua merupakan tanda-tanda yang dominant membawa ekses buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, merupakan bangsa yag kompleks dengan berbagai sudut pandang dalam menanggapi hal yang ada. Seperti pada pemilihan caleg ataupun presiden, selalu terdengar nyaring di teling kita istilah “prediksi”. Prediksi memang istilah yang santun, lain halnya dengan istilah spekulasi yang dominant digunakan untuk pengistilahan yang cenderung negative, seperti perjudian ataupun taruhan, padahal arti keduanya tidak jauh berbeda hanya didasarkan pada penggunaan kalimat saja. Sudut pandang manusia memang didasarkan pada sifat dasar manusia itu sendiri dan berdasarkan environmental relief. Lingkungan pedesaan tentu akan sangat berbeda cara pandangnya dengan perkotaan, pegungan akan berbeda dengan pedesaan. Namun perlu diingat, bahwa proses spekulasi, prediksi dan perspektif manusia memang sering meleset dari apa yang diperkirakan. Hal ini dikarenakan ada factor Tuhan. Manusia hanya diperintahkan untuk proses sedangkan Tuhanlah penentu dari kesemuanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Spekulasi Manusia Seringkali Meleset&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalah perjudian, sebuah peofesi yang penuh dengan spekulasi/prediksi. Proses menerka-nerka selalu menjadi dasar dalam penentu kekalahan ataupun kemenangan. Begitupun dengan pemilu (baik tingkat desa hingga Negara) selalu peruses spekulasi dikedepankan. Walaupun dengan perhitungan – perhitungan para ahli peneliti dari berbagai lembaga peneliti yang kian menjamur, namun tidak pernah seratus persen mencapai titik prediksi. Manusia memiliki limit/batas dalam segala hal. Walaupun dikaruniai akal fikiran, hanya saja beturan dengan kekuasaan Tuhan seringkali batas akal manusia terlihat dengan jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah spekulasi tersebut tidak menyalahi atau melangkahi kekuasaan Tuhan? Kesemuanya itu bedasar pada tingkat spekuatif yang dilakukan. Analogikan pada proses kehamilan seorang ibu, banyak sekali prediksi yang menyatakan bahwa anak yang kaan terlahir adalah wanita ataupun sebaliknya dan ada juga yang memperkirakan kembar. Walaupun alat untuk mendeteksi kelamin janin dalam kandungan semakin ditingkatkan kapabelitasnya, namun alat tetaplah alat yang akan mengalami depresiasi. Prediksi kelamin janin yang terekam alat dideteksi wanita, namun ada kalanya ketika terlahir kelaminnya pria. Apakah manusia melangkahi kekuasaan Tuhan dalam spekulasi kelamin janin? Kembali kepada pernyataan pendasaran tingkat spekulatif. Dalam kaidah islam, ada sifat jaiz (boleh) artinya Tuhan memang mempersilakan manusia untuk melakukan hal tertentu sepanjang masih dalam koridor yang tidak bertentangan dengan ketentuan. Ber-prediksi terhadap kelamin janin merupakan tingkat jaiz yang tidak bertentangan dengan koridor islam, artinya tidak menjadikan mansuia melangkahi kekuasaan Tuhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan prediksi yang menyalahi koridor keimanan dan aqidah. Hal ini bukan merupakan jaiz lagi bagi manusia, melainkan sudah melangkahi kekuasaan Allah dan dikatakan keliru jika melakukan hal tersebut. Misalnya dalam kasus kemana manusia akan tinggal setelah kehidupannya di dunia. Tentu jawabannya hanya ada dua, jika tidak surga tentunya neraka begitupun sebaliknya. Spekulasi/prediksi manusia perlu ditinjau ulang jika berani mengklaim bahwa manusia akan masuk surga/neraka. Karena manusia memang tidak memiliki hak untuk menentukan semua itu. Perlu diingat bahwa Jaiz-nya manusia akan dianggap tidak bertentangan dengan koridor aqidah sepanjang tidak melangkahi kekuasaan tuhan. Hingga jika ditarik kesimpulan hak jaiz manusia adalah berhak spekulatif/prediktif sepanjang koridor keimanan dan aqidah tidak terlanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mengajak spekulasi kepada makhluknya&lt;br /&gt;Differensiasi antara spekulasi manusia dengan tuhan adalah terletak pada hasil spekulasi. Sekedar penyegaran, bahwa spekulasi manusia yang berdasarkan environmental relief akan mengalami benturan dengan kekuasaan Tuhan, dalam artian apa yang diharapkan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Namun, jika tuhan yang mengajak spekulasi, maka prediksi dan signifikansi keberhasilannya mencapai seratus pesen atau tiada kemelesetan bagi-Nya. Kita tengok referensi umat islam (Al-Quran), banyak sekali ayat ayat yang mengajak manusia untuk bertaruh. Satu ayat referensial, kita ambil dari surat Al-Shof ayat 10-11. disana Allah mengajak taruhan kepada manusia dengan menyatakan “maukah aku tunjukan perniagaan yang menyelamatkan dari adzab yang sangat pedih (11)” Allah menyatakan dengan pertama, iman kepada Allah dan rasul-Nya, kedua, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Dan Allah memberikan pernyataan, jika itu semua dilakukan maka hal tersebut emberikan ekses baik yang mendorong manusia menuju keridhoan-Nya. Dzalikum khoirun lakum in kuntum ta’lamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retorika dan puitisnya Al-Quran memang tidak terbandingi oleh karya sastrawan ulung sekaliber Taufik Ismail ataupun kahlil gibran. Jika ditelaah lebih lanjut, kandungan ayat 10-11 dari surat Al-Ahof ini akan membutuhkan pembahasan yang sangat panjang. Namun hemat penulis, kita memandang generalnya telebih dahulu dari makna dan kandungan ayat tersebut. Menurut ayat 10-11 surat Al-Shof ini, jikalau manusia ingin berspekulasi perniagaan (At-Tijaroh) maka ada dua unsure yang akan mengantarkan manusia menuju gerbang keridhoan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Iman Kepada Allah. Dan rasulnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iman, generalisasi secara bahasa artinya percaya. Menurut istilah yang ditetapkan oleh sebagian para ulama, adalah menetapkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan melakukan dengan perbuatan. Pengertian ini pun memang masih ada kekurangan sebab perlu penjelasan yang lebih mendetailtentang makna keimanan itu sendiri. Namun, secara sederhana, iaman kepada Allah adalah mempercayai keberadaannya dengan percaya terhadap sifat wajib, mustahil dan jaiznya. Kemudian diikuti dengan ucapan lisan yakni syahadat dan disempurnakan dengan Takwa yakni menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang telah ditentukan oleh allah melalui ayatnya yang tersirat dan tersurat. Ayat Tersirat terdapat pada ciptaannya di semesta alam. Dan tersurat terdapat dalam Al-Quran. Dalam Al-Quran sudah pasti kita na’lum bahwa didalamnya terdapat semua peraturan yang mengatur segala aspek kehidupan. Sedangkan yang tersirat perlu pemahaman yang lebih agar tidak terjadi misunderstanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersirat dapat kita ambil contohnya dari penciptaan alam semesta. Tidak mungkin alam semesta ini tercipta beserta isinya tanpa ada penciptanya yang lebih hebat dari ciptaanya. Tentu hal ini harus menjadi suplemen keimanan agar kita dapat menjalankan salah satu syarat taruhan menuju keridhoan Allah menurut ayat 10-11 surat Al-Shof. &lt;br /&gt;Kemudian percaya terhadap rasul Allah. Yakni mempercayai jumlah rasul yang diutus dan 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil dan satu sifat jaiz bagi rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Factor yang ditawarkan Allah untuk mengajak spekulasi manusia adalah berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Jihad, bukan diartikan sempit dengan mengokang pedang dan membabat habis musuh. Jihad disini diartikan sangat luas, dan dengan factor harta dan jiwa. Satucontoh konkret berjihad dengan harta adalah wakaf tanah untuk masjid. Ataupula membangun yayasan bagi yatim piatu dan masih banyak sekali contoh jihad tersebut. Jihad dengan jiwa dapat dianalogikan memberikan karya fikiran bagi perkembangan kehidupan manusia, seperti membbuat penelitian ataupun mengarang buku yang didedikasikan perkembangan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga jika kedua factor telah dilakukan dengan penuh keikhlasan, maka spekulasi yang ditawarkan Allah akan menuju taraf signifikansi tepat. Pada akhirnya manusia tetap saja hanya memproses dan tuhanlah yang menentukannnya.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-3324811945163511109?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/3324811945163511109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/tuhanpun-mengajak-taruhan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3324811945163511109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3324811945163511109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/tuhanpun-mengajak-taruhan.html' title='Tuhanpun mengajak taruhan'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-7127481126389986390</id><published>2011-11-18T09:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T09:44:08.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Prinsip Dasar Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Islam sebagai agama yang diridhoi Allah SWT dan diajarluaskan melalui rasul terakhir Muhammad adalah sebagai penyempurna ajaran yang sudah ada sebelumnya. Dari kesekian agama yang diajarkan oleh nabi terdahulu mengenai ketauhidan (pegesaan Allah) kemudian disempuranakan oleh ajaran Muhammad SAW dengan membawa misi selain ketauhidan juga perbaikan system muamalah (hubungan antar manusia) agar terjalin hakikat Islam yang sesungguhnya. Pada awal penyebaran Islam, seringkali terjadi persinggungan – persinggungan karena kekeraskepalaan kaum Quraisy yang memegang teguh adat leluhurnya dan tidak mau menerima perubahan kearah yang lebih baik seperti yang dibawa oleh Muhammad SAW. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan era pasca kerasulan Muhammad, berlanjut kepada kepemimpinan khulafaurasyidin, hingga sekarang dipimpin oleh presiden (sebagaimana Indonesia) masih banyak terjadi persinggungan – persinggungan baik yang disengaja maupun tidak. Sebenarnya, system ketatanegaraan apapun yang dijalani sebuah bangsa tidak menjamin akan adanya perbaikan tatanan kehidupan yang lebih baik. Katakanlah system demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan dalam berpikir, berpendapat, beraksi dan mulai menghilangnya pengungkungan terhadap suatu hal, tentunya bukan pula sebuah jaminan memperbaiki pola dan tata kehidupan masyarakat tanpa adanya peran serta dari masayarakat itu sendiri. Artinya back to person (kembali kepada masing – masing individu)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita lihat pola kehidupan masyarakat Indonesia yang heterogen dan terbentuk dari ratusan suku dan bangsa, akhir – akhir ini seringkali terjadi pemaksaan suatu ideologi yang harus mendominasi ideology yang ada. Dalam hal lain lebih disebut kepada elektabilitas ideology. Meninjau pada internal Islam saja, dapat dipastikan pertentangan antar organisasi masyaraat lebih cenderung disebabkan karena adanya perebutan anggota. Seperti muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, seringkali terjadi dikalangan bawah (sector keluarga) terjadi name insult (penistaan nama baik) yang mengatakan bahwa organisasi keagamaan/kemasyarakatan tertentu sebagai paham agama baru yang mesti diberangus dan dieliminasi. &lt;br /&gt;Daripada itu semua, pertentangan yang terjadi antar manusia dengan manusia, berlanjut antar manusia dengan lingkungan dan bahkan antar manusia dengan tuhannya merupakan dinamika kehidupan. Visi utama terlahirkanya Muhammad ke dunia yang semrawut ini ialah untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak ini sangatlah luas cakupannya, akhlak bermuamalah antar manusia, akhlak manusia dengan tuhannya dan akhlak manusia terhadap lingkungan. Terlepas dari itu semua, penyusun akan membuat batasan pembahasan akhlak manusia dalam muamallah saja dengan sub tema: Kejujuran, Keadilan, Persamaan Derajat, Musyawarah, Toleransi, Tolong Menolong, Amar Ma’ruf Nahi Munkar&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kejujuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;kejujuran merupakan hal yang sangat fundamental dalam ajaran Islam. Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.&lt;br /&gt;Melalui buku The Speed of Trust, karya Stephen M.R. Covey, kita dapat menggali arti kejujuran. Kejujuran dalam bahasa inggris adalah HONESTY yang artinya ’telling the truth and leaving the right impression’. Jadi jika sekedar menyampaikan berita yang benar tapi dengan impresi yang salah, masih belum dikatakan sebagai jujur. Namun, lebih jauh, kejujuran yang dimaksud untuk meningkatkan kepercayaan (trust), honesty&amp;nbsp; saja tidak cukup, namun dibutuhkan yang lebih dari sekedar honest, yaitu dibutuhkan INTEGRITY. Untuk integrity dibutuhkan CONGRUENCE, HUMILITY&amp;nbsp; dan COURAGE.&lt;br /&gt;Congruence dapat diartikan memiliki kesamaan dari luar maupun dari dalam (the same inside and out – not compliance). Jadi pribadi orang tersebut tidak ada yang disembunyikan, karakter melekat dengan sifatnya. Humility ditekankan sebagai humble person, atau orang yang bersahaja. Stephen M.R. Covey mengungkapkan:&lt;br /&gt;“A Humble Person is more concerned about what is right than about being right, about acting on good ideas than having ideas, about embracing new truth than defending outdated position, about building the team than exalting self, about recognizing contribution than being recignized for making it.”&lt;br /&gt;Courage artinya memiliki keberanian untuk mengungkapkan kebenaran. Courage sangat penting dalam menumbuhkan integrity, sebagaimana Winston Churchill pernah berkata: “Courage is the first of the human qualities becouse it is a quality which guarantees all the others.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keadilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" . Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" . Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Persamaan Derajat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran sejarah menunjukkan bahwa pemujaan atau pengkultusan individu seperti terhadap Firaun, membuat yang bersangkutan lupa diri. Bahkan Firaun menganggap dirinya sebagai Tuhan, sehingga itu membuatnya jatuh. Dalam Islam, semua yang namanya manusia adalah sama. Yang pernah lahir, pasti merasakan mati. Tidak ada satu-pun yang memiliki posisi lebih tinggi dari yang lainnya. Semua sama : manusia.&lt;br /&gt;Jika kita melihat aturan di atas, maka persamaan derajat dalam Islam adalah yang paling adil. Semua dipandang sama. Tak ada yang berbeda. Apakah dia orang Eropa, Asia, Amerika, atau Africa.&amp;nbsp; Semua hanya boleh bertindak sesuai posisinya sebagai manusia. Ketentuan inilah yang menyebabkan perjuangan kemerdekaan Indonesia selalu dimotori oleh orang-orang alim ( ulama )&lt;br /&gt;Sedangkan untuk kawasan dunia international, di saat ketentuan ini mulai&amp;nbsp; melemah, maka saat itu mulailah dunia memasuki era imperialisme. Mulai dibentuklah suatu kondisi yang mengacu pada suatu arah :&amp;nbsp; bangsa kulit putih, lebih baik dari bangsa lain. Saat itu, semua lupa bahwa semua manusia adalah sama. Bahkan untuk seorang nabi-pun, dia harus bekerja untuk kehidupannya sendiri. Dan dia tetap manusia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Musyawarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah adalah proses deliberasi atau berembuk yang mempertimbangkan semua sisi dari sebuah isu.Musyawarah merupakan salah satu asas dasar negara Indonesia yang membedakannya dari negara-negara lain. Musyarawah tercantum di dalam sila keempat dari Pancasila. Musyawarah untuk mufakat pada dasarnya merupakan kesepahaman atau kata sepakat antara pihak-pihak yang berbeda pendapat sehingga pemungutan suara&amp;nbsp; dapat dihindarkan dan diharapkan semua pihak yang berbeda pendapat dapat menemukan keputusan tunggal.&lt;br /&gt;Musyawarah sering ditampilkan sebagai alternatif dari "pengambilan suara" atau "voting". Penggunaan sistem pemungutan suara ditakutkan oleh bapak-bapak bangsa akan menimbulkan penindasan oleh mayoritas baik oleh suku, agama, kepercayaan, bahasa, dll. dan menimbulkan perselisihan negara dan tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;Musyawarah adalah suatu kelaziman fitrah manusia dan termasuk tuntuntan stabilitas suatu masyarakat. Musyawarah bukanlah tujuan pada asalnya, tetapi disyariatkan dalam agama Islam untuk mewujudkan keadilan diantara manusia, dan juga untuk memilih perkara yang paling baik bagi mereka, sebagai perwujudan tujuan-tujuan syari’at dan hukum-hukumnya, oleh karena itu musyawarah adalah salah satu cabang dari cabang-cabang syari’at agama, mengikuti serta tunduk pada dasar-dasar syari’at agama.&lt;br /&gt;Dan sungguh kami telah melihat bahwa terdapat dalam dua ayat yang mulia berkenaan dengan masalah musyawarah.&lt;br /&gt;Pertama : Tentang Kewajiban Kepala Pemerintahan Untuk Bermusyawarah “Artinya : Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya” [Ali-Imran : 159]&lt;br /&gt;Kedua : Dalam Mensifati Berbagai Kondisi Kaum Muslimin Secara Umum Yang Senantiasa Bermusyawarah “Artinya : Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka” [Asy-Syuura : 38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Toleransi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya&amp;nbsp; dan agama&amp;nbsp; yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi&amp;nbsp; terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.&lt;br /&gt;Toleransi sebagai sebuah konsep ideal dalam berkehidupan bermasyarakat, bangsa, dan negara, sayangnya lebih terkesan sebagai sebuah konsep formalitas belaka, yang selalu dihadirkan dalam setiap kurikulum studi kewarganegaraan maupun studi Pancasila.&lt;br /&gt;Sehingga, kita hanya mengetahui belaka tanpa bisa memahami lebih dalam dan menginternalisasi nilai-nilai toleransi dalam kehidupan nyata. Mungkin ini terlihat pesimistis, tapi kenyataan membuktikan, sudah terlalu banyak kasus-kasus baik kekerasan fisik maupun non fisik yang terjadi karena sikap intoleransi kelompok-kelompok yang berbeda etnis, agama, ideologi dan berbagai macam perbedaan lainnya. Tak jarang pula ratusan bahkan ribuan nyawa melayang, yang sebagian besar disebabkan oleh sikap tidak tolerannya berbagai kelompok yang berbeda.&lt;br /&gt;Terminologi toleransi secara umum diartikan sebagai sebuah term atau istilah dalam konteks sosial, budaya, dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Toleransi juga biasanya diartikan sebagai sikap, perilaku, atau perbuatan yang menerima, mengakui, dan/atau mengenal segala perbedaan yang eksis dalam berbagai kelompok yang majemuk/plural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tolong Menolong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;”Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras dalam hukuman-Nya.” Melalui ayat ini Allah swt. menyuruh umat manusia untuk saling membantu, tolong menolong dalam mengerjakan kabaikan/kebajikan dan ketaqwaan. Sebaliknya Allah melarang kita untuk saling menolong dalam melakukan perbuatan dosa dan pelanggaran.&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial, manusia tak bisa hidup sendirian. Meski segalanya ia miliki: harta benda yang berlimpah sehingga setiap apa yang ia mau dengan mudah&amp;nbsp; dapat terpenuhi, tetapi jika ia hidup sendirian tanpa orang lain yang menemani tentu akan kesepian pula. Kebahagiaan pun mungkin tak pernah ia rasakan.&lt;br /&gt;Lihat saja betapa merananya (nabi) Adam ketika tinggal di surga. Segala kebutuhan yang ia perlukan disediakan oleh Tuhan. Apa yang ia mau, saat itu juga dapat dinikmatinya. Tetapi lantaran ia tinggal sendirian di sana , ia merasa kesepian. Segala yang di sediakan oleh Sang Pencipta bak terasa hampa menikmatinya. Dalam kesendirian yang diselimuti rasa kesepian itu Adam berdo’a pada Tuhan agar diberikan seorang teman. Allah pun mengabulkannya. Maka sebagaimana diceritakan dalam al-Qur’an, Allah pun menciptakan Hawa (Eva dalam Al-Kitab) untuk menemani Adam.&lt;br /&gt;Sebagai makhluk social pula manusia membutuhkan orang lain. Tak hanya sebagai teman dalam kesendirian, tetapi juga partner dalam melakukan sesuatu. Entah itu aktivitas ekonomi, social, budaya, politik maupun amal perbuatan yang terkait dengan ibadah kepada Tuhan. Di sinilah tercipta hubungan untuk saling tolong menolong antara manusia satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orangpun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang.&lt;br /&gt;Dengan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain. Juga dengan mau menolong orang lain, pasti ada orang yang mau menolong kita, berlaku hukum sebab akibat, jika kita menolong A belum tentu A yang akan menolong kita, bisa saja B yang menolong kita.&lt;br /&gt;Kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Amar Ma’ruf Nahi Munkar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Amar ma'ruf nahi munkar, (al`amru bil-ma'ruf wannahyu'anil-mun'kar) adalah sebuah frase dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah intensi untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Kata Makruf dan Munkar adalah dua mafhum yang saling bertentangan. Secara etimologis, Makruf berarti yang sudah jelas dan munkar adalah yang belum jelas dan secara istilah Makruf&amp;nbsp; adalah perbuatan baik dan Munkar adalah perbuatan buruk menurut nalar akal dan hukum syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Oleh karena itu, makruf dan munkar memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya terbatas pada urusan ibadah saja, akan tetapi mencakup urusan akidah, akhlak, ibadah, hak-hak manusia, ekonomi, militer, dan urusan budaya. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa makruf dan munkar dapat digambarkan sebagai perbuatan mulia dan tercela.&lt;br /&gt;Karena pelaksanaan amar makruf dan nahi munkar adalah sebuah kewajiban dan mencukup semua dimensi agama maka, para pelakunya harus mengetahui beberapa hal dibawah ini :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pelaku pelaksana amar makruf dan nahi munkar harus mengetahui bahwa melaksanakan perbuatan itu adalah sebuah kewajiban syar’I. Barang siapa yang tidak memiliki ilmu tentang hal itu, maka amar makruf dan nahi munkar tidak wajib baginya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaknya amar atau nahi yang dilakukan memiliki nilai dan pengaruh bagi orang lain [sipendosa]. Oleh karena itu jika sang pelaku amar makruf dan nahi munkar tidak yakin usahanya akan mempunyai nilai dan berpengaruh, maka melaksanakan amar makruf dan nahi munkar tidak wajib baginya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika pelaku amar makruf dan nahi munkar mengetahui bahwa orang yang di makrufi [pelaku dosa] tersebut akan terus melakukan perbuatan dosa, atau jika ia tahu dengan pasti bahwa orang tersebut tidak akan meninggalkan perbuatan dosanya, maka amar makruf dan nahi munkar tidak wajib baginya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaknya pelaksaan Amar makruf dan nahi munkar tidak berbahaya bagi dirinya, atau keluarganya atau bagi saudara seagamanya. Kecuali jika pendosa itu berusaha untuk melenyapkan akidah, hukum Islam dan ideologi Islam, maka yang seperti ini meskipun melaksakan amar ma’ruf adalah kewajiban kifai maka, melaksanakan amar makruf dan nahi munkar dalam hal ini adalah wajib. Meskipun itu berbahaya bagi dirinya dan keluarganya. Contoh jelasnya adalah demi terjaganya Islam dan syiar Islam, tenjaganya keselamatan jiwa dan keluarga muslimin. Oleh karena itu, jika syiar-syiar Islami atau jiwa sekelompok muslim berada dalam bahaya dan terancam, maka disini harus diperhatikan mana letak urusan yang penting dan yang lebih penting (aham dan muhim). Kewajiban amar makruf dan nahi munkar tidak akan gugur bagi yang lainya hanya dengan melihat adanya bahaya bagi sang pelaku amar makruf dan nahi munkar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahapan-tahapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cara paling awal dan paling berpengaruh dalam mengajak orang lain dalam amal kebajikan dan menghindari kemunkaran adalah si pelaku hendaknya menghiasi setiap perbuatannya dengan ketakwaan dan akhlak mulia. Dalam hal ini, Shahib Jawahir, salah satu fuqaha Syiah menuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Benar, pelaku amar makruf dan nahi yang paling utama dan yag paling berpengaruh adalah para pembesar agama yang memakai pakaian kebajikan, lebih dahulu melaksanakan amalan wajib dan mustahab, menjauhkan perbuatan buruk dari dirinya, menghiasi dirinya dengan akhlak mulia dan menjauhkan dirinya dari akhlak buruk. Inilah yang akan menjadi penyebab utama sehingga masyarakat mengarah pada perbuatan makruf dan menghindari perbuatan munkar”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-7127481126389986390?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/7127481126389986390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/prinsip-dasar-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7127481126389986390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7127481126389986390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/prinsip-dasar-islam.html' title='Prinsip Dasar Islam'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-3577042567576043226</id><published>2011-11-18T09:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T09:19:37.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Jangan Terburu - Buru Memutuskan Perkara</title><content type='html'>Suatu ketika Abu Nawas datang ke hadapan Amirul Mukminin, seraya membawa kendi yang biasa digunakan untuk menyimpan khamr (arak/minuman keras). Melihat hal ini, Amirul Mu'minin berseru kepada pengawalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cepat cambuk Abu Nawas sebagaimana orang yang telah minum khamr."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas protes berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaa Amirul Mu'minin, mengapa saya dihukum cambuk, padahal saya tidak minum khamr?" protes Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu karena kamu membawa kendi yang biasa digunakan untuk minum khamr," jawab Amirul Mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika memang demikian, maka hukum saya dengan hukuman cambuk sebagaimana orang berzina," sahut Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa demikian," tanya Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena saya juga membawa 'alat' yang biasa digunakan untuk berzina," jawab Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban Abu Nawas, khalifah tertawa...lalu membebaskan Abu Nawas dari segala hukuman dan memberikan uang sebagai hadiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7215481" target="_blank"&gt;Lounge Kaskus&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-3577042567576043226?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/3577042567576043226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/jangan-terburu-buru-memutuskan-perkara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3577042567576043226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3577042567576043226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/jangan-terburu-buru-memutuskan-perkara.html' title='Jangan Terburu - Buru Memutuskan Perkara'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-7653133973416977692</id><published>2011-11-17T20:19:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T20:21:58.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Status - Status Lucu Jejaring Sosial</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lebih baik diam dan keliatan bego daripada ngomong dan begonya keluar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenapa Indonesia hanya memilih 3 calon untuk jadi presiden tapi harus 50 calon untuk jadi Miss Indonesia?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya berhasil menyelesaikan puzzle hanya dalam waktu 6 bulan! Padahal di kotak tertulis untuk 5 - 8 tahun!!!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau kalian meminjamkan uang Rp 150.000,- kepada seseorang dan cuma karena duit segitu dia ngilang, well..saya rasa harga segitu gak kemahalan deh...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di saat kau senang tak ada yang tau senyummu, di saat kau sedih tak ada yang menyadari air matamu, baru di saat kau kentut semua melihat ke arahmu...MENYEDIHKAN SEKALI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumeng : "No,tadi cewe yang tokednya gede banget kok bisa negor lo? Dia ngomong apa ama lo?" Tarno : - "Iya ya...dia ngomong apa ama gua ya? gua lupa"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kata orang wajah ganteng saya asalnya dari papa........papa saya dokter operasi plastik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih baik telat daripada telat banget&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bapak : "Bu...kita coba bercinta seperti waktu dulu yuk" Ibu : "Boleh, 250.000 plus tip ya"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;CINTA (LOVE) : keadaan dimana setelah orgasme, Anda menatap pasangan Anda dan tetap menyukainya serta tidak ingin mengusirnya jauh-jauh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada tips menarik untuk wanita-wanita modern masa kini yang harus memiliki mobilitas tinggi . Ada cara cepat untuk menyamarkan rambut kalian yang sedang jelek atau berantakan bila kalian harus bertemu muka dengan seseorang yang penting. Yaitu, cukup dengan memamerkan belahan dadamu saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Sedari tadi apa sih, yang kau pelototi?" "Akte Nikah" "Apa yang kau cari?" "Kapan masa berlakunya berakhir?"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suatu hari, di restoran tiongkok, seorang pria bertanya kepada pelayan." Babi ada?" ada pak...."anjing ada?" ada pak "ular ada?" ada pak..."monyet ada?" ada pak..."Suruh keluar semua, saya mau makan"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A :Kamu sudah putus sama si Yanti ya? B :Iya nih, dia memutuskan hubungan kami. A :Mestinya kamu cerita soal bapakmu yang kaya raya B :Memang aku cerita. Sekarang Yanti jadi Ibuku yg baru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melihat pemakaian air yang tidak perlu dan berlebihan secara terus menerus dari tahun ke tahun, diperkirakan pada tahun 2019 negara kita akan mengalami krisis air yang hebat. Untuk itu marilah kita mengambil gerakan menghemat air dengan cara selalu mandi berdua di bawah shower dengan kekasih kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Tampang berondong, dompet Om-om"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa gak ya nanam pohon ganja di farmville terus jual ke mafia wars?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abis nonton film animasi tengah malam SPONGE DONG&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidup seperti mario bros,musti bantai banyak naga buat dapetin tuan putri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa perbedaan masalah dan bakat? 2 cowok mencintai 1 cewek = masalah, 2 cewek mencintai 1 cowok = bakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sejelek-jeleknya seorang cowok, tetap saja ia mencari wanita yang tercantik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tips paling penting dalam percintaan, biar tidak ditolak terus sama cewe2 dan enteng jodoh : MUKALU JANGAN JELEK&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cowo mungkin suka main gila sepanjang hari, tapi pada akhirnya, ia hanya akan memikirkan wanita yang paling disayanginya sebelum tidur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The world much easier when apple and blackberry were still a fruit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat sedang tidur pulas berdua,tiba2 si cewe mengigau... cewe: Say!! Bangun Say... Suamiku sudah pulang!!! si cowo dengan sigap langsung lompat keluar jendela. Begitu jatuh ia baru sadar : Sial!!! kan gue suaminya...!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingin ku memelukmu dengan hangat saat ini juga, membelai dengan lembut wajahmu, menggenggam erat tanganmu, mengecup keningmu, menyentuhkan bibirku ditelingamu sambil berbisik, inalilahi wainalilahi rojiun&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4222030" target="_blank"&gt;Kaskus&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-7653133973416977692?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/7653133973416977692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/status-status-lucu-jejaring-sosial.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7653133973416977692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7653133973416977692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/status-status-lucu-jejaring-sosial.html' title='Status - Status Lucu Jejaring Sosial'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-8517147053895722350</id><published>2011-11-16T18:26:00.005+07:00</published><updated>2011-11-16T18:35:04.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Pernikahan Agung</title><content type='html'>Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Eddy 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari pak Eddy memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak Eddy tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.&lt;br /&gt;Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak Eddy sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak Eddy lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak Eddy memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak………bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. kapan bapak menikmati masa tua bapak* dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Eddy menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka…” “Anak2ku ……… Jikalau perkawinan &amp;amp; hidup didunia ini hanya untuk nafsu mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.&lt;br /&gt;Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.” Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Eddy merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah akhirnya pak Eddy diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Eddy kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Eddy bercerita. “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya… sehatpun belum tentu saya mencari&lt;br /&gt;penggantinya apalagi dia sakit,,,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/muayied-mujahid/pernikahan-agung/10150393991830073" style="color: red;" target="_blank"&gt;Note Facebook Teman&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-8517147053895722350?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/8517147053895722350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/pernikahan-agung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8517147053895722350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8517147053895722350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/pernikahan-agung.html' title='Pernikahan Agung'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-7225681939589835791</id><published>2011-11-16T08:30:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Always you Lyric</title><content type='html'>Went from the east to west&lt;br /&gt;With stories to erase&lt;br /&gt;From my heart, my fingers my face&lt;br /&gt;I’ve tried my very best&lt;br /&gt;No matter wherever  I am&lt;br /&gt;There’s nothing I can do&lt;br /&gt;Cause my love has only one name&lt;br /&gt;And it’s you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I believe that some things are destined&lt;br /&gt;They’re meant to happen&lt;br /&gt;I believe that my heart had choosen&lt;br /&gt;The one in a million&lt;br /&gt;I’ve opened all doors and all access&lt;br /&gt;For you to get into&lt;br /&gt;Now this heart is cold and ist homeless&lt;br /&gt;Because of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memories forced me to remember&lt;br /&gt;To safe love from anger&lt;br /&gt;I can’t stop myself but to wonder&lt;br /&gt;Wished i had been better&lt;br /&gt;Counting the time that I’ve wasted&lt;br /&gt;Over someone new&lt;br /&gt;Cause one thing that I ever wanted&lt;br /&gt;Is only you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s only a matter of time&lt;br /&gt;I know soon I will find&lt;br /&gt;That feeling so close to devine&lt;br /&gt;Someone I can call mine&lt;br /&gt;But silence is pounding in my head&lt;br /&gt;Hit me through and through&lt;br /&gt;What everything fails to forget&lt;br /&gt;Is always you&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-7225681939589835791?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/7225681939589835791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-always-you-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7225681939589835791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7225681939589835791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-always-you-lyric.html' title='Anggun - Always you Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-7596399705173525319</id><published>2011-11-16T08:29:00.004+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Count Me Lyric</title><content type='html'>There are times when the sun warms&lt;br /&gt;And the times when the heat of it seems not enough, for you&lt;br /&gt;There are days when your heart laughs&lt;br /&gt;And the days when the weight of the burden you have, breaks you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you ever feel alone on those days&lt;br /&gt;Or when you feel astray&lt;br /&gt;Know that you can always&lt;br /&gt;Count on me&lt;br /&gt;Count on me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When your mind is filled with doubts&lt;br /&gt;And there’s nothing but heartache that’s hanging around, with you&lt;br /&gt;When you’re running in circle&lt;br /&gt;And you think that all hope is gone there’s nothing left, for you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you ever feel afraid on those days&lt;br /&gt;Suddenly feel dismayed&lt;br /&gt;Know that you can always&lt;br /&gt;Count on me&lt;br /&gt;Count on me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes we rise and we fall&lt;br /&gt;Sometimes it’s hard to stand tall &lt;br /&gt;Maybe it’s nothing but it’s true&lt;br /&gt;That I will be here&lt;br /&gt;Yes I will be her&lt;br /&gt;There are times when the sun warms&lt;br /&gt;And the times when the heat of it seems not enough, for you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you ever have one of those days&lt;br /&gt;When all you see is grey&lt;br /&gt;Be sure you can always&lt;br /&gt;Count on me&lt;br /&gt;Count on me&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-7596399705173525319?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/7596399705173525319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-count-me-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7596399705173525319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7596399705173525319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-count-me-lyric.html' title='Anggun - Count Me Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-7884201933459850880</id><published>2011-11-16T08:29:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Only Love Lyric</title><content type='html'>everyone playing roles each day and night&lt;br /&gt;searching for a missing piece&lt;br /&gt;time can always tell the truth&lt;br /&gt;and mask the face of a lonely heart&lt;br /&gt;thinking eyes wonder what they really see&lt;br /&gt;dreams of gold or glory?&lt;br /&gt;something out there to believe&lt;br /&gt;to tell the tale through the night&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;all i’m looking for is only love&lt;br /&gt;there is only love that i need&lt;br /&gt;what i’m looking for is only love&lt;br /&gt;there is only love that i seek&lt;br /&gt;nothing is worth fighting only love&lt;br /&gt;there is only love that makes me bleed&lt;br /&gt;nothing is worth living only love&lt;br /&gt;there is only love that makes me breath&lt;br /&gt;wondering and like everybody else&lt;br /&gt;visualizing a sign&lt;br /&gt;trials and errors still abide&lt;br /&gt;just hope that it won’t hurt too bad&lt;br /&gt;wait and see feed this patience on my mind&lt;br /&gt;leave it there until he comes&lt;br /&gt;cause someone’s out there i believe&lt;br /&gt;has a missing piece of my heart&lt;br /&gt;repeat reff &lt;br /&gt;makes me breath [2x]&lt;br /&gt;it’s only love&lt;br /&gt;there’s only love [2x]&lt;br /&gt;repeat reff&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-7884201933459850880?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/7884201933459850880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-only-love-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7884201933459850880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7884201933459850880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-only-love-lyric.html' title='Anggun - Only Love Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-6719339619802671832</id><published>2011-11-16T08:28:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Berkilaulah Lyric</title><content type='html'>dalamnya hati siapa yang tahu&lt;br /&gt;bahagiakah atau terbelenggu&lt;br /&gt;lupakan duka satu persatu&lt;br /&gt;percayakan diri dalam waktu selalu&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;berkilaulah tersenyumlah&lt;br /&gt;sambut pagi yang cerah&lt;br /&gt;berkilaulah bersyukurlah&lt;br /&gt;semua pasti kan indah&lt;br /&gt;cobaan selalu datang dan pergi&lt;br /&gt;memberi ketegaran di diri&lt;br /&gt;jangan ternoda hati yang suci&lt;br /&gt;berdoalah dan tanpa berhenti nanti&lt;br /&gt;reff2:&lt;br /&gt;berkilaulah tersenyumlah&lt;br /&gt;sambut pagi yang cerah&lt;br /&gt;berkilaulah jangan gundah&lt;br /&gt;hidup kan semakin indah&lt;br /&gt;reff3:&lt;br /&gt;berkilaulah tersenyumlah&lt;br /&gt;sambut pagi yang cerah&lt;br /&gt;berkilaulah percayalah&lt;br /&gt;hidup kan semakin indah&lt;br /&gt;hidup kan semakin indah&lt;br /&gt;hidup kan semakin indah&lt;br /&gt;hidup kan semakin indah&lt;br /&gt;berkilaulah percayalah&lt;br /&gt;hidup kan semakin indah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-6719339619802671832?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/6719339619802671832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-berkilaulah-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6719339619802671832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6719339619802671832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-berkilaulah-lyric.html' title='Anggun - Berkilaulah Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-3923402522429233622</id><published>2011-11-16T08:28:00.000+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Silent Vow Lyric</title><content type='html'>i can take a deep breath&lt;br /&gt;always lean on my faith&lt;br /&gt;when hurt overcomes&lt;br /&gt;i can hide my teardrops&lt;br /&gt;fake a laugh till i stop&lt;br /&gt;feel the pain inside&lt;br /&gt;i can put in a smile&lt;br /&gt;ditch the truth for a while&lt;br /&gt;until it expires&lt;br /&gt;i can take it easy&lt;br /&gt;abandon my gravity&lt;br /&gt;as long as they can’t see&lt;br /&gt;i have learned that a lie&lt;br /&gt;is another way to survive&lt;br /&gt;secrets solidified&lt;br /&gt;i have learned that a lie&lt;br /&gt;this prison of mine&lt;br /&gt;is nothing but a silent vow&lt;br /&gt;so hush…&lt;br /&gt;all i ever wanted&lt;br /&gt;elegantly wasted&lt;br /&gt;vanished in my mouth &lt;br /&gt;sparks of light for rescue&lt;br /&gt;when i think about you&lt;br /&gt;makes me dare to try&lt;br /&gt;i have learned that a lie&lt;br /&gt;it’s somehow my way to survive&lt;br /&gt;secrets solidified&lt;br /&gt;i have learned that a lie&lt;br /&gt;it’s such a wrong way to survive&lt;br /&gt;feeling undignified&lt;br /&gt;wouldn’t you please free me from&lt;br /&gt;this prison of mine&lt;br /&gt;help me break this silent vow&lt;br /&gt;cause i have something to tell&lt;br /&gt;but hush…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-3923402522429233622?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/3923402522429233622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-silent-vow-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3923402522429233622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3923402522429233622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-silent-vow-lyric.html' title='Anggun - Silent Vow Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-538778131032770801</id><published>2011-11-16T08:27:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Year Of The Snake Lyric</title><content type='html'>* never into predictions&lt;br /&gt;don’t trust the weatherman&lt;br /&gt;everything gets my emotions&lt;br /&gt;go up or down the drain&lt;br /&gt;hidden stories to be told&lt;br /&gt;these lines in our hands&lt;br /&gt;if everything’s already written&lt;br /&gt;don’t tell me how it ends&lt;br /&gt;** faces come and then they go&lt;br /&gt;leaving scars or smiles&lt;br /&gt;wounds can heal but still the echoes&lt;br /&gt;lingering inside&lt;br /&gt;remembered hitting the new low&lt;br /&gt;living in a lie&lt;br /&gt;and you’re one of the worst i know&lt;br /&gt;that happened in my life&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;rising learning from our mistakes&lt;br /&gt;from that year of the snake&lt;br /&gt;when everything turned into heartbreak&lt;br /&gt;rising even if the ground shakes&lt;br /&gt;in that year of the snake&lt;br /&gt;don’t waste your time because life won’t wait&lt;br /&gt;didn’t know it was serious&lt;br /&gt;should’ve seen the signs&lt;br /&gt;paying for our recklessness&lt;br /&gt;the war of nerves begun&lt;br /&gt;do we know our friends and foes&lt;br /&gt;when they tell a lie&lt;br /&gt;tell me how to sleep at night&lt;br /&gt;with eyes open wide&lt;br /&gt;don’t believe all you hear&lt;br /&gt;there’re devils in disguise&lt;br /&gt;don’t let anyone crush your dreams&lt;br /&gt;your hands can touch the sky&lt;br /&gt;speak the truth and be sincere&lt;br /&gt;let God be your guide&lt;br /&gt;trust your heart don’t feed your fears&lt;br /&gt;and love will never die&lt;br /&gt;repeat reff&lt;br /&gt;repeat *, **&lt;br /&gt;that year of the snake&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-538778131032770801?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/538778131032770801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-year-of-snake-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/538778131032770801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/538778131032770801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-year-of-snake-lyric.html' title='Anggun - Year Of The Snake Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-1325479747257497662</id><published>2011-11-16T08:26:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Cold War Lyric</title><content type='html'>cold war&lt;br /&gt;between what’s wrong and right&lt;br /&gt;what’s in my head&lt;br /&gt;what’s in my heart&lt;br /&gt;voices whisper softly&lt;br /&gt;trying to convince me&lt;br /&gt;choices what should i pick&lt;br /&gt;play safe or challenged by tricks&lt;br /&gt;cause it’s a cold war&lt;br /&gt;between what’s wrong and right&lt;br /&gt;what’s in my head&lt;br /&gt;what’s in my heart&lt;br /&gt;cold war&lt;br /&gt;and i’ts been going on&lt;br /&gt;i let it stay&lt;br /&gt;until it’s gone&lt;br /&gt;captured but i can’t give in&lt;br /&gt;doubts won’t go through my skin&lt;br /&gt;ruptured of my soul and my mind&lt;br /&gt;thin lines to be defined&lt;br /&gt;and it’s a cold war&lt;br /&gt;between what’s wrong and right&lt;br /&gt;things that i need&lt;br /&gt;things that i want&lt;br /&gt;cold war&lt;br /&gt;and it’s been going on&lt;br /&gt;what should i do&lt;br /&gt;before it’s gone&lt;br /&gt;what’s in my head&lt;br /&gt;what’s in my heart&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-1325479747257497662?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/1325479747257497662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-cold-war-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1325479747257497662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1325479747257497662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-cold-war-lyric.html' title='Anggun - Cold War Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-6250326553170163079</id><published>2011-11-16T08:24:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - A Stranger Lyric</title><content type='html'>looking in the mirror&lt;br /&gt;i’m a stranger&lt;br /&gt;to this land and air&lt;br /&gt;belong to elsewhere&lt;br /&gt;years have passed me by&lt;br /&gt;and harder to deny&lt;br /&gt;what’s missing from my eyes&lt;br /&gt;the path i’m drawn into&lt;br /&gt;behind this ocean blue&lt;br /&gt;made my heart torn in two&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;looking in the mirror i’m a stranger&lt;br /&gt;to this land and air belong to elsewhere&lt;br /&gt;feeling more than ever like a stranger&lt;br /&gt;unknown to this land this heart in my hands&lt;br /&gt;with a dream to fulfill&lt;br /&gt;i will not stop until&lt;br /&gt;it’s alive and it’s real&lt;br /&gt;and running through my veins&lt;br /&gt;a love that heals the pain&lt;br /&gt;forever on the mend&lt;br /&gt;repeat reff [2x]&lt;br /&gt;to this land and air belong to elsewhere&lt;br /&gt;belong to elsewhere&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-6250326553170163079?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/6250326553170163079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-stranger-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6250326553170163079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6250326553170163079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-stranger-lyric.html' title='Anggun - A Stranger Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-6581283724217736617</id><published>2011-11-16T08:23:00.003+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - My Addiction Lyric</title><content type='html'>oh no here we go&lt;br /&gt;another itch i want to scratch&lt;br /&gt;though now i should know&lt;br /&gt;there’s a flaw and there’s a catch&lt;br /&gt;but maybe just one time&lt;br /&gt;it can’t hurt i can try&lt;br /&gt;and i’ve made up my mind&lt;br /&gt;with a goodbye&lt;br /&gt;oh no i should go&lt;br /&gt;it’s not too late i’m not attached&lt;br /&gt;once more i should know&lt;br /&gt;i can’t let go i’ll miss you much&lt;br /&gt;but maybe one last time&lt;br /&gt;i know it’s a lie&lt;br /&gt;should we give you and i&lt;br /&gt;another try&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;your love is my addiction&lt;br /&gt;the pleasure and pain bring me back to you&lt;br /&gt;our love is my addiction&lt;br /&gt;one touch and here i am back with you&lt;br /&gt;oh no not again&lt;br /&gt;another round another heartache&lt;br /&gt;and now i pretend&lt;br /&gt;i know too much to make mistakes&lt;br /&gt;this will be the last time&lt;br /&gt;i wake up in your arms&lt;br /&gt;there won’t be one last try&lt;br /&gt;of you and i&lt;br /&gt;repeat reff&lt;br /&gt;your love&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-6581283724217736617?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/6581283724217736617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-my-addiction-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6581283724217736617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6581283724217736617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-my-addiction-lyric.html' title='Anggun - My Addiction Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-6412423162160193860</id><published>2011-11-16T08:23:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Rollercoaster Lyric</title><content type='html'>the rise and the fall&lt;br /&gt;anything in between the two&lt;br /&gt;it’s almost like an exercise&lt;br /&gt;the high and the low&lt;br /&gt;we have seen before&lt;br /&gt;whenever love and hate collide&lt;br /&gt;i can’t live without&lt;br /&gt;our whispers and our shouts&lt;br /&gt;the reason my heart’s beating fast&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;don’t care if it’s hell or heaven&lt;br /&gt;cause i’m here with you&lt;br /&gt;life’s a rollercoaster ride and&lt;br /&gt;i’m not scared with you&lt;br /&gt;i’ts alright there’s nothing we can’t do&lt;br /&gt;reaching out can always pull this through&lt;br /&gt;it’s along as we are two&lt;br /&gt;all that is said and done&lt;br /&gt;when all the hope is gone&lt;br /&gt;there’s always something in your eyes&lt;br /&gt;you catch me when i fall&lt;br /&gt;as far as i can recall&lt;br /&gt;with you i’m gravity defied&lt;br /&gt;this i can’t get enough&lt;br /&gt;what’s good when it’s rough&lt;br /&gt;the reason my heart’s beating fast&lt;br /&gt;repeat reff&lt;br /&gt;as long as we are two&lt;br /&gt;as long as we are two&lt;br /&gt;(life is a rollercoaster ride&lt;br /&gt;life is a rollercoaster ride) i’m here with you&lt;br /&gt;(life is a rollercoaster ride&lt;br /&gt;life is a rollercoaster ride)&lt;br /&gt;it’s alright there’s nothing we can’t do&lt;br /&gt;reaching out can always pull this through&lt;br /&gt;it’s alright as long as we are two&lt;br /&gt;as long as we are two&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-6412423162160193860?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/6412423162160193860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-rollercoaster-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6412423162160193860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6412423162160193860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-rollercoaster-lyric.html' title='Anggun - Rollercoaster Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-8143003972130559698</id><published>2011-11-16T08:20:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Eternal Lyric</title><content type='html'>it was such a cold night in november&lt;br /&gt;that followed by a much colder morning&lt;br /&gt;i feel the shivers each time i remember&lt;br /&gt;but in my heart something will keep burning and beating&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;you’re eternal cause i believe&lt;br /&gt;you’re in the air that i breathe&lt;br /&gt;and eternal though eyes can’t see&lt;br /&gt;i feel you’re right here with me&lt;br /&gt;one soul goes and comes in this life circle&lt;br /&gt;a story that goes around with no end&lt;br /&gt;made by love and flesh we’re only mortals&lt;br /&gt;but somehow something will always remain again&lt;br /&gt;reff2:&lt;br /&gt;you’re eternal cause i believe&lt;br /&gt;you’re in the air that i breathe&lt;br /&gt;it’s eternal though eyes can’t see&lt;br /&gt;i feel you’re love upon me&lt;br /&gt;reff3:&lt;br /&gt;cause eternal you’ll always be&lt;br /&gt;you’re in the air that i breathe&lt;br /&gt;though i can’t see but within me&lt;br /&gt;you’ll always live eternally &lt;br /&gt;and you live eternally&lt;br /&gt;and you live eternally&lt;br /&gt;you’ll always live eternally&lt;br /&gt;though i can’t see but within me&lt;br /&gt;you’ll always live eternally&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-8143003972130559698?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/8143003972130559698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-eternal-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8143003972130559698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8143003972130559698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-eternal-lyric.html' title='Anggun - Eternal Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-3633497532633978247</id><published>2011-11-16T08:18:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - Impossible Lyric</title><content type='html'>i’m a girl who runs my untwisted world&lt;br /&gt;it’s alright if i’m not understood&lt;br /&gt;have had 10 lives my stories still untold&lt;br /&gt;can’t decide if i’m bad or i’m good&lt;br /&gt;said goodbye maybe one too many times&lt;br /&gt;he’s too kind and too good but too dull&lt;br /&gt;i change my mind and i don’t think it’s a crime&lt;br /&gt;got to run to where my heart desires&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;lock me up and i’ll walk away&lt;br /&gt;tame me and i’ll lose control&lt;br /&gt;leave me and i won’t leave your mind&lt;br /&gt;try to change me it’s impossible&lt;br /&gt;everything but complicated&lt;br /&gt;nothing’s cruel beneath this smile&lt;br /&gt;take me as i am and don’t you&lt;br /&gt;try to change me cause it’s impossible, impossible&lt;br /&gt;maybe i’m just like any other girl&lt;br /&gt;who eats too much and sometimes too little&lt;br /&gt;set in stone but this kind heart is fragile&lt;br /&gt;not a saint but not quite the devil&lt;br /&gt;repeat reff&lt;br /&gt;everybody knows that there is so much&lt;br /&gt;more than meets the eye&lt;br /&gt;our highest and our lowest are something&lt;br /&gt;that define you and i, don’t you&lt;br /&gt;repeat reff&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-3633497532633978247?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/3633497532633978247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-impossible-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3633497532633978247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3633497532633978247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-impossible-lyric.html' title='Anggun - Impossible Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-1438136861316214124</id><published>2011-11-16T08:17:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun - yang Terlarang Lyric</title><content type='html'>rasa ingin tahu rajai diriku&lt;br /&gt;membuatku diam dihampirinya&lt;br /&gt;walau ku tlah pergi dan telah kembali&lt;br /&gt;tetap ku tak bisa menghindarinya&lt;br /&gt;yang terlarang kan terulang&lt;br /&gt;yang terlarang akan datang&lt;br /&gt;takkan henti panggil hati&lt;br /&gt;yang terlarang kan kembali&lt;br /&gt;pernah aku pendam siang hingga malam&lt;br /&gt;dan pernah ku coba cari gantinya&lt;br /&gt;apa pengalaman pasti kesalahan&lt;br /&gt;mengapa manusia selalu tergoda&lt;br /&gt;yang terlarang kan terulang&lt;br /&gt;dan tak henti panggil hati ini&lt;br /&gt;yang terlarang akan datang&lt;br /&gt;membuat diri jadi bimbang&lt;br /&gt;yang terlarang, yang terlarang&lt;br /&gt;yang terlarang kan terulang&lt;br /&gt;takkan henti mengajakku lari&lt;br /&gt;yang terlarang akan datang&lt;br /&gt;yang terlarang selalu menang&lt;br /&gt;yang terlarang, yang terlarang&lt;br /&gt;yang terlarang, terlarang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-1438136861316214124?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/1438136861316214124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-yang-terlarang-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1438136861316214124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1438136861316214124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-yang-terlarang-lyric.html' title='Anggun - yang Terlarang Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-8509273104508567153</id><published>2011-11-15T16:52:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun -  Weapon Lyric</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;look at me as i smile&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;tilt my head as I say “please”&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;know i could make you go the extra mile&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;or maybe let you fall on your knees&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;something so delicious&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;like honey is to the bees&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;as simple as batting these eye lashes&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;could make a man loss his beliefs&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;it’s alright, it’s okay&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;it’s just love that we play&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;through the nights and the days&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;no one’s safe&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;reff:&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;there’s no use to find an excuse&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;stole your heart, i stole your heart&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;too strong to lose but you can’t choose&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;i stole your heart before you even know&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;it’s not an accident i am certain&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;it’s what happens when girls decide&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;to use our weapons, use our weapons&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;and it works like a charm&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;no need to disagree&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;it’s madness that i carry his heart in my arms&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;and i can do whatever i please&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;it’s alright, it’s okay&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;it’s a role that we play&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;through the nights and the days&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;repeat reff&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;look at me as i smile&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-8509273104508567153?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/8509273104508567153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-weapon-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8509273104508567153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8509273104508567153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-weapon-lyric.html' title='Anggun -  Weapon Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-3495315629609662637</id><published>2011-11-15T16:51:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun -  Hanyalah Cinta Lyric</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;semua yang telah aku dapat&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;indah dan gemerlap&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;satu hari kan pudar&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;dan sinarnya akan hilang&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;sesuatu yang telah aku raih&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;di dalam hidup ini&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;tak untuk selamanya&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;ini semua sementara&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;reff:&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;yang aku cari hanyalah cinta&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;hanya cinta yang tak terganti&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;yang aku mau hanyalah cinta&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;hanyalah cinta yang ku beri&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;yang selalu ku tunggu hanyalah cinta&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;hanya cinta yang tak terganti&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;yang aku nanti hanyalah cinta&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;hanyalah cinta yang abadi&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;mencari artinya hidup ini&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;detak waktu masih ada&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;ada yang paling berwarna&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;apa yang kan sia-sia&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;repeat reff&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;abadi, abadi, hanyalah cinta&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;hanya cinta ooh&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;repeat reff&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;abadi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-3495315629609662637?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/3495315629609662637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-hanyalah-cinta-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3495315629609662637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3495315629609662637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-hanyalah-cinta-lyric.html' title='Anggun -  Hanyalah Cinta Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-691498679518040929</id><published>2011-11-15T16:39:00.002+07:00</published><updated>2011-11-17T22:14:12.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anggun - Echos Album'/><title type='text'>Anggun -  Buy Me Hapiness Lyric</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;i could use that red-soled shoes with this tight jeans&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;see what i mean&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;or maybe that long dress made to impress&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;deserve that too&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;eyeing for that diamond ring for my right hand&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;should understand a one of a kind&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;watch something top-notch&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;deserve that too, i do make believe&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;reff:&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;lalalala lala what do i miss&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;lalalala lala beside that kiss&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;all those fancy things fail to make my heart sing&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;can’t buy me happiness&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;an improved me maybe lasered and botoxed&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;let the world shocked&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;these lines in my face will be erased&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;deserve that too&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;changing for another shrink&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;cause mine is bored minutes ago&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;i need a healer to be better&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;deserve that too, i do make believe&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;repeat reff&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;filling all rooms in this empty heart&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;but all the glitters all those work of art&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;i deserve that too&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;repeat reff&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;yes i know they can’t bring me happineess&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;the less i possess&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;could it be the answer to my bitterness&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;until it’s true you should try to walk in my shoes&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Schoolbell; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;my red-soled shoes&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-691498679518040929?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/691498679518040929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-buy-me-hapiness-lyric.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/691498679518040929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/691498679518040929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/11/anggun-buy-me-hapiness-lyric.html' title='Anggun -  Buy Me Hapiness Lyric'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-2508500853104381955</id><published>2011-08-30T10:13:00.002+07:00</published><updated>2011-08-30T10:19:46.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kalender Tak Berguna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahagianya hati si Usen jelang Iedul Fitri 1432 H karena akan takbir keliling desa dan akan mendapatkan Pakaian baru, tak lupa harapan Usen pada lebaran kali ini ialah mendapatkan pemberian sejumlah uang saku dari saudara – saudaranya yang merantau di Kota. Rasa bahagia Usen pun ternyata dirasakan pula oleh seluruh Kampung Babakan dan semua keluarga bersukacita jelang hari raya karena di hari kemenangan ini, selain kembali menuju Fitrah, berkumpul dengan keluarga tercinta dan bahagia yang paling utama adalah harapan yang sangat besar akan pahala puasa yaitu menjadi manusia yang bertaqwa seperti tertulis jelas dalam Al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa kali Usen melihat kalender pemberian Cagub gagal yang mendadak gila dan memanjat pohon kelapa hingga tewas karena menjatuhkan diri, mungkin karena jeratan hutang aku kira. “sudah tanggal 28 Ramadhan, sama juga dengan 28 agustus 2011” gumam Usen sambil terlihat sumringah karena ia tidak perlu mengingat terlalu pusing penanggalan Hijriyah dan masehi pada tahun ini. Penyebabnya sederhana, tanggal 1 Ramadhan 1432 H itu bertepatan juga dengan 1 Agustus 2011 M, jadi sampai tanggal 30 Ramadhan pun akan sama dengan 30 Agustus 2011. “Tinggal dua hari lagi nih, 29 Ramadhan, terus 30 Ramadhan, waaaah aku takbir keliling desa, senangnya hatiku akan melihat jutaan kembang api di langit gelap tanggal 1 Syawal” gumam Usen disela – sela laparnya Puasa Ramadhan hari ke-28 karena dini hari tadi ia tidak sempat sahur karena terlalu senang meng-khatamkan al-Qur’an sampai lewat waktu imsak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil menunggu buka puasa, usen mengambil remote TV dan menyalakan program bincang ramadhan di TV swasta. Ia melihat di running text di bawah layar kaca “Pemerintah belum menetapkan Iedul Fitri 1432 H, sidang itsbat penetapan 1 Syawal akan dilaksanakan pada hari senin 30 Agustus 2011 di kementrian Agama” Usen terbelalak kaget melihat ketidak siapan pemerintah dalam bersikap.kemudian ada keraguan mempercayai pemimpin di Negri ini karena janji yang selalu di langgar dan menetapkan kebutuhan khalayak ramai dengan lambat dan tidak konsekuen. Running text kemudian berlanjut dengan pemberitaan kasus nazarruddin yang semakin berlarut – larut dan terkesan ada pembenaman berita. Tiba – tiba ia membaca running text “Muhammadiyah telah menetapkan 1 syawal 1432 H hari Selasa tanggal 31 Agustus 2011”. Mata usen menjadi semakin sendu karena iedul fitri tahun ini pasti akan berbeda penyelenggaraan antara pemerintah dan beberapa ormas Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya timbul pertanyaan dalam benak Usen, “teknologi apa yang digunakan Muhammadiyah sampai dapat menentukan 1 syawal dari jauh hari?apakah ilmu falak muhammadiyah sudah valid dan dapat dipertanggung jawabkan?” Usen tak pernah habis pikir dengan sikap pemerintah yang selalu ribut sidang itsbat penentuan 1 syawal setiap tahunnya, si Usen pun sedikit bergurau dengan jiwanya “MENGAPA YA PEMERINTAH TIDAK MEMINJAM ALAT YANG DIPAKAI MUHAMMADIYAH UNTUK MENENTUKAN 1 SYAWAL? KO MEREKA MASIH MELIHAT DENGAN MATA TELANJANG YANG RABUN?”. Usen semakin gamang, karena ia tidak mau ada penyelenggaraan iedul fitri yang berbeda dari masing – masing organisasi masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ke-30 ramahdhan pun tiba, sms di HP butut usen sampai over-space karena kebanyakan pesan masuk yang mengucapkan selamat hari raya iedul fitri dengan berbagai kata – kata puisi sebagai muqodimah. Namun hati Usen ketika buka puasa hari ke-30 Ramadhan tetap saja merasa belum sempurna karena belum ada keputusan dari pemerintah yang superlelet dan selalu kontroversial. “kapan kali pemerintah pro rakyat, namanya juga tukang merintah, bisanya hanya meluruskan telunjuk tanpa ada kebijaksanaan” ketus Usen di selal – sela santap buka puasanya setelah ia Shalat maghrib. Tiba – tiba ada nada SMS di HP bututnya Usen “sen ntr lu tonton Tvone ya, katanya jam 19.00 ada sidang itsbat penetapan 1 syawal” “oke, pasti gw tonton, knp g skrng y pemerinth th sidangnya?kn qt bisa mulai takbiran..hehehe” usen menjawab pesan masuk dari nanang sahabatnya yang tinggal sekampung hanya beda RT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usen pun bersiap nonton di depan televisi dan menyaksikan sidang Itsbat penentuan 1 syawal dari berbagai ormas Islam Indonesia. Perdebatan alot dari berbagai ormas dan menyampaikan argumentasi mengapa lebaran hari selasa dan hari rabu dengan menggunakan sudut pandang variatif. Sambil menunggu keputusan akhir dari sidang yang membosankan ini, usen mengakses jejaring sosial Facebook di HP bututnya. Di beranda ia melihat hampir seluruh status Facebook mengunggkapkan kekecewaannya kepada pemerintah yang melakukan sidang di akhir ramadhan dan di waktu isya. “pemerintah tak berguna, mempertontonkan tidak bersatunya penganut Agama Islam Indonesia, melakukan sidang di akhir ramadhan dan dilaksanakan di malam hari. Kalau mau di undur lebarannya, kasih pengumuman ya sore hari, biar malem ini gue bisa tarawih lagi. Keparat nih pemerintah”. Usen membaca status Facebook Maman sahabatnya geli walaupun ia mengamini status Facebook Maman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian sidang pun hampir selesai dan pimpinan sidang sebagai mentri Agama yang maha hebat dan harus mempersatukan keanekarAgaman pemahaman keAgamaan di Indonesia berujar “baiklah, terimakasih kepada seluruh Ormas Islam Indonesia yang hadir pada malam ini, keanegarAgaman adalah ramat dan mari sikapi perbedaan itu dengan bijaksana” retoris namun tidak substantif, karena iapun tidak dapat mempersatukan perbedaan itu dengan arif dan bijaksana. Ada kesan ia membiarkan perbedaan perayaan hari raya selalu berbeda satu sama lain setian tahunnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“pemerintah menetapkan perayaan hari raya iedul fitri 1432 H jatuh pada hari rabu 31 Agustus 2011 dan bagi yang merayakan di lain hari tersebut, maka kami harap untuk sama – sama saling menghormati keputusan satu sama lain” tutup pak mentri yang malah mencari aman. “Harusnya ia bisa bertindak cerdas dengan mengundang ahli falak dari berbagai ormas Islam, ini malah memakai caranya sendiri, uhhhh mentri kok pemikirannya kaya moderator diskusi aja, Cuma lempar argumen sana sini, uuuhhh kesel gue, kenapa ga dari sore aja tuh mentri ngumuminnya kan malem ini gue bisa tarawih!” ketus Usen karena sidang itsbat yang lama dan membosankan ini malah menghasilkan keputusan yang memecah belah persatuan penganut Agama Islam Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya, Usen masih tetap sahur untuk puasa. Padahal malam itu ia sempat juga mendengar sayup – sayup gema takbir di kejauhan dari masjid Muhammadiyah. Ia menangis tersedu sedan karena umat Islam Indonesia tidak dapat bersatu. Sebetulnya bersatunya Umat Islam atau pun Agama lain adalah karena kebijaksanaan pemerintah dan para pemangku kebijakan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usen mengambil HP bututnya dan dengan mata berkaca – kaca ia menulis status Facebook “kalender di rumahku tak berguna dengan penanggalan lebaran 1 syawal 1432H yang tertera tanggal 30 Agustus. Kalender ini tak berguna, sama tak bergunanya dengan gambar Cagub gila yang nampang di kalender kampanye, dan sama tak bergunanya seperti pemerintah dengan kebijakan yang membuat penganut Islam bercerai berai tak karuan!” setelah Usen puas dengan menulis status yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah, ia kemudian mengambil gunting yang biasa dipakai ibunya memotong kain dan berhambur mendekati kalender kampanye Cagub yang gagal dan bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari puncak pohon kelapa karena malu gagal dan banyak hutang. Sambil memotong sebagian kalender dan menyisakan tanggalnya saja dan membuang gambar Cagub almarhum gila ia berkata “enyahlah engkau Cagub gila dan bodoh, kau tak berguna dengan penanggalanmu yang memberikan warna merah tanggal 30 dan 31 Agustus 2011, kau sama tak bergunanya dengan pemerintah yang hanya menjadi benalu bagi rakyat Indonesia!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin Di alam barzakh sana , Cagub gagal gila yang bunuh diri karena banyak hutang semakin tertekan dengan segala himpitan siksaan karena kesalahan yang ia perbuat selama hidupnya. Kalender yang ia harapkan sebagai penolongnya di padang mahsyar nanti malah semakin menjadi tali temali yang menjerat lehernya karena di sumpah serapahi Usen sebagai kalender Tak berguna, sama tak bergunanya dengan dirinya semasa hidup di dunia dengan beragam janji di spanduk dan kalender.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Pondok kacang tangerang 31 Agustus 2011&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-2508500853104381955?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/2508500853104381955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/kalender-tak-berguna.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/2508500853104381955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/2508500853104381955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/kalender-tak-berguna.html' title='Kalender Tak Berguna'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-6379812324857581628</id><published>2011-08-30T10:08:00.001+07:00</published><updated>2011-08-30T10:12:07.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sebongkah Emas Didalam Tempurung Kelapa Busuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan beberapa penduduk Kampung membenahi sarung bututnya pemberian&amp;nbsp; sodaqoh bulan muharram 1432 H dari donator Bandar ikan di Kampung itu karena sarungnya sedikit longgar ketika ia hendak mengisi shaf ke-empat di mushola Al-Mukmin untuk menunaikan shalat ashar. Sore itu, jamaah di mushola ini lain dari biasanya. Biasanya hanya empat orang yang melaksanakan shalat ashar berjamaah di mushola yang dibangun 12 tahun silam, namun kali ini lebih dari empat shaf karena ada bakti sosial dari aktivis GPRI (Gerakan Peduli Rakyat Indonesia) di RT 04/06 Ciheang Jabar. Tak ketinggalan aku berdiri paling depan shaf karena sesuai pelajaran yang aku terima waktu mengaji di surau di kampung halamanku, aku diajarkan bawha yang paling depan shaf shalatnya akan mendapat sapi. Entah darimana dasarnya, aku senang saja, karena shaf paling belakang pasti akan mendapatkan marmot atau paling banter kelinci. Ah makin ngaco saja, sudahlah aku bersiap shalat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pak Muksin siap takbir untuk memulai shalat. pria ringkih yang sudah memasuki usia limapuluh ini tetap setia lahir bathin untuk tetap melaksanakan shalat berjamaah walau hujan badai menghadang. Hal yang tidak biasa dilakukan warga kampung disana untuk tetap berjamaah setiap waktu shalat kecuali pak muksin yang sudah matur secara kejiwaan. Aku pun mencoba khuyuk untuk shlata di sore hari yang mendung itu karena aku merasa malu dengan keadaan yang ada di hadapanku. Sebagai pria yang memasuki usia 27 tahun, aku belum melakukan apa – apa untuk hidupku sendiri, terlebih untuk orang lain. Makanya dari itu aku mencoba aktiv menjadi aktivis Gerakan Peduli Rakyat Indonesia dengan melakukan bakti sosial dan membentuk desa binaan untuk dibina secara materi (kewirausahaan) dan imateri (membentuk moral cinta tanah air dan sedikit aspek keagamaan). Hal yang kami lakukan tidak lantas membuat pemerintah cemburu, harusnya mereka menutup wajah karena malu tak mengurusi rakyat di pelosok negeri. Mereka malah sibuk dengan partai koalisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sholat usai, kami membentuk lingkaran di dalam mushola untuk mendengarkan tausiyah dari pak Muksin. Aku tambah takjub dengan pria ini. Pria yang telah kenyang makan asam dan garam kehidupan dan merasa terbebani dengan warga kampung disini karena ia sebagai bagaian dari citizrn srnior yang dituakan. Aku dan kelompok bakti sosial pun turut dan khidmat mendengarkan tausiyah dri pak Muksin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya di kampung ini, tausiyah selalu diakhiri dengan Tanya jawab dari para jamaah. Tausiyah bakda shalat ini selalu dilakukan setelah shalat Ashar, maghrib dan Subuh. Pria berambut putih yang belakangan aku kenal namanya Pak Herdi bertanya kepada pak Muksin terkait materi yang disampaikan. “assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, saya mau bertanya terkait amanah seperti yang ustadz sampaikan tadi”. Subhanallah, aku baru tahu kalau panggilan untuk pak Muksin ini adalah ustadz (menurutku gelar yang sangat agung di kalangan masyarakat. “apakah kita sebagai rakyat biasa diberikan amanah untuk memimpin?” lanjut pak Herdi kepada Ustadz Muksin. Akhirnya aku putuskan dalam hati untuk mengikuti kearifan local untuk ikut juga memanggil Pak Muksin dengan sebutan Ustdaz. “baik, pertanyaan yang bagus” jawaban mukadimah Ustadz Muksin. “pada dasarnya, setiap manusia yang telah baligh, adalah pemimpin untuk dirinya sendiri dan akan diminta pertanggungjawaban kelak di akhirat”. Aku tertegun mendengar jawaban yang maha dahsyat dan baru aku dengar sepanjang hidupku. Selama ini aku menyia – nyiakan amanah dan waktuku, sangat lah berat pertanggungjawabanku kelak diakhirat nanti. “maka dari itu para hadirin yang dimuliakan Allah, tetapkanlah dalam hati untuk Berbuat demi duniamu seakan kalian akan hidup selamanya, dan berbuatlah demi akhiratmu seakan kita akan mati esok hari” pungkas Ustadz Muksin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah aku dan kelompoku mengadakan kegiatan sosial di kampung ini. Selain terjadinya symbiosis, banyak hal yang dapat dipetik terkait religiusitas yang kami dapatkan dari ustadz Kampung yang bahkan lokasi Kampung ini tidak Nampak setitik pun walau di peta keluarahan. Sungguh sosok ustadz muksin ini adalah emas didalam tempurung kelapa busuk. Emas gemerlapan yang mahal harganya dan tak seorangpun mengira terdapat emas dalam tempurung kelapa busuk dan bau ini karena kebanyakan manusia memandang seringkali dari keadaan luarnya saja. Ustadz yang berpikiran brilian dan tinggal di rumah yang akan roboh jika sekali terkena gempa ringan, di Kampung yang hanya di janjikan kemakmuran jelang Pilpres, pilkada sampai pemilihan RT setempat, namun jauh panggang dari api, hanya janji spanduk yang nantinya terlupakan oleh elit politik perangkat pemerintahan di berbagai lini, seperti terlupakannya spanduk kampanye yang menjadi rebutan warga Kampung disini untuk dijadikan alas tidur pengganti karpet atau kasur yang tak terbeli. Tak sadar aku meneteskan air mata karena kebijaksanaan ustadz Kampung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk bertanya kepada manusia hebat titipan Tuan yang dititipkan ke kampong yang terdzolimi penguasa lalim yang hanya mengurusi koalisi. “ustadz, harus seperti apakah realisasi dari bekerjalah untuk duniamu seakan kalian akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kalian akan mati esok?”. Suara dan Bahasaku harus ditata dengan benar sebagai penghormatan kepada ustadz lautan ilmu di kampong yang tandus dan miskin ini. “baiklah anak muda” jawab ustadz Muksin dengan penuh Kharisma, “sejatinya umat muslim yang masih mempercayai Allah adalah Tuhannya, sudah selayaknya untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Primernya adalah makan, minum dan kebutuhan dasar manusia seperti keamanan dan rasa kebersamaan sosial. Muslim yang baik, selalu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri dan tidak menggantungkan hidupnya kepada selain Allah. Sangat disayangkan jika seorang muslim, untuk makan saja kekurangan, maka ibadahpun nantinya akan berkurang karena factor biologis”. Ustadz Muksin meghela nafas panjang sebelum beliau melanjutkan jawabannya. Mungkin dalam benaknya ia merasa kalimat yang diucapkannya barusan adalah kalimat yang tidak pernah banyak dilakukan oleh kalangan muslim di Daerahnya khususnya dan di Indonesia Umumnya. Sedikit aku baca raut wajahnya yang agak pesimis melihat keadaan kampungnya yang selalu berada dalam garis kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kemudian untuk memenuhi hal yang kedua yaitu berbuatlah untuk akhiratmu sekan kalian akan mati esok ialah, berbuatlah taqwa yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya secara islam dan ihsan. Jalankan rukun iman dan Islam secara ikhlas dan sekemampuan kalian niscaya kalian akan menjadi orang yang beruntung dan mendapatkan surganya Allah yang dibawahnya mengalir sungai, namun perlu diingat, jangan pernah ibadah untuk mengharapkan surganya Allah, namun berharaplah untuk mendapatkan ekridhoan Allah”. Jawaban ustadz Muksin membuatku tak dapat berkata apa – apa lagi karena kagum dan merasa terobati kegersangan jiwaku selama berada dalam dunia sosial yang lebih sering dijadikan kendaraan politik para politisi karbitan untuk mendapatkan dukungan dan suara penuh saat kepentingan pribadinya hadir merebut kursi kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku merenungkan dari apa yang disampaikan Ustad Muksin yang mengobati hatiku yang gersang. Ada semacam ketertarikanku untuk mempelajari agama islam secara mendalam dan benar yang nantinya akan aku lanjutkan cita – cita Ustadz Muksin yang kata orang kampong disini ingin membentuk masyarakat madani. Entah apa pengertian terminology masyarakat madani ini, namun yang aku tahu adalah Madani berdekatan dengan Madinah (kota di Arab Saudi) tempatnya Rasul Muhammad menyampaikan risalahnya setelah hijrah dari makkah. Mungkin nanti akan aku cari lagi pengertiannya secara benar dari para pakar bahasa yang aku kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun merasa semakin terpanggil untuk menjadikan nilai fundamental islam sebagai warna dari gerakan sosialku. Mungkin jika sudah saatnya nanti, aku ingin bergabung dengan persyarikatan yang lebih luas yang intens dalam gerakan sosial dan pendidikan. Seingatku dari media yang pernah aku baca, ada persyarikatan Muhammadiyah yang intens dengan gerakan sosial dan pendidikan dan tidak melupakan warna keislaman seperti yang dibawa dan diajarkan Rasul Muhammad 14 abad silam.&lt;br /&gt;Ternyata, aktifitasku di gerakan sosial kali ini belum ada seujung kuku pun. Aku semakin merasa sedih ketika aku melintas di jalan raya, selalu saja ada sekelompok orang yang mengatasnamakan Panitia Pembangunan Masjid. Bukan satu bulan atau 5 bulan mereka menggunakan jarring ikan untuk mengais uang dari para pengguna jalan dan kadang membuat macet jalanan. Andai aku kaya dan memiliki banyak dana untuk disumbangkan, tak akan pernah kubiarkan panitia pembangunan Masjid ini berpanas – panas dan bahkan membuat kemacetan dijalanan untuk mengais recehan dan nantinya dikumpulkan untuk membangun Masjid.&lt;br /&gt;Tak akan aku biarkan banyak gelandangan dan pengemis dan yang berpura – pura menjadi gelandangan dan pengemis untuk terus berkeliaran di lampu merah di kota – kota besar. Aku ingin membuatkan mereka penampungan dan akan aku sewa para wirausaha untuk mengajari orang – orang miskin ini menjadi wirausaha yang handal dan mandiri. Tidak perlu lagi mereka menghiasi pemberitaan media dengan kemiskinannya, aku inginkan, media lokal dan mancanegara meliput keberhasilan mereka dengan wirausaha dan kemandiriannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin aku melamun, semakin aku membenci system pemerintahan yang dianut. Pemahaman pasal “rakyat miskin dan anak telantar dipelihara Negara” itu benar – benar dimaknai secara tekstual. Pembuat dan eksekutor kebijakan memahami pasal ini (entah pasal berapa karena aku muak menghafalnya ketika aku SD dulu). Rasanya ingin aku menggantikan Presiden yang serba perlente dan lambat dalam bertindak. Ingin aku pecahkan kepala para koruptor yang tiba – tiba hilang ingatan dan sakit jika tertangkap KPK, karena ulah para koruptorlah anggaran untuk rakyat tidak pernah sampai. Karena para koruptorlah banyak yang menjadi Perempuan Jalang yang rela membuka selangkangannya untuk pria hidung belang demi sesuap nasi. Ingin rasanya aku segera tinggalkan kegiatan bakti sosial ini dan melabrak istana Negara tempatnya para bajingan yang mengatasnamakan rakyat namun rakyat yang ber-bendera partai sama saja yang diberikan kemakmuran. Hatiku menjerit.Setelah selesai bakti sosial dengan berbagai agenda kegiatan mulai dari mengajar wirausaha kecil – kecilan dengan menggunakan media kardus bekas yang disulap menjadi tas unik dan tak kalah dengan merek sophie marthin, kami pamit dengan sejuta perasaan karena kiprah ustadz brilian Ustadz Muksin, pria ringkih yang berhati emas dan berpengetahuan samudera dan berkebijaksanaan lebih daripada dewa – dewa agung di kayangan dalam film – film kolosal. Kami dan khususnya aku betekad dalam hati untuk selalu “bekerja demi duniaku seakan aku akan hidup selamanya dan aku berjanji akan beribadah untuk Akhiratku seakan aku akan mati esok hari". semoga Allah selalu memberikan hidayah dan berkah-Nya kepadaku dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Pondok Kacang Tangerang 30 Agustus 2011&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-6379812324857581628?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/6379812324857581628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/sebongkah-emas-didalam-tempurung-kelapa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6379812324857581628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/6379812324857581628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/sebongkah-emas-didalam-tempurung-kelapa.html' title='Sebongkah Emas Didalam Tempurung Kelapa Busuk'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-8149918164722610856</id><published>2011-08-27T15:08:00.000+07:00</published><updated>2011-08-27T15:08:46.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Pasar Rakyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin-top:0cm;	mso-para-margin-right:0cm;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Siang itu aku berjalan menyusuri pasar tradisional Panumbangan Ciamis Jawa Barat. Ada rasa nostalgia juga setelah kutinggalkan kampong halamanku lebih dari 7 tahun untuk menuntut ilmu di rantau. Oiya, aku sampai lupa, hari ini hari ke 27 Ramadhan 1432H, tepatnya 27 Agustus 2011M. baru kali ini juga penanggalan hijriyah dan masehi bisa akur hehehe, jadi aku ga perlu pusing – pusing kalo mikir sekarang tanggal berapa dalam hitungan hijriyah ataupun hitungan masehi. Aku tertegun melihat kerumunan pengunjung yang rata – rata ibu rumah tangga yang terlihat sangat sibuk belanja berbagai macam kebutuhan jelang hari raya. Dan ada hal yang tidak berubah selama kurun waktu belakangan ini, yaitu tradisi beli baju baru untuk dikenakan ketika hari raya iedul fitri. Tak sadar aku terenyum teringat masaku kecil dulu. Jelang hari raya adalah hari yang aku tunggu – tunggu, dapet baju baru dan dikasih uang oleh kerabatku yang merantau di berbagai kota – kota besar di pulau jawa seperti Bandung, Jakarta, Bogor dan beberapa di Jawa Tengah dan Jawa Timur.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku mengumpulkan ingatanku ketika usiaku 5 tahun dan menangis di pasar ini sampai tidak mau diajak pulang karna tidak dibelikan pakaian baju gambar doraemon yang paling aku sukai. Senyum simpulku kembali menghiasi wajahku karena saat ketika aku 5 tahun dan masih sangat hijau untk memahami kondisi keuangan kedua orang tuaku. Aku menjadi sedih karena kelakuan masa kecilku yang polos dan membuat orang tuaku sering marah karena permintaanku akan apa yang aku inginkan terkesan sangat memaksa dan tidak mau tahu. Namun dulu adalah dulu, dan kini saatnya aku membuat orang tuaku menangis. Menangis bahagia karena aku yang dulu polos dan cengeng sudah dapat mandiri walau masih terjatuh bangun. Sebetulnya impianku untuk orang tuaku (khususnya ibuku karena ayahku sudah dipanggil Allah ketika aku di SLTP) adalah membantu menunaikan rukun Islam yang ke-lima, Berhaji ke baitullah. Tak terasa air mataku menetes karena merasa aku tak berdaya dengan segala mimpi dan keterbatasanku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tiba – tiba aku mendengar isak tangis anak kecil ketika aku memasuki Toko Pakaian di blok-F. suasana riuh pun sangat terasa dari proses tawar menawar harga di toko ini. Ibu Lilis, pemilik Toko Pakaian ini seingatku dulu, masih terlihat segar bugar karena mungkin beliau pandai merawat diri walaupun sudah memasuki kepala Empat. Ibu empat anak ini sedikit mengernyitkan keningnya ketika melihatku melintas di depan tokonya, mungkin ia masih ingat kelakuanku dulu saat meraung – raung ingin dibelikan baju baru bergambar Doraemon. Mungkin ragu untuk mengenaliku yang saat ini sudah masuk usia 24 namun masih belum terlalu jelas masa depanku. Namun karena beliau harus melayani konsumen dengan baik, beliau tidak sempat menyapaku dan aku pun terhalang dengan kerumunan ibu – ibu yang seperti lalat menemukan bangkai tikus, berkerumun, riuh dan berdesakan satu sama lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam hatiku ada rasa sedih juga karena kondisi pasar saat ini tidak banyak berubah seperti saat aku usia 5 tahun. kotor, bau, banyak lalat dan tikus hilir mudik. Apa saja yang telah dilakukan pemerintah di daerah ini dan mengapa pula manajemen pasar tidak peduli dengan keadaan yang aku keluhkan. Ada semacam pembiaran akan keadaan ini, mungkinkah pemerintah daerah disini sama pekerjaannya dengan pemerintah pusat? Ya mungkin saja pemerintah Daerah disini terus mengurusi koalisi partai, bukan mengurusi rakyat yag telah dijanjikan bermacam – macam kemakmuran. Sepertinya sama saja media spanduk yang hanya menghiasi setiap sudut jalan, bukan turun dan merakyat dengan kebijakannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun apa peduliku, mereka pun tak peduli, ah apa aku ini bagian dari rakyat Indonesia yang peduli? Tanyakan saja diri kita masing – masing. Sampai akhirnya aku lelah mengitari pasar tradisional ini kemudian aku menyalakan motor bututku dan kembali ke rumahku di kaki gunung sawal yang terisolir secara fisik, namun aku terus berharap dan berusaha untuk tidak mengisolir pemikiranku. Minimal aku dapat membuat proyek padat karya agar generasi muda di kampung halamanku tidak lantas ke kota besar dan mengais rezeki disana, aku sangat bermimpi untuk membuat lapangan pekerjaan baru di desa. Itulah mimpiku selain membantu orang tuaku menunaikan rukun Islam yang ke-lima. Amin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;Depok @ com_net Sabtu &lt;u&gt;27 Ramadhan 1432 H&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;27 Agustus 2011 M&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-8149918164722610856?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/8149918164722610856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/pasar-rakyat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8149918164722610856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8149918164722610856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/pasar-rakyat.html' title='Pasar Rakyat'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-8133310383547482548</id><published>2011-08-26T13:27:00.004+07:00</published><updated>2011-08-26T13:55:08.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Opini'/><title type='text'>Kesadaran Sosial, Dari Ilmiah Hingga Amaliah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Wahai orang-orang yang beriman,  kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar  kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu  kerjakan. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya  dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan  yang tersusun kokoh. (As-Shaff 2-4)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia adalah makhluk sosial. Apakah  kita suka atau tidak, hampir semua yang kita lakukan dalam kehidupan  kita berkaitan dengan orang lain. Sedikit sekali yang kita lakukan benar  – benar soliter dan sangat jarang kesempatan kita benar – benar hanya  sendirian. Jadi, kajian mengenai bagaimana kita dapat berinteraksi satu  sama lain, dan apa yang terjadi ketika kita berinteraksi adalah salah  satu ikhwal paling menarik dalam kehidupan manusia. Cukup aneh  barangkali, belum terlalu lama berselang sejak kira – kira permulaan  abad ke-19 dan seterusnya suatu minat khusus dalam aspek sosial  keberasaan manusia yang instristik ini digarap secara serius. Sebelum  masa itu, dan bahkan setelah itu, lapangan minat lain mendominasi  analisis kehidupan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara natural, kita mengetahui bahwa manusia mengalami fase  secara alamiah mulai dari kehidupan didalam rahim ibu hingga dapat  tumbuh dan berkembang saat berada di dunia dan secara alamiah pula  manusia akan mati menuju kehidupan selanjutnya untuk mempertanggung  jawabkan apa yang telah diperbuat selama ada di dunia. Sedangkan  eksplanasi individualistic mendorong dibangunnya generalisasi besar  mengenai perilaku yang pasti itu. Dari sudut pandang ini kita semua  adalah “individual” dan “berbeda”. Dengan demikian eksplanasi mengenai  perilaku manusia akhirnya harus terletak pada kualitas psikologis yang  khusus dan unik dari individu. Teori – teori sosiologi memiliki posisi  kontras yang langsung dengan pendekatan – pendekatan “non-sosial” ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran Sosial Harus Dimulai Dari Pendekatan Ilmiah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat  biasa juga disebut lingkungan sosial. Karena didalamnya terdapat  kegiatan interaksi satu sama lain. Hal ini merupaka fakta yang tak dapat  dipungkiri bahwa sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup  sendiri dan memerlukan manusia lainnya untuk interaksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara etimologis, kata “masyarakat”  salam bahasa Indonesia berasal dari bahasa arab: syarikah, musyarakah  yang artinya saling bersekutu, berkelompok, berhimpun dan bersama.  Menurut sidi gazalba (1976:1), kata salam syarikah itu tersimpul  unsur-unsur pengertian yang berhubungan denganpembentukan suatu  kelompok, golongan atau perkumpulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, yang perlu menjadi perhatian  bersama bahwa konsep interaksi sosial (muamalah) sudah tergambar jelas  secara konseptual dalam berbagai literatur yang kita temukan, baik dari  peraturan perundang- undangan Negara, Agama dan adat kultural. Namun  tentunya konsep ideal yang digambarkan secara jelas dari ketiga sumber  hukum tersebut seringkali terdistorsi oleh para pelaku sosial. Semua  agama yang ada dan diakui di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya,  hampir secara keseluruhan mengajarkan dan memberikan rambu-rambu kepada  para pemeluknya untuk hidup dalam toleransi dan saling menghargai antar  pemeluk agama lainya. Sejalan dengan itu, secara konseptual semua  ajaran agama, peraturan perundang-undangan dan peraturan adat sudah  merujuk kepada konsep masyarakat ideal namun aplikasinya jarang sekali  sesuai dengan konsep awal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbicara masyarakat ideal, tentunya  tidak terlepas dari konsep yang diajarkan rasulullah saw dalam membina  masyarakat madani antara kaum muhajirin dan anshar. Secara ilmiah,  konsep masyarakat ideal (dalam literatur muhammadiyah disebut MIYS atau  masyarakat islam yang sebenar-benarnya) dapat diketahui beberapa  indikator sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Umat yang beriman, bertakwa, menjalankan ajaran islam secara kaffah,  berpegang teguh kepada tali agama Allah, bersatu hati dan menegakan  persaudaraan islam itulah yang disebut dalam Al-quran sebagai umat yang  terselamatkan dari jurang neraka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umat terbaik atau pilihan. Dalam indikator ini terdapat aktivitas  masyarakat yang sangat melekat yaitu amar ma’ruf nahi munkar, berdakwah  mengajak kepada orang lain untuk mengikuti petunjuk agama yang telah  diajarkan Allah melalui para nabinya khususnya Nabi Muhammad saw dan  melarang akan kemunkaran dengan fase pertama melawan dengan kekuatan,  lisan dan do’a.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umat yang hidup teratur, mempunyai tujuan dan aturan main  berkelompok untuk mewujudkan suatu tujuan. Nabi Muhammad saw menkiaskan  karakteristik ini dengan dua dua ugkapa yaitu ungkapan bahwa umat islam  itu “Alwaahidul kal bunyan” dan “Kal Asaad”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umat yang saling mengasihi, tidak keras kepala, pemaaf, mempunyai  dan mengembangkan tradisi musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan  melibatkan Allah dalam segala aktivitas dengan keyakinan bahwa Allah  akan memberikan yang terbaik dan maslahat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umat yang berjiwa ‘izzah (percaya diri) terhadap siapapun, termasuk  yang tidak se-akidah dan se-iman sekalipun serta selalu mengharapkan  ridha allah dari apa yang diusahakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umat yang moderat dan teladan, tidak ke kiri dan ke kanan, tidak pula kaku dan tidak pula permisif dalam menjalankan syariah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa indicator diatas menyimpulakn  bahwa islam yang sebenar benarnya menurut al-quran adalah umat islam  yang benar-benar melaksanakan (menegakan dan menjunjung tinggi) ajaran  islam dalam seluruh aspeknya (aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah  duniawiyah). Aplikasi sosial tidak boleh dilakukan coba-coba dan tanpa  konsep yang jelas karena akan mengakibatkan gerakan sosial yang hanya  hangat sementara dan setelah itu ditelan kejamnya persaingan akibat efek  kapitalisme yang menyerang sendi-sendi kehidupan mulai dari penyerangan  terhadap pemikiran, gaya hidup hingga budaya. Gerakan sosial perlu  dibuat perencanaan blue print yang matang dan tidak dilakukan secara  instan serta membutuhkan waktu yang cukup lama dari ilmiah ke amaliah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Korelasi Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai  aktualisasi masyarakat sosial yang ideal, tentunya diperlukan  pendekatan yang secara konseptual dan operasional memiliki kesinambungan  dengan kerangka aktualisasi konsep masyarakat sosial ideal dan relevan  dengan kehidupan sekarang. Berikut ini merupakan upaya mewujudkan  masyarakat sosial ideal yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan  melalui lima dimensi, antara lain;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Relevansi gerakan kontemporer&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam  menyelaraskan gerakan sosial tentunya harus disesuaikan dengan kultur  budaya yang berlaku pada daerah atau kawasan tertentu, sehinggatimbul  kearifan local.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lembaga dan kepemimpinan yang dapat memberdayakan masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk  mewujudkan gerakan sosial yang lebih terarah, tentunya perlu adanya  suatu lembaga yang mewadahi pergerakan agar lebih terstruktur dan  administratif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Network internal dan eksternal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jejaring  sosial mulai merambah dari dunia maya hingga dunia maya sehingga benar  kata pepatah, kesuksesan seseorang bukan hanya ditentukan oleh  profesionalitas dan keberuntungannya tapi dibantu dengan penguasaan  jaringan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sumber daya &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep  (planning) tanpa adanya sumber daya memadai tentunya seperti  menyerahkan suatu hal kepada bukan ahlinya dan tinggal menunggu  kehancurannya. Seperti itu pula andai gerakan sosial tidak di handle  oleh kalangan memadai (professional) maka realisasi dari apa yang  dicanangkan tidak akan relevan dengan konsep awal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Aksi dan pelayanan yang dapat dinikmati masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat  adalah mitra dan sewaktu waktu seringkali&amp;nbsp; menjadi raja. Mungkin itulah  yang tergambar bahwa gerakan sosial harus menjadikan masyarakat sebagai  satu objek penting untuk amal ilmiah. Karenanya tidak heran manakala  banyak sekali pemikiran pemikiran ilmu sosial agar bagaimana mendapatkan  masyarakat ideal pada satu kurun waktu tertentu dan dapat diadopsi  mainstream pada era berikutnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kosmopolitan Islam: Berkiprah Dalam Era Multiperadaban&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti  apa yang telah menjadi warning kepada manusia beriman dalam surat  Ash-shaff ayat 2-4, bahwa manusia beriman bukanlah yang pandai  bertuturkata tanpa realita. Ketika hal tersebut terjadi maka amat  besarlah kebencian Allah kepada orang yang hanya terus berbicara tanpa  ada bukti apapun. Secara konseptual, Islam telah menggariskan aspek  kehidupan 1431 tahun yang lalu pada era nabi Muhammad saw. Jelaslah  bahwa ajaran tersebut tidak pernah kadaluwarsa dan lapuk dimakan sejarah  kemanusian, namun selalu relevan dengan era peradaban apapun karena  kehadiran islam sebagai rahmatan lil alamin juga sebagai penyempurna  ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umat islam pada khususnya sangat  dituntut untuk terus berkiprah dan memberikan pencitraan yang baik  kepada peradaban. Sampai saat ini, umat islam masih terlena dengan  kejayaan di masa kekhalifahan pasca kerasulan Muhammad saw dan menurut  sejarah mulai mengalami kemunduran ketika perang salib berkecamuk.  Ironisnya, umat islam yang masih berparadigma anti western selalu  mencibir manakala ada penemuan yang di riset oleh mereka dengan  mengatakan bahwa itu semua sudah ada di islam dahulu. Memang tidak dapat  dibantah kebenarannya akan hal tersebut, namun yang menjadi urgensi  sekarang adalah kiprah sebenarnya umat islam pada era multiperadaban.  Bukan lagi mencibir dan mengatakan bahwa bangsa barat mengadopsi  habis-habisan literature islam pasca perang salib lagi, melainkan  eksplorasi pengetahuan menjadikan keberadaannya lebih berarti bagi  manusia lainnya. Bukannya rasul sendiri telah bersabda bahwa  “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari surat ash-shaff ayat ke-4 sangat  jelas dikatakan bahwa idealnya masyarakat adalah yang berperang di jalan  Allah dengan penuh kesatuan sehingga diasumsikan bangunan yang berdiri  kokoh. Perang uhud pada zaman rasul sangatlah jelas bahwa ketamakan,  individualism dan percerai beraian mengantarkan kekalahan yang luar  biasa dengan gugurnya banyak syuhada. Begitupun kiprah umat islam pada  era multiperadaban sekarang, masih terdapatnya dikotomi yang  mengkotak-kotakan satu sama lain merupakan satu kelemahan yang mudah  dipatahkan oleh musuh-musuih islam. Namun “berperang” di jalan Allah  memiliki banyak pengertian terminology. Jangan sampai lagi ada salah  tafsir perihal berperang dan yang pasti jika hal tersebut benar-benar  disalah tafsirkan, reinkarnasi Noor Din M Top akan bermunculan layaknya  hilang satu tumbuh seribu. Umat islam harus saling mengingatkan satu  sama lain bahwa ikatan fi hablillahi (pada tali agama Allah) sangatlah  penting dan merupakan harga mati untuk memberikan makna pada peradaban  apakah sejarah umat islam ke depan akan ditulis dengan tinta emas  ataukah darah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentunya kesemuanya itu Allah lah yang  mengatur, terpenting dari konsep yang digariskan islam merupakan konsep  ideal menuju kesadaran dan gerakan sosial. Tinggal dikembalikan kepada  personal islam dalam menjalankan konsep tersebut dengan  setengah-setengah atau secara optimal demi kiprah islam dalam memberikan  warna dakwah pada era sekarang dan selanjutnya. Wallahu a’lam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Daftar Bacaan:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Al-Quran dan Terjemahnya Departmen Agama Republik Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia Departmen Pendidikan Republik Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mitsuo Nakamura, et al. Muhammadiyah Menjemput Perubahan, PT. Kompas Media Nusantara, Jakarta 2005&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pip Jones, Pengantar Teori-Teori Sosial, Dari Teori Fungsionalisme Hingga Post-Modernisme. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta 2009&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim Penyusun sumbangan pemikiran, masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Civil Islamic institute, Jakarta 2009&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim penyunting, Rekonstruksi Gerakan Muhammadiyah Pada Era Multiperadaban, UII Press, Yogyakarta 2000&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;artikel ini di publish juga di website BEM STIE Ahmad Dahlan Jakarta | &lt;a href="http://bemstiead.com/kolom/66-kesadaran-sosial-dari-ilmiah-hingga-amaliah.html"&gt;follow this link&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;@ com_net Depok Jumat, &lt;u&gt;26 Ramadhan 1432 H&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;26 Agustus 2011 M&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-8133310383547482548?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/8133310383547482548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/kesadaran-sosial-dari-ilmiah-hingga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8133310383547482548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/8133310383547482548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/kesadaran-sosial-dari-ilmiah-hingga.html' title='Kesadaran Sosial, Dari Ilmiah Hingga Amaliah'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-3508423393751442005</id><published>2011-08-25T10:53:00.003+07:00</published><updated>2011-08-25T11:05:21.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Belikan Aku Bahagia</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Berapa jumlah kita?!” “SATUUUUU!!!!!” terdengar sayup – sayup suara serak orator parlemen jalanan di corong megaphone ketika aku melintas di depan gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Aku merasa agak kesal juga dengan aksi Mahasiswa yang menuntut agar KPK segera menuntaskan kasus – kasus korupsi kelas kakap yang menggerogoti Negeri ini. Mobil Kopaja P20 Trayek Lebak Bulus – Senen ini tertahan beberapa lama oleh pengalihan jalan. Tubuhku dan penumpang di Kopaja yang aku tumpangi sudah bermandikan keringat karena hari sedang terik. Mahasiswa yang Orasi tak pernah berhenti meneriakan suara lantang dengan retorika khas politisi jalanan yang Idealis dan mengharapkan perubahan negeri para keparat ini.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberpa kali pedagang asongan turun naik ke mobil yang aku tumpangi dan menawarkan tissue, air mineral, cotton bud, cepitan kuku sampai peniti made in China. Sambil melamun di Kopaja P20 yang lebih mirip kaleng sarden karena jalanan macet total karena jumlah masa yang turun ke jalan begitu banyak, aku menyimak retorika dan tuntutan Mahasiswa yang &amp;nbsp;diteriakan melalui moncong Megaphone. &amp;nbsp;“kawan – kawan, apakah kalian panas?!” teriak mahasiswi yang mengatasnamakan dari Aliansi Mahasiswa Sadar bangsa. “Tidaaaak!!!!” jawab banyak mahasiswa lain tak mau kalah dan tetap saling membakar semangat. “kita disini adalah aksi damai untuk memberikan dukungan kepada Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut dan mengadili seluruh koruptor yang ada di negeri ini!” lantangnya suara mahasiswi ini, bagus juga nih kalau aku jadikan pacar atau istri, pasti tegas dalam mengurusi Rumh Tangga dan pasti juga bisa ngedidik anak dengan baik, tiba – tiba saja pemikiran itu terlintas di benaku. Namun aku segera tersadar, siapa aku? Aku hanyalah pengangguran kelas kakap yang tidak punya modal keberanian. Jangankan untuk menikahi seorang aktivis yang sudah berjibaku dengan dinamika politik, untuk kebutuhan primer sehari – haripun, seringkali harus menghutang nasi bungkus dari waruh Mba Onah karena jarang punya uang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jalanan masih macet total dan sopir kopaja kaleng sarden ini lebih memilih mematikan mesinnya guna menghemat bahan bakar yang harganya semakin mencekik lehernya. Saat sopir mematikan mesin, terdengar suara berderit kencang dari bawah mobil &amp;nbsp;seperti membuka pintu besi yang sudah berkarat. Aku yakin, mobil tua dan jelek ini, sudah sangat ingin istirahat karena merasa lelah selalu dipaksa melalui jalanan berdebu dan macet dan juga merasa dipaksa harus minum cairan bensin yang harga belinya membuat seluruh rakyat Indonesia harus gigit jari karena selalu mendapatkan kado kejutan kenaikan BBM, kecuali Pejabat dan Presiden RI dan jajarannya serta DPR sebagai pembuat kebijakan yang tidak pernah gigit jari, malah asik tidur di ruangan mewah dan sekali – kali keluar untuk mengontrol koalisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kembali aku dengar orasi dari mahasiswa lain dan tuntutannya hampir sama yaitu Menuntut KPK agar segera melakukan gerakan massif dalam memberantas korupsi. Aku sempat menegakan telinga ketika aku mendengar orasi politik dari Mahasiswa berjaket Hijau entah dari kampus mana, namun yang pasti ada logo matahari seperti pernah aku lihat di film sang pencerah waktu Seabad Persyarikatan Muhammadiyah. “kita sebagai bangsa Indonesia yang telah lelah dibohongi para elit politik yang mengatasnamakan rakyat. Bagi kami para mahasiswa agent of change punya tanggung jawab yang sangat besar dalam menjalin hubungan dengan para pembuat kebijakan. Kami akan menjadi mitra strategis dan mitra kritis. Mahasiswa akan menjadi mitra strategis ketika ada kebijakan yang benar – benar pro dengan hajat hidup Rakyat Indonesia. Kami akan mendukung kebijakan pemerintah yang memang benar – benar dikhidmatkan untuk rakyat. Namun, kami akan menjadi mitra kritis ketika kebijakan dari pemerintah malah menyengsarakan rakyat, menaikan Harga BBM, Harga sembako dan biaya – biaya dasar yang menjadi pelangsung kehidupan rakyat. Bahagiakah kaliah wahai pemerintah? Bahagiakah kalian ketika melihat rakyat Kalian mati kelaparan?!”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sampai pada kalimat ini, aku tertegun dan berpikir keras tentang kata akhir dari orasi mahasiswa jaket hijau tadi. Ia menyebut bahagia dan kebahagiaan. Kata sederhana yang membuat seluruh manusia menemukannya dengan berbagai cara. Mulai dari cara halus, sopan sampai cara menjijikan untuk ditalar dengan akal sehat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku mencoba memahami kata bahagia ini seperti apa. Aku mempunya thesis sederhana bahwa, bahagia itu bukan hal yang dapat dibeli dengan materi. Aku ada keyakinan dengan thesis ini, karena aku melihat langsung kejadian di lapangan. Mahasiswa rela berpanas – panas dan menyuarakan aksi menuntut penyelesaian kasus korupsi yang mendera negeri ini, mereka mencari kebijakan pemerintah yang akan membuat semua orang bahagia. Aku melihat dari sisi yang berbeda dari beberapa elemen masyarakat yang menganggap bahwa Aksi turun ke jalan malah menyengsarakan banyak pihak. Namun aku yakin seyakin yakinnya, turun ke jalan dan berteriak lantang agar di dengar pemerintah bukan untuk menyusahkan rakyat, namun untuk menuntut kebijaksanaan pemerintah yang pro rakyat dan nantinya akan memberikan kebahagiaan kepada seluruh bangsa Indonesia seperti yang diteriakan oleh orator tadi. Aku sempat tersenyum kecut dengan timing pencapaian kebahagiaan bagi seluruh bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke. Bahagia berarti makmur. Itulah thesisku, barometer makmur itu tak perlu punya pesawat, kendaraan atau apapun, makmur itu cukup dengan bahagia. Toh ketika aku bermain ke daerah kali manggarai, masih terdengar tawa dan canda dari para penghuni kolong jembatan diatas kali yang bau. Mungkinkah mereka tertawa untuk menertawakan nasibnya sendiri? Entahlah aku tak tahu, Tanya saja ke mereka, yang pasti aku meyakini ketika manusia merasa bahagia berarti ia sudah makmur. Terserah harta yang dimilikinya berapa jumlahnya atau bahkan ga punya sama sekali sama seperti diriku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mendengar teriakan – teriakan orator di depan gedung KPK, aku merasa mendapat pencerahan dalam mobil rongsok tua yang akan mengantarkanku ke pasar senen guna membeli pakaian impor bekas untuk digunakan sehari – hari. karena aku tak punya cukup uang untuk berbelanja ke Ramayana atau selainnya, maka alternative terakhir adalah, aku membeli pakaian impor bekas yang sekiranya cocok dengan ukuran tubuhku yang dibawah rata – rata tinggi badan laki – laki orang Indonesia pada umumnya, dan disamping itu pula, cocok dengan keadaan uang di kantongku. Karena menurut informasi pula, harga pakaian impor bekas di pasar senen itu, mulai dari harga Rp.15.000 keatas. Aaahhh inilah saatnya untuk mengganti pakaianku yang sudah kumal dan lusuh ini dari uang yang kudapat dari upah mencuci mangkok di mie ayam mas Diran tetanggaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu timbul pertanyaan konyol di benaku, apakah aku bahagia ketika mengkonsumsi pakaian impor bekas? Sulit kulukiskan. Jelas aku tidak bahagia karena tidak trend dan jelas sangat kuper. Benar kan thesisku, kalau manusia sudah bahagia, maka tidak ada lagi keluh kesah seperti teriakan mahasiswa orator dan diriku yang terjebak di ranah kemiskinan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perlahan – lahan jalan yang dilalui mobil kopaja yang aku naiki dari lebak bulus pun mulai bergerak. Ratusan masa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Anti Korupsi pun membubarkan diri tanpa adanya kerusuhan yang berarti. Dalam jiwaku timbul berjuta Tanya tentang seperti apakah konsep manusia untuk mencapai bahagianya. Andai saja kebahagiaan itu dapat dibeli, maka tolonglah diriku satu hal, tolong belikan aku Bahagia karena aku tak sanggup membelinya. Tiba – tiba HP 3315 ku bordering keras tit tit-tit tit dan membuat hamper seisi penumpang mobil butut ini menoleh kepadaku karena mungkin merasa aneh, jaman sudah canggih dengan banyaknya serbuan handphone dual sim – tiga kartu sampai empat kartu di pasaran hasil dari otak nguliknya bangsa china, tapi aku laki – laki yang jelang masuk usia 23 masih menggenggam handphone yang lebih layak disebut duplikat lontong karena bentuknya yang besar dengan fungsi terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku melihat di layar ada tulisan “1 message received” kemudian aku buka sms itu dan berharap ada balasan dari sms undian yang aku ikuti di Televisi yang kutonton di warung mas Diran sambil cuci piring. Isi SMS itu sempat membuatku kaget. “udin, kamu mau kemana? Jangan sampe ikut aksi mahasiswa ya, ema takut kamu kenapa-napa, tadi ema liat wajah kamu di berita lagi naik mobil warna hijau.” Sender : emaku tersayang. Received: 01 desember 2009 Time: 13.06.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu aku menekan tombol opsi dan memilih menu reply “ udin mau ke pasar senen ma, mau beli baju. Salin di kontrakan udah pada jelek. Ema sehat?”. Lalu terdengar nada sms terkirim. Lama kutunggu sampai aku tiba di pasar senen, ema di kampung tidak membalasnya. Aku tak bahagia karena ingin telp ema sayangnya pulsaku tak cukup. Aku mengutuki diriku, mengutuki presiden yang banyak janji jelang pilpres beberapa bulan lalu, mengutuki DPR yang hanya tidur ketika membuat Undang – undang dan malah menghabiskan uang rakyat untuk maksud yang tidak perlu. Aku mengutuki kemiskinan dan aku mengutuki ketidakbahagiaan. Tolonglah aku, tolonglah aku belikan kebahagiaan, tak mampu aku membelinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;25 Agustus 2011 10:49 @com_net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-3508423393751442005?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/3508423393751442005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/belikan-aku-bahagia-tak-mampu-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3508423393751442005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/3508423393751442005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/belikan-aku-bahagia-tak-mampu-aku.html' title='Belikan Aku Bahagia'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-194529009293180121</id><published>2011-08-24T01:54:00.001+07:00</published><updated>2011-08-24T01:56:00.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Opini'/><title type='text'>Menuju Kearifan Lokal</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak ragam cara manusia untuk mempertahankan kehidupannya. Dominant dari keseluruhan manusia, untuk mempertahankan eksistensinya adalah dengan penguatan pada sector ekonomi. Seiring perjalanan waktu, pemahaman manusia akan konsepsi perekonomian semakin mengalami perubahan yang melahirkan evolusi ekonomi. Hingga dikenalah ekonomi dengan sisipan dibelakangnya, seperti ekonomi capital, neo liberal, kerakyatan, syariah dll. Karena ekonomi bukan merupakan ilmu pasti, maka ilmu ini terus mengalami penyempurnaan-penyempurnaan yang disesuaikan dengan era dimana manusia tersebut tinggal. Hanya saja ada satu dilemma yang menjadikan berubahnya tatanan kehidupan dengan adanya pemaksaan – pemaksaan yang dilakukan oleh satu faham ekonomi guna diterapkan di daerah ataupun zona lain. Padahal jika kita fahami benar, konsepsi ekonomi belahan bumi utara belum tentu relevan dengan konsepsi ekonomi belahan bumi selatan. Begitupun sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang menjadi titik permasalahan yang menyebabkan Indonesia yang sudah lebih dari setengah abad masa kemerdekaannya? Penulis mencoba untuk mejabarkan singkat terlebih dahulu empat teori ekonomi yang selama ini mendominasi kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemahaman madzhab ekonomi&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Liberalisme dan Neo Liberal&lt;br /&gt;a. Madzhab Kapitalisme&lt;br /&gt;Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan Perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti Tanah dan Manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karena faham kapitalisme beranggapan untuk mendapatkan kekayaan berupa modal tersebut harus didapat dari bahan baku terlebih dahulu, maka timbulah anggapan bahwa perlu adanya eksplorasi sumber daya. Sayangnya mereka berfikiran bahwa sumber daya yang ada itu terbatas sedangkan kebutuhan tidak terbatas. Akibatnya, faham ini terus menerus mengeruk sumber daya dan mengakibatkan kesenjangan ekologi dengan hancurnya ekosistem dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Paham Neoliberalisme &lt;br /&gt;Neoliberalisme&amp;nbsp; yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan, sebenarnya merupakan redefinisi dan kelanjutan dari liberalisme klasik yang dipengaruhi oleh teori perekonomian neoklasik yang mengurangi atau menolak penghambatan oleh pemerintah dalam ekonomi domestik karena akan mengarah pada penciptaan Distorsi dan High Cost Economy yang kemudian akan berujung pada tindakan koruptif. Paham ini memfokuskan pada pasar bebas dan perdagangan bebas merobohkan hambatan untuk perdagangan internasional dan investasi agar semua negara bisa mendapatkan keuntungan dari meningkatkan standar hidup masyarakat atau rakyat sebuah negara dan modernisasi melalui peningkatan efisiensi perdagangan dan mengalirnya investasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme secara umum berkaitan dengan tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel pengelolaan perdagangan seperti WTO dan Bank Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang pemerintahan sampai titik minimum. Neoliberalisme melalui ekonomi pasar bebas berhasil menekan intervensi pemerintah (seperti paham Keynesianisme), dan melangkah sukses dalam pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Untuk meningkatkan efisiensi korporasi, neoliberalisme berusaha keras untuk menolak atau mengurangi kebijakan hak-hak buruh seperti upah minimum, dan hak-hak daya tawar kolektif lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme bertolakbelakang dengan sosialisme, proteksionisme, dan environmentalisme. Secara domestik, ini tidak langsung berlawanan secara prinsip dengan poteksionisme, tetapi terkadang menggunakan ini sebagai alat tawar untuk membujuk negara lain untuk membuka pasarnya. Neoliberalisme sering menjadi rintangan bagi perdagangan adil dan gerakan lainnya yang mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial yang seharusnya menjadi prioritas terbesar dalam hubungan internasional dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum liberal, pada awalnya kapitalisme dianggap menyimbolkan kemajuan pesat eksistensi masyarakat berdasarkan seluruh capaian yg telah berhasil diraih. Bagi mereka, masyarakat pra-kapitalis adalah masyarakat feodal yang penduduknya ditindas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi John Locke, filsuf abad 18, kaum liberal ini adalah orang-orang yg memiliki hak untuk 'hidup, merdeka, dan sejahtera'. Orang-rang yang bebas bekerja, bebas mengambil kesempatan apapun, bebas mengambil keuntungan apapun, termasuk dalam kebebasan untuk 'hancur', bebas hidup tanpa tempat tinggal, bebas hidup tanpa pekerjaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kapitalisme membanggakan kebebasan seperti ini sebagai hakikat dari penciptaannya. dan dalam perjalanannya, kapitalisme selalu menyesuaikan dan menjaga kebebasan tersebut. Misalnya masalah upah pekerja, menurut konsepsi kapitalis, semua keputusan pemerintah atau tuntutan publik adalah tidak relevan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian paham yang terbentuk bagi kaum liberal adalah kebebasan, berarti: ada sejumlah orang yang akan menang dan sejumlah orang yg akan kalah. Kemenangan dan kekalahan ini terjadi karena persaingan. Apakah anda bernilai bagi orang lain, ataukah orang lain akan dengan senang hati memberi sesuatu kepada anda. Sehingga kebebasan akan diartikan sebagai memiliki hak-hak dan mampu menggunakan hak-hak tsb dengan memperkecil turut campur nya aturan pihak lain. "kita berhak menjalankan kehidupan sendiri"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Madzhab Sosialisme&lt;br /&gt;Secara harfiah, faham ini merupakan kebalikan dari definisi kapitalis. Jika kapitalis menganggap bahwa kebutuhan manusia itu tidak terbatas sedangkan sumber daya terbatas yang mengakibatkan ekplorasi dan menyebabkan kesenjangan ekologi, lain halnya dengan sosialis, justru madzhab ini beranggapan bahwa kebutuhan manusia itu terbatas dan sumber daya alam tidak terbatas (melimpah ruah). Namun kelemahan dari faham ini adalah ketiadaannya usaha untuk mengeksplorasi sumber daya dan mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi terhambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Madzhab kerakyatan &lt;br /&gt;Pemahaman madzhab ini timbul disebabkan dari adanya kritik terhadap madzhab kapitalis dan sosialis. Perekonomian diserahkan kepada rakyat, namun ada juga kesenjangan yang terjadi. Ketiadaan pemerataan dan lebih mengedepankan pembangunan yang menjadi permasalahan utama. Idealnya, jika&amp;nbsp; diserahkan kepada rakyat, maka perlu ditinjau ulang seperti apakah hakikat kultur rakyat. Sebab tidak semua rakyat dapat melakukan kegiatan ekonomi. Jiaklau ada pemerataan terelbih dahulu, tentunya setelah penyeragaman akan mulai terlihat pembangunan sama rata. Tidak seperti fakta sekarang, pembangunan lebih terkonsetrasi di perkotaan, sehingga menimbulkan keterlambatan di pedesaan dan mengakibatkan urbanisasi dalam jumlah besar dengan segmentasi bahwa di perkotaan lebih menjanjikan. Akibatnya terjadi pula kesenjangan social di perkotaan sebagai akibat dari ketidak merataannya lapangan kerja dan tempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; madzhab ekonomi syariah&lt;br /&gt;Faham ini muncul sebagai jawaban atas konvensionalisme. Dengan membawa nilai-nilai religiusitas, ekonomi syariah (ekonomi islam) mencoba menawarkan konsep ber-ekonomi menurut konsepsi islam. Realitanya, madzhab ini sebagai filter dari system yang dianut oleh konvensionalisme. Namun ada satu kegamangan, apakah madzhab ini akan dapat diterima di zona dominant non-islam? Tentu perlu ada pemikiran sampai jauh kesana. Tentunya jika ingin memulai menyeragamkan atau mempromosikan suatu hal, dipastikan harusmengetahui terlebuh dahulu kebutuhan dan kultur budaya masing-masing daerah. Hingga jika hal tersebut dibiarkan, maka akan terjadi lagi kesenjangan pembangunan sebagai wujud ketidak mampuan pemerataan penerapan faham suatu madzhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Neo-Liberal dan Dampak terhadap Ketidak berdayaan Indonesia&lt;br /&gt;Ketidak berdayaan Indonesia untuk memperbaiki tatanan ketata negaraan dikarenakan pemaksaan sebuah system westernisasi yang mulai menjadi syndrome dalam setiap individu masyarakat. Sepintas, westernisasi/baratisme memang terlihad dari cover luar sebagai kemajuan. Namun kembali kepada penyebab ketidak berdayaan Indonesia mengembaklikan citra diri yaitu pemaksaan westernisasi, maka hal tersebut bukan sebuah kemajuan melainkan sebuah kemunduran dan bahkan sebuah keterpurukan bagi wilayah bumi timur, dan bagi Indonesia khususnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Westernisasi &lt;br /&gt;Bagaimana tidak dikatakan keterpurukan, neo-liberal memaksa setiap individu untuk mencontoh semua hal yang ada di barat. Mulai dari lifestyle, terlihat jelas kalangan ekonomi menengah kebawah di Indonesia, lebih baik terlihat mengikuti trend daripada dibilang sebagai orang kuper/desa. Padahal timur, yang syarat dengan kekeluargaan dan humanitas, tentunya tidak dapat relevan dengan budaya lifestyle yang dipaksakan westrnisasi. Metode segmentasi dan target dari pemaksaan lifestyle terlihat dari pemilihan miss universe. Semua Negara dilibatkan dalam ajang kontes tersebut. Padahal jika dikembalikan kepada budaya masing – masing Negara, tentunya kesemuanya itu sangat tidak relevan dengan gaya yang diterapkan pada pemenangan miss universe tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja memaksa pada lifestyle saja, neo-liberalisme pun melakukan pemaksaan pada pola konsumsi dunia. Satu contoh adalah MC Donalisme yang dirintis oleh master plan ketergantungan, ini merupakan proyek akbar membuat dependent terhadap barat. Segmentasinya adalah mengenalkan makanan cepat saji dan gaya ataupun gengsi konsumsi. Targetnya kepada mereka (penduduk local dan urban) yang lebih mengedepankan membeli tempat daripada membeli makan. Lain dari itu, target ditujukan kepada mereka yang lebih menyukai modernisasi tanpa takar ulang dan kalangan ini sangat banyak terdapat di Indonesia. Akibatnya, penjualan konsumsi local akan terpinggirkan dan didominasi oleh baratisme yang menggerogoti semua lini kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ekonomi, neoliberal pun tak kalah diterapkan dan dilanggngkan hingga menjadi positioning setelah segmentasi dan targeting. Pola konsumtif lagi-lagi diperkenalkan dan di kristalisasi kepada seluruh penduduk yang mendominasi bumi. Credit card, IMF, World Bank dan lainnya, kesemuanya itu merupakan instrument yang dirancang guna melanggengkan neo-liberal tersebut. Segmentasi pola konsumtif yang diterapkan faham neoliberal adalah meyakinkan bagaimana konsumen yakin dengan adanya pemudahan – pemudahan pinjaman dengan bunga rendah, maka menciptakan pemahaman mereka terhadap IMF, World Bank, Credit Bank, KPR dll merupakan malaikat penolong bagi kehidupan. Targeting dari segmentasinya adalah konsumen (termasuk Negara-negara) yang sedang berkembang. Tentunya Negara berkembang sangat membutuhkan suntukan dana guna pembangunan sector riil. Disisi lain, politik dari kucuran dana instrument kapitalis tersebut adalah menjadikan keberadaannya menjadi langgeng tanpa adanya pesaing/competitor. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rasionalnya adalah, jika hutang jangka panjang dikucurkan dari Negara maju yang memiliki instrument capital kepada Negara berkembang, akan terjadi satu pemecahan focus Negara berkembang. Bukan memikirkan pola pembangunan yang merata demi kemajuan negaranya, melainkan akan terbentur dengan kepentingan – kepentingan sejumlah kelompok di internal dan parahnya lagi, terbentur pula dengan pembayaran bunga hutang dan hutang pokokyang harus dibayarkan kepada instrument kapitalisme. Internal tentunya merupakan sifat dasar manusia yang akan menggerogoti kekayaan karena merasa selama ini kehidupannya belum layak. Maka akan lebih layak dan sejahtera jika melakukan korupsi. Eksternal, akan terus diintervensi oleh pihak asing akan hutang dan bungan hutang yang harus dibayarkan tepat waktu. Seyogyanya ada satu pemimpin yang berani melakukan permohonan penundaan poembayaran hutang luar negeri dalam jangka waktu beberapa tahun, namun kesemuanya itu selalu terbentur dengan gengsi dan rasa besar kepala seorang pemimpin bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hingga Indonesia akan terus mengalami kemandegan pembangunan manakala masih dependen terhadap kebijakan hutang luar negeri dan positioning westernisasi yang sedang menjadi sindrom individu masyarakat. Satu ironisasi bahwa hutang ke IMF telah terlunasi oleh Indonesia, padahal dana untuk menutupi utang ke IMF adalah hasil dari penjualannobligasi kepada swasta dengan prosentase bunga 16%. Padahal prosentase untuk dunia usaha kisarannya adalah 9-10%, tak dapat dibayangkan jika nasib Indonesia dipegang oleh korporasi usaha. Memang buruk ketika Indonesia dijajah belanda (oleh Negara) namun lebih sangat buruk lagi jika dipegang oleh korporasi ataupun perseorangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Developmentalisme&lt;br /&gt;Selain westernisasi, factor penghambat kemajuan Indonesia adalah developmentalisme yang tidak terarah. developmentalisme, motifnya ekonomi juga yaitu growth-mania. Sindrom yang telah memaksa semua negara (terutama dunia ketiga) untuk memacu pertumbuhan dan pembangunan melalui eksploitasi sumber daya alam secara massif dan habis-habisan tanpa usaha konservasi yang seimbang. Alam dipandang sebagai energi dan objek yang seolah tidak terbatas.&lt;br /&gt;Krisis ekologi adalah suatu kondisi dimana buruknya lingkungan hidup (manusia dan alam) yang diakibatkan oleh tindakan manipulatif-eksploitatif manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya di setiap aras ekosistem mikro-meso-makro di seluruh antero bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk krisis ekologi yang nyata diantaranya (Dharmawan, 2009); a) Kelangkaan sumber pangan yang mengakibatkan bencana kelaparan dan gizi buruk; b) Kelangkaan sumber energi yang semakin serius; c) Buruknya kualitas kehidupan akibat polusi dan ledakan penduduk; d) Eskalasi erosi, banjir, longsor akibat ekspansi manusia hingga ke kawasan rawan bencana; e) Biodiversity loss akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan; f) Kriminalitas, perilaku menyimpang, dan munculnya masalah sosial lainnya akibat tingginya kompetisi karena terbatasnya ruang kehidupan yang memadai bagi kehidupan lestasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekologi dari dialektika antara Ekonomi vs Ekologi. Penulis memandang bahwa penyumbang terbesar bagi krisis ekologi adalah perilaku ekonomi (yang bermula dari corak pemikiran) dalam memaknai ilmu ekonomi itu sendiri. Madzhab Pertama, Madzhab Ekonomi Konvensional (Barat) bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Kedua, Madzhab Kritis (sebagai kritik terhadap Barat) bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang terbatas dengan sumber daya yang tidak terbatas. Kedua pemahaman tersebut berimplikasi pada perilaku manipulatif dan ekspolitatif terhadap alam karena ideologi yang dianutnya Profit-maximizing economy. Pandangan bahwa kebutuhan itu tidak terbatas berakibat pada rakusnya manusia serta menghalakan segala cara dalam pemenuhan kebutuhannya. Anggapan bahwa sumber daya itu tidak terbatas juga berakibat fatal, karena selalu ingin ”mengeruk” tanpa ”menanam”. Oleh karena itu, pandangan dan perilaku ekonomi harus berubah, harus pro-lingkungan. ”Apa gunanya kaya raya, jika berasal dari pengrusakan dan penghancuran&amp;nbsp; alam”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dua Madzhab sosiologi nafkah yang menjelaskan fenomena kemiskinan dan dinamika strategi bertahan hidup di pedesaan, yaitu: Pertama, Madzhab Bogor (Sajogyo &amp;amp; para muridnya dari IPB); muncul sebagai respon-aktif atas keprihatinanya pada persoalan kemiskinan dan kemunduran ekonomi pedesaan yang disebabkan oleh pembangunanisme di Indonesia; menggunakan tradisi pemikiran Strukturalisme-Marxian, social-economy approach; menggunakan qualitative-constructivism-reflexive methodology; menggunakan pendekatan ekonomi konvensional pro-rakyat kecil (ekonomi kerakyatan). Kedua, Madzhab Barat (Chambers, dkk. dari Sussex Inggris); muncul sebagai respon keprihatinan atas kehancuran ekosistem yang menghempaskan komunitas lokal, menggunakan shallow ecology sebagai ideologi, social-ecology approach; menggunakan qualitative-constructivism-reflexive methodology (mirip dengan Madzhab Bogor);&amp;nbsp; mengganggap pendekatan ekonomi konvensional via investasi (rekayasa produksi), kesempatan kerja via pertumbuhan, dan menjamin tingkat upah dianggap tidak mencukupi, apabila persoalan keberlanjutan ekosistem terabaikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa institusional yang dikembangkan oleh Negara dan Korporasi dalam banyak kasus tidak kompatibel (disfungsional) dengan tata kehidupan masyarakat lokal secara keseluruhan (studi kasus model PHBM). Hal ini disebabkan banyak hal diantaranya; perbedaan cara pandang/orientasi budaya, cara memaknai, pijakan logis, dan landasan etik. Sejujurnya, kapasitas bertahan hidup masyarakat desa secara umum karena keteguhan mereka dalam mempertahankan kearifan lokal dan etika yang mereka anut, serta hasil jerih payah mereka sendiri, bukan perlindungan Negara maupun Korporasi. Fakta menyedihkan memperlihatkan, local system/local wisdom yang selama ini terbangun, tatanan sosial yang demikian harmoni, dan alam/lingkungan yang selama ini terpelihara, telah “diacak-acak” oleh Negara dan Korporasi dengan dalih pembangunan dan pemberdayaan, lebih dari itu mereka berkolusi dan menjelma menjadi “predator economy”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tentunya harus mulai dipikirkan dilematisme antara ekonomi Vs Ekologi. Manusia perlu memenuhi kebutuhan ekonominya tanpa merusak ekosistem alam. Manusia pun perlu menjaga ekologi, namun jika idealisme menjaga alam tanpa adanya&amp;nbsp; pembangunan akan berakibat fatal juga, manusia akan mengalami kemandegan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Idiologi keberlanjutan&lt;br /&gt;Merujuk hasil riset U Fadjar, dkk. (2007), apabila moda produksi peasantry-petani kecil (pra kapitalis) berkolaborasi dengan moda produksi kapitalis-negara dalam mencoba bertahan hidup secara bersama-sama (dalam kurun waktu yang sama), maka sesungguhnya para petani itu menerapkan strategi “amphibian”. Terbentuknya&amp;nbsp; amphibian economy berawal dari menguatnya pengaruh kapitalisme terhadap komunitas petani sejak terjadinya perubahan praktek moda produksi yang menopang sistem “ladang berpindah” menjadi sistem “pertanian menetap” untuk menghasilkan komoditas perdagangan. Moda produksi dengan teknologi intensif dan modal finansial&amp;nbsp; semakin kuat dalam peningkatan produksi. Kapitalisme masuk dengan ”merembes” sehingga pengaruhnya tidak menghilangkan elemen moda produksi lokal, maka jadilah sebuah tipe praktek modal produksi transisional yang disebut moda produksi amphibian.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Petani di pedesaan seringkali dijadikan tumbal keentingan neoliberalisme. Petani diiming-imingi dengan pinjaman modal dengan bunga tinggi (rentenir). Satu sisi membuat petani merasa keberatan dengan sistem bunga yang ditetapkan para rentenir, namun disisi lain, mereka sangat butuh guna mengelola pertaniannya. Jika sudah demikian, maka perilaku ekonomi-predator akan muncul dengan memaksa para petani meminjam sejumlah uang dengan bunga tinggi dari para rentenir. Lalu yang terjadi adalah petani tidak dapat melunasi pinjaman dan parahnya lagi, rentenir olahan neoliberal melakukan system ijon atau membeli hasil pertanian sebelum masa panen tiba. Dan petani kecilah yang merasakan tercekiknya pengaruh neoliberalisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Efek idiologi keberlanjutan juga diterapkan pada penyeragaman beras. Dahulu, madura lebih dominan mengkonsumsi jagung dan gandum. Papua dominan mengkonsumsi sagu. Lalu setelah dipaksakan oleh otak neo liberalisasi untuk menyeragamkan beras sebagai pokok konsumsi maka akan banyak orang yang ketergantungan beras. Sisi lain, pertanian telah beralih fungsi menjadi industri. Sedangkan industrialisasi tadi merupakan konsekuensi ekonomi versus ekologi. Ketika ekonomi terpenuhi dari industri yang menghancurkan ekosistem, maka alam akan mengalami kehancuran yang tiada tara. Lahan sawah untuk menanam padi berubah fungsi menjadi lahan industri, kebutuhan akan beras semakin meningkat disebabkan berasisasi indonesia. Konsekuensinya akan terjadi kelaparan, untuk menanggapi itu semua, pemerintah impor beras. Inilah bukti serangan neo liberalisasi yang sedang menggeragoti indonesia.&lt;br /&gt;Indoneisa akan terus mengalami rawan pangan jika ekonomi dan ekologi tidak dapat diseimbangkan. Memang belum ada solusi jitu yang memberikan jalan keluar untuk permasalahan ini. Indonesia sedang menanti seorang figur pemimpin bangsa yang memimpin bangsanya dengan penuh nurani dan orientasi indonesia berkemajuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kesimpulan Dan Saran&lt;br /&gt;Dilematisme yang terjadi pada ekonomi vs ekologi tentunya bukan sebuah hal yang dianggap main-main. Perlu solusi bijak untuk menaggapi itu semua. Ada beberapa masukan yang dapat dijadikan bahan diskusi guna solusi agar krisis ekologi dapat diminimalisir.&lt;br /&gt;Pembangunan harus mawas diri (Dharmawan, 2009)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tentunya untuk membangun dan membuka hal yang berbau ekonomi (profit oriented) perlu adanya nurani agar tidak terjadi kehancuran ekosistem. Seperti pembangunan vila di puncak bogor, tentunya kawasan puncak merupakan daerah resapan air dan akan menekan banjir. Namun demand dari penduduk perkotaan untuk villa di puncak maka tender dengan dana besarnya membangun mega proyek villa di puncak, akibatnya banjir dan longsor tak ter-elakan lagi. Korban bukan saja dari demand person melainkan warga yang tidak tahu apa – apa.&lt;br /&gt;&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pembangunan harus bersahabat dengan alam.Dalam hal ini perlu adanya reboisasi kembali terhadap alam. Semakin banyak alam dieksplorasi tanpa perbaikan, tentunya kerusakan alam semakin besar. Hingga benar, pembangunan harus bersahabat dengan alam.&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan harus berdimensi keadilan terhadap alam. Maksudnya adalah disamping profit oriented dengan eksplorasi alam, namun manusia pun dituntut adil (menempatkan sesuatu pada tempatnya) agar ada kesinambungan antara manusia dan alam. Sangat keliru jika manusia mengatakan alam enggan bersahabat dengan alam, namun perlu ditinjau ulang kembali mengapa alam seperti ini, jawabannya ada pada individu manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pembangunan yang ber-etika (adanya upaya penguatan etika lingkungan). Inilah reboisasi yang harus dikuatkan (bagi eksplorasi hutan) dan membuat hutan bakau (kawasan pantai) untuk daerah yang dibangun pemukiman mewah dipinggir pantai. Jika alam semakin kuat maka manusiapun dapat mengambil manfaat darinya.Pembangunan yang menyelamatkan budaya lokal, kearifan lokal dan sumber nafkah. Dimaksudkan, pembangunan dipersilakan menurut lokal daerah masing – masing tanpa adanya pemaksaan seperti diterapkan dalam neo-liberalisme. Semakin beretika dalam mengelola alam, maka alam akan memberikan yang terbaik guna kelangsungan hidup manusia.&lt;br /&gt;Makalah DAM PC IMM AR Fakhruddin Yogyakarta&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Ucu Sofyan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-194529009293180121?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/194529009293180121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/kembali-menuju-kearifan-lokal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/194529009293180121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/194529009293180121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/kembali-menuju-kearifan-lokal.html' title='Menuju Kearifan Lokal'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-4857391021017136030</id><published>2011-08-24T01:32:00.000+07:00</published><updated>2011-08-24T01:32:19.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Opini'/><title type='text'>Peran dan Wujud Kecintaan Wirausaha Muda Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kita mengetahui kebohongan Teori yang mengatakan Bumi sebagai pusat Tata Surya dan tergantikan oleh pandangan baru yang mengatakan Matahari-lah pusat perputaran planet dan satelit serta benda angkasa lainnya, maka pandangan lama kita yang mengatakan bahwa mari belajar agar bekerja dan bergaji besar harus sudah tergantikan dengan mari belajar dan berwirausaha untuk mengikis habis kemiskinan Indonesia. Mengapa sampai saat ini kita masih mempercayai bahwa Matahari sebagai Pusat Perputaran tata surya? Tentu kita mafhumi bersama bahwa teori yang menyebabkan pencetus teori itu berakhir di tiang gantungan adalah benar dan murni hasil penelitian yang dipertanggungjawabkan keabsahannya hingga saat ini. Dikaitkan pula dengan kepercayaan baru kita setelah belajar untuk berwirausaha, kita pahami karena wirausaha merupakan proses perubahan dari bangsa kuli menuju bangsa paripurna yang merdeka bukan hanya tubuh tapi juga jiwa. Hal ini erat kaitannya dengan perubahan paradigma atau cara pandang kita sebagai manusia berpikir untuk memecahkan permasalahan kemiskinan yang terjadi di Indonesia dewasa ini, Miskin Aplikasi Ilmu, Miskin Karakter juga Miskin Figur. Itulah sekelumit kemiskinan yang mewakili kategori kemiskinan lainnya di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Miskin Aplikasi Ilmu karena lulusan sarjana setiap tahunnya mencapai ribuan orang lalu berlomba mencari kerja. Seyogyanya gelar Mahasiswa dapat berpikir seribu kali lebih kreatif dibandingkan lulusan SMA yang kebanyakan hanya akan jadi Tumbal promosi alias SPG alat dapur. Sangat tidak arif setelah mengenyam pendidikan wajib belajar sembilan tahun, ditambah Sekolah Menengah atas lalu ke perguruan tinggi hanya untuk duduk dibelakang meja dan hidup diujung telunjuk atasan serta mengabdi kepada waktu yang membelit. Lebih diperparah dengan konsidi atasan yang tak berlabel Sarjana dan dapat mempekerjakan manusia – manusia berlabel sarjana yang berjubel diantrian saat wawancara. Pertanyaannya, masihkah pendidikan berorientasi perubahan? Penyataannya, Pendidikan dewasa ini belum mampu menciptakan manusia ber-amaliah ilmiah baru sekedar amal non-ilmiah dan bahkan pendidikan jadi lahan bisnis yang subur alias Komersialisasi Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Miskin Karakter dikarenakan sudah terbiasa menjadi Bangsa terjajah karena 350 tahun pasca era kolonialisme belanda dan 3,5 tahun Era penjajahan jepang lalu dikhianati oleh pemberontakan PKI kita belum sudi merasa kita-lah Tuan Rumah NKRI. Hal ini mengakibatkan kesulitan berkembang dan kehilangan pamor taring sejarah sebagai Bangsa yang berbudi luhur dan bekerja keras. Tak salah jika dikatakan kondisi Bangsa yang miskin karakter ini seperti Singa Sirkus yang mau berpose dengan anak ingusan dan akhirnya dicap sebagai Si Raja Hutan yang lucu. Enam kali setelah pergantian presiden dan enam kali kita dibuat kebingungan mencari karakter Bangsa yang tegas hanya karena ketidakmauan berubah dan takut memulai perubahan. Setelah menginjak usia 65 tahun kemerdekaan NKRI, kemerdekaan tersebut masihlah sangat semu karena tubuh masyarakat Indonesia berkeliaran bebas sedangkan kebanyakan Jiwa terkungkung dalam kejumudan kolektif. Ada manusia yang mulai menanggalkan kejumudan jiwanya, lalu dikatakan orang tersebut berhaluan kiri. Padahal apa yang salah dengan adanya pergerakan kiri, kanan atau poros tengah jika kesemuanya membangun Indonesia? Bangsa terjajah adalah Bangsa yang berani mengambil hak tuhan untuk menjustifkasi manusia lain yang berbeda dengannya. Untuk mengembalikan karakter Bangsa, perlu ada pelurusan paradigma yang mengantarkan pada perubahan pola tatanan Masayarakat sebagai level dasar dan Negara (pemerintahan) sebagai level puncak. Hal ini dapat dimulai dengan lakukan apa yang kamu katakan selama itu kebaikan dan pembangunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Miskin Figur dikarenakan ketiadaan tokoh yang dapat ditiru oleh Bangsa bertubuh bebas bergerak terpenjara jiwa dengan sungguh – sungguh. Pembicaraan keteladanan tokoh perubahan baru sebatas diatas meja diskusi dan obrolan warung kopi saja tanpa memulai meneladani tokoh yang diidolakan. Lebih diperparah lagi ketika pembicaraan keteladanan tokoh dikomersialisasikan diatas podium dengan harapan salam tempel yang besar dari sohibul hajat. Hal ini jelas – jelas tidak akan terlalu memberikan perubahan berarti di masyarakat karena banyak teori hebat yang tidak sehebat aplikasi. Dapat kita mafhumi bersama bahwa figur yang dapat memberikan perubahan ialah manusia kreatif, inovatif dan berwawasan pembangunan yang merakyat. Figur yang diharapkan bukan pemimpin dengan gaya anggun didepan mata kamera dan berbicara perlente, buka pula sekedar manusia penguasa podium dengan gamis kebanggaan lalu menghakimi manusia dan bahkan bukan pula pemberi informasi adu domba di layar kaca dengan bahasa elegan, tapi figur sejati ialah figur yang berbicara pembangunan Sumberdaya manusia dibarengi aplikasi membumi. Pelajaran yang dapat kita ambil ialah, figur terhebat sepanjang sejarah ialah manusia yang menyesuaikan tingkah laku dengan apa yang diucapkannya. Tentunya dalam kategori pembangunan peradaban yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diatas bumi yang kita pijak bersama ini, banyak yang telah menorehkan sejarah pembangun peradaban yang baik dan monumental. Sebut saja kartun si Unyil. Mengapa tokoh remeh temeh dijadikan sample pembangunan? Seperti dikutif sebelumnya, perlu adanya pelurusan cara pandang. Seringkali kita merasa bangga dan tertawa geli ketika suara upin dan ipin diputar dari direktori telepon pegang. Apakah hal tersebut salah? Lagi – lagi ini bukan seputar salah atau benar menyukai karya Negara yang sering dicaci tapi dipuja, namun tekad mewujudkan cinta terhadap Negara kelahiran menjadi catatan utama dalam memandang suatu hal. Satu bentuk representasi kecintaan terhadap produk dalam negeri dapat ditunjukan melalui ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) produk upin &amp;amp; ipin karya Malaysia. Sederhananya, kartun Si Unyil belum mengikuti perkembangan animasi modern, bagi kita warga Negara yang peduli dengan pesan yang ingin disampaikan Kartun Si Unyil dapat mencontoh dan memodifikasi Serial Upin &amp;amp; ipin dalam hal animasinya saja. Lebih tepatnya, kartun si Unyil harus memasuki ranah modernisasi animasi dengan tidak melupakan pesan yang ingin disampaikan sutradara kartun si unyil. Kesemuanya itu berakhir pada sebuah kearifan lokal yang harus dibangun sejak dini pada generasi penerus Indonesia. Sungguh sangat disayangkan ketika anak didik kita lebih suka mengkonsumsi film upin &amp;amp; ipin tanpa dubbing lalu mengikuti apa yang dilihat dan didengar hingga dewasa, kemudian mengacungkan jari tengah terhadap film Kartun si Unyil dengan alasan (masih) primitip.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan istilah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) diatas, penulis ingin menyampaikan bahwa kita sebagai Bangsa yang sedang membangun perlu belajar (study komparatif) bukan membandingkan (study banding) ke Negara maju. Katakanlah China sebagai tujuan Study Komparatif berbasis komprehensif. China, lebih melakukan ajaran Islam daripada Negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Upah karyawan kecil dengan kerja serius. Hasilnya tak terbantahkan, handphone anak ingusan sampai manusia renta penghuni kursi roda didominasi handphone Dual SIM Card karya ATM China. China mengamati produk Blackerry, Nokia Type E, i-Phone dll lalu meniru bentuk item “contekan” dan memodifikasi handphone dengan double SIM Card bahkan Triple SIM Card dan berlubang charger “semua bisa dan sama”. Artinya, Bangsa Indonesia baru belajar teori ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) tapi Bangsa china yang sering dicaci karena banyak yang tidak bertuhan lebih awal menggunakan teori ATM ini. Terakhir dapat kita lihat, nafas tersengal dan sesak di dada para manajer Nokia, RIM, Sony Ericcson, Samsung dll (pemain lama) dipaksa keadaan untuk menurunkan harga dan berpikir 24 jam penuh untuk mengimbangi gempuran handphone Dual/Triple SIM Card yang terlahir dari ide gila Bangsa China. Akibatnya konsumenlah yang diuntungkan karena persaingan ini. Benar apa yang dikatakan kata bijak terdahulu bahwa “Segala sesuatu jika banyak maka akan murah, kecuali adab (akhlak)”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari segala bentuk persaingan usaha dan lamaran kerja, tentunya Teori ATM perlu dibenamkan dalam – dalam dalam sanubari pelajar dan mahasiswa. Kaum urban yang bertandang ke Kota besar di Indonesia perlu membekali diri dengan skill yang memadai. Singkong (ketela pohon) adalah makanan sederhana petani kampong yang nikmat disuguhkan hanya di rumah petani kampong juga. Jika singkong berada ditangan manusia kreatif dan inovatif, singkong menjadi komoditi ekspor dan dapat disajikan di hotel berbintang di seluruh belahan dunia. Keripik singkong yang dikemas elegan akan menjadi pengurang kemiskinan dan pengangguran karena dibukanya pabrik yang mengolah makanan berbahan dasar singkong yang tadinya hanya ada di meja petani kampong. Kain bekas, sering kita temukan didalam boneka. Asalkan dibentuk yang rapi dan dibentuk seperti kartun popular kebanyakan, konsumen tidak akan mempermasalahkan isi dari boneka tersebut. Manusia yang hanya pintar mengetik dan bermain kata – kata, dapat memulai menulis cerpen dan bahkan novel hingga mengurangi angka kemiskinan dan memeberikan sumbangan keilmu pengetahuan dan sumbangan moral. Tentunya kesemua hal dapat menjadi uang dan sedikit demi sedikit mulai mengikis kemiskinan yang memporak-porandakan tata kehidupan masyarakat ini. Akhir dari kesemuanya itu ialah kembali kepada cara pandang untuk memahami suatu hal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jaman sudah berubah, pemikiran kita lah yang belum berubah. Modernisasi semakin pesat dan kita tertinggal jauh dari garis finish. Pendek kata, tata kehidupan masyarakat Indonesia yang porak-poranda berawal dari kemiskinan pemahaman pendidikan. Kemiskinan dapat diubah dimulai dari diri sendiri dengan meluruskan paradigma Belajar untuk melamar kerja menjadi belajar untuk dikejar pelamar kerja (berwirausaha). Hal lain, wirausaha tidak akan kompatibel dengan keadaan ketika pemerintah tidak ada niat untuk berpartisipasi aktif dalam perbaikan tata kelola kemasayrakatan dan perundang – undangan untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan. Semakin banyak wirausaha semakin banyak peluang kerja dan mulai mengikis habis kemiskikan yang jadi momok besar dunia khusunya Indonesia saat ini. Terpenting ada tiga faktor utama dalam perbaikan tata kelola keNegaraan dan kemasyarakatan. Pertama, luruskan cara pandang dalam menilai suatu hal. Pendidikan ada untuk perubahan dan bukan untuk diskriminasi serta terjadinya kelas. Kedua, peningkatan wirausaha kreatif padat karya yang dapat meyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan ketiga, peran pemerintah dalam mendukung peran wirausaha dengan peraturan dan kebijakan yang mendorong masyarakat melakukan tindakan wirausaha. Dari sinilah wujud kecintaan terhadap Indonesia dapat terwujud. Hilangnya sense of belonging terhadap Bangsa dan Negara ini diakibatkan ketidak adilan dan ketidakmerataannya pembangunan di setiap provinsi. Hal ini mengakibatkan bukan hanya investor yang hengkang dari bumi Indonesia namun satu persatu rakyat Indonesia mulai berpikir untuk meninggalkan dan menanggalkan ke-Bhineka tunggal ika-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-4857391021017136030?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/4857391021017136030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/peran-dan-wujud-kecintaan-wirausaha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/4857391021017136030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/4857391021017136030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/peran-dan-wujud-kecintaan-wirausaha.html' title='Peran dan Wujud Kecintaan Wirausaha Muda Indonesia'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-1822245060237000297</id><published>2011-08-23T19:42:00.006+07:00</published><updated>2011-08-23T23:16:15.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cintai Aku Tanpa Syarat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puskesmas Desa Cibaru tiba - tiba sibuk karena kedatangan pasien yang hampir mati karena urat nadinya digores dengan pecahan gelas beling. Suster Desa yang ditugaskan dan hanya satu - satunya yang berkhidmat di Puskesmas Desa Cibaru itu merasa gugup karena melihat gelimang darah di tangan korban. Saat itu, korban yang bernama Sasmi, siswi kelas 2 di Cibaru melakukan hal konyol karena alasan diputuskan kekasihnya. Disela - sela kegugupan suster 22 tahun ini, ia lah sebagai juru selamat untuk memberikan P3K kepada Sasmi, siswi remaja yang memasuki masa puber yang labil. Sambil dibantu pa Ohang sebagai asisten Suster muda itu, akhirnya selesai juga proses penjahitan dan transfusi darah ke tubuh sasmi. Sasmi tergolek lemas karena darah yang keluar cukup banyak dan saat ini dibantu dengan Infus dan Transfusi darah yang saat itu tersedia di Puskesmas.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat teman - teman Sasmi tiba sore harinya untuk menjenguk kawannya Sasmi yang melakukan hal konyol, kondisi sasmi masih lemah dan perlu istirahat untuk memulihkan keadaan tubuhnya. Orang tua sasmi tak pernah berhenti menangis dan menyayangkan sikap anaknya yang sudah di lahirkan dan dibesarkan dengan baik, namun ketika mendapatkan masalah Cinta, Sasmi ternyata masih sangat labil dan belum dapat tenang untuk bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster Suraya, nama suster yang menangani Sasmi pun tak dapat pulang cepat karena harus terus mengontrol keadaan Sasmi sampai benar - benar dapat boleh dibawa pulang orang tuanya. Sambil berbincang dengan orang tua Sasmi, Suster Suraya membuka percakapannya dengan Ibu Sasmi. "aduh, sayang sekali ya bu, Sasmi masih panjang sekali masa depannya harus bertindak seperti ini". Ibu Sasmi menghela nafas panjang karena disamping merasa terbebani dengan biaya yang harus ditanggungnya, ia pun merasa malu kepada tetangga di RT nya, entah apa nanti yang akan di cibirkan warga kampungnya terhadap Sasmi dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu juga tidak menyangka Sasmi bisa senekat ini sus, Alhamdulillah adiknya si Deri mendengar isak tangis kakaknya di kamar, pas Deri masuk ke kamar kakanya, baru kami semua tahu si Sasmi udah pucat karena keluar darah banyak" sambil menyeka air matanya yang tanpa sadar terus berjatuhan di pipi keriput Ibu Sasmi. Ibu empat anak ini harus menanggung beban keluarganya setelah suaminya Pak Ilham wafat karena penyakit asma dan tidak dapat tertolong karena biaya Rumah Sakit yang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sabar ya bu, semua ini pasti ada hikmahnya" ujar Suster Suraya menenangkan dan mencoba menghibur Ibu Sasmi. Walaupun saat ini, Suster Suraya pun merasa kekurangan dengan Honor yang diterima per bulannya dari Puskesmas Desa milik Pemerintah ini, disamping tidak sebanding dengan pengorbanan semasa kuliahnya, Suster Suraya pun hanya sendiri dalam penanganan P3K karena kurangnya tenaga medis. Bukan karena tidak ada SDM di wilayah itu, namun biaya Gaji yang harus dibayarkan tiap bulannya tidak akan dapat menutupi anggaran karena kebanyakan warga yang berobat ke Puskesmas tersebut menggunakan Fasilitas Askse untuk orang miskin dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"ibu..aku ngga mau kenal lagi Salim....hik..hik...hik..." tiba-tiba terdengar suara sendu dari ruangan tempat Sasmi dirawat. Segera Ibu Sasmi dan Suster Suraya berhambur menghampiri Sasmi yang terisak - isak di pembaringan. "siapa itu Salim nak?" tanya Ibu Sasmi sambil meneteskan air mata dan mengelus rambut kusut Sasmi. "Salim bu..dia menghianati cintaku..hik..hik..hik.., aku tau dia berpacaran lagi sama si Bunga anak orang kaya, terus aku tanya kenapa dia tega mengkhiyanati aku, dia jawab, keluarga Bunga lebih memiliki harta, dan ia lebih memilih Bunga". Sambil meneteska air mata kesedihan, Ibu Sasmi mencoba menenangkan Sasmi yang terisak - isa, "Sudahlah nak, cinta itu Anugerah Allah, kamu suka dengan pria itu sangat wajar karena Allah memberikan anugerahnya kepadamu nak, tapi ingat nak, mencintai dan dicintai itu jangan karena materi ataupun fisik. Ibu yang sederhana pun, bisa menikmati kekeluargaan dengan almarhum Ayahmu nak, Ibu tidak pernah menuntut apapun dari Ayahmu nak, begitupun sebaliknya, kami tetap saling setia dalam suka dan duka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar, air mata Suster Suraya pun ikut menetes di pipinya, karena terharu dengan nasihat Ibu Sasmi kepada anaknya. Ia sebagai orang yang berpendidikan pun kurang bersyukur dan belum dapat sebijak Ibu Sasmi. Ia sebagai lulusan Akademi Kesehatan yang berbiaya Mahal ketika study, kadang berpikir pragmatis dan ingin setimpal antara pemasukan dan pengeluaran seperti teman - teman lainnya yang sudah menjadi PNS di Dinas Kesehatan di RSUD dan Pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu mencintaimu nak, mencintai tanpa syarat, yang paing penting, kamu tetap bisa melanjutkan sekolah dengan bantu Ibu jual gorengan di Kantin, jangan lupakan Ibadah dan tetap jadi yang tebaik ya nak. masalah cinta, sudah pasti ada jalannya, dan memang seusia kamu nak, belum pantas membicarakan cinta. kamu masih harus belajar banyak, Ibu harap kamu dapat beasiswa dan melanjutkan perjuangan Suster Suraya disini, beliaulah yang membantu kamu bisa selamat dari kehabisan darah" ujar Ibu Sasmi sambil terus membasuh air matanya yang tak berhenti menetes dari matanya yang sudah tua. Ibu 46 tahun ini menasihati anaknya dan juga menggembirakan dirinya karena iapun sebetulnya sudah renta dan sudah tidak sekuat fisiknya dulu selagi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster Suraya pun ikut mengamini dalam hatinya atas ucapan Ibu Sasmi yang seakan menasihati dirinya yang kurang bersyukur. ia pun kembali bertekad untuk mencintai Pekerjaannya yang &lt;i&gt;besar pasak daripada tiang&lt;/i&gt; ini lebih arif dan bijak. ia sadar, mencintai pekerjaan seperti mencintai kekasihnya yang harus dicurahkan secara total dan tanpa Syarat. Sambil meneteskan air mata, Suster Suraya berujar agar Sasmi dibawa pulang saja karena kondisinya yang sudah membaik. Akhirnya, Ibu Sasmi pun membayar seadanya ke pihak Puskesmas dan berkemas, kemudian mereka pun bersamaan keluar dari Puskesmas karena hari sudah sore dan kembali ke rumah masing - masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;23 Aug 2011 20:26 @com_net&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-1822245060237000297?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/1822245060237000297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/cintaiku-aku-tanpa-syarat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1822245060237000297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1822245060237000297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/cintaiku-aku-tanpa-syarat.html' title='Cintai Aku Tanpa Syarat'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-2244306102363623693</id><published>2011-08-22T18:27:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T01:34:54.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bintang dan Awan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku melamun di atas atap kost murahku. Sambil merebahkan tubuhku dan memandang lepas gelapnya langit malam Nuzulul Qur’an ramadhan 1423 H karena entah kenapa malam itu, awan di langit begitu bergulung - bulung menutupi cahaya rembulan sehabis purnama dua hari yang lalu.&amp;nbsp; nafasku semakin sesak karena hidupku yang hanya dihabiskan dengan makan, tidur dan makan tidur lagi. Sempat aku persalahkan Presiden RI yang selalu menghiasi layar kaca hampir setiap saat. Mengapa pongah sekali presiden yang memimpin negaraku, dengan gemerlapnya fasilitas negara yang ia miliki, tak pernah bergelut dengan macetnya Ibu Kota dan tak Pernah merasakan makan. Karena pernah ku ketahui, presiden yang memimpin ngaraku ini lebih dari 5 kali makan per harinya. Aku semakin tertegun dengan ketidak adilan hidup yang menderaku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sambil ditemani bintang yang sesekali muncul karena tertutup awan di langit, dibawah semilir angin yang tidak membuatku nyaman dan malah membuatku semakin menggigil karena hidup ini terasa sulit. Sejenak aku terbangun dari lamunanku karena mendengar ada kecipak air di kolam ikan 2x3m ibu Kost tempat aku tinggal sekarang. Dari atas kupandangi gerak-gerik ikan mas koki yang rupawan namun kerupawanannya tidak membuatku lekas sembuh karena sedih jauh dari orang tua dan&amp;nbsp; hidup dibawah garis kemiskinan sebagai pelajar dan dituntut untuk memberikan nilai terbaik terhadap bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap buruku adalah mempersalahkan nasib, mengapa aku dilahirkan dari keluarga miskin, mengapa aku dilahirkan bukan dari keluarga Presiden RI yang kaya raya (walau kata orang lamban dan tak peduli). Andai saja aku dilahirkan dari kalangan presiden RI, tentulah aku tak akan pernah menghuni rumah petak (kkost) 3x3M ini. Namun aku diajarkan untuk tidak menutuki nasib dan bertanya mengapa, mengapa dan mengapa, namun aku diajarkan bagaimana memaknai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecipak ikan di kolam ibu kost-an ku semakin mewakili diriku yang ingin bebas dari kesempitan ini. Mungkin jika aku memahami bahasa ikan, tentunya sang ikan pun berkata, aku terjebak dalam kolam ini dan tidak dapat melakukan apapun, setiap saat selalu saja kucing ibu kostn mengendap-endap untuk memangsa, ah aku mulai menjadi gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kupandangi kolam ikan itu, aku melihat bayangan diriku yang semakin dimakan usia dan harus sudah memerlukan langkah strategis dan taktis untuk menyembuhkan luka yang mendera hatiku karena ditakdirkan miskin. Aku melihat bayangan Bintang gemerlap dilangit yang mulai ditinggalkan tidur oleh snag khalifah untuk mengistirahatkan sel-sel dalam tubuh agar dini hari ketika sahur, tubuh dan jiwa kembali fit. Betul kata dokter bahwa sel-sel dalam tubuh juga perlu istirahat agar jiwa manusia menjadi kembali relaks dan siap melakukan aktivitas. Bayangan bintang itu semakin kuperhatikan semakin jauh di dasar kolam dan tidak akan mungkin dapat kuraih, padahal bintang gemerlap tersebut jauh nun diketinggian langit yang tak terbatas oleh ilmu pengetahuan. Sesaat timbul dalam pikiranku sebuah filosofi yang diajarkan guruku di pengajian yang mengatakan “jadilah bintang yang terlihat dibawah air, terlihat dangal namun sesungguhnya ia sangatlah tinggi dan tak tercapai”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku coba untuk bisa meng-elaborasi dengan kehidupanku yang saat ini (menurutku) miskin. Aku mencoba memadukan filosofi bintang itu dengan “tak apa aku miskin, terlihat miskin dan kekurangan harta benda, namun aku tak mau miskin jiwa, hatiku harus kaya dan dapat memandang hidupku ini berbeda dari sudut pandang orang kebanyakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit aku merasa lega karena aku mencoba menghibur diriku sendiri dengan filosofi yang lama kupelajari di pengajian dulu. Betapa indahnya jika cara pandang kaum sufi dapat aku terapkan dalam kehidupanku saat ini, disaat kenaikan harga sembako selalu menghiasi&amp;nbsp; ruang publik dan menjadi kejutan ibu rumah tangga dan membuat para suami yang tak kuat dengan deraan yang terjadi di bangsa ini nekat menikamkan ujung pisau di lehernya atau gantung diri di dapur karena tak tahan dengan cobaan hidup, maka jika cara pandang sufisme dapat aku terapkan, sebentar bermeditasi dan mencoba memaknai hidup ini lebih berbeda dari cara pandang global, maka aku akan tetap tersenyum dan tak akan meneteskan air mata kesedihan. Dan andai pula para ibu rumah tangga dapat menerapkan cara pandang sufisme dalam kehidupan sumur, dapur dan kasur, tentu jeritan keterjepitan akan sedikit berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran pertama yang kudapat dalam memandang kehidupan adalah “jadilah bintang yan terlihat di dasar air, terlihat rendah namun ia sangatlah tinggi dan tak bertepi, kau miskin harta secara fisik, namun tetaplah kaya secara hati dan perkaya lah bathin dengan mendekatkan diri kepada Tuhan yang menciptakan siang dan malam dan yang mengatur keduanya tetap berdampingan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku turun dari atap kost-an ku yag memang di desain santai untuk tiduran terlentang sambil menghadap ke langit yang tak bertiang dalam penglihatan manusia. Lalu aku melihat pak Ujo tetanggaku terbatuk-batuk saat menghisap rokok keretek jelang waktu sahur. Cukup lama juga aku melamun di atas atap sambil memikirkan hidupku yang malang ini. Sejenak aku perhatikan pak Ujo dan rokok yang dihisapnya. Ia begitu menikmati rokoknya walaupun penyakit ganas seperti bronhitis dan sesak nafas selalu membayangi dan menerkam kapanpun dan dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat asap rokok keluar dari mulut tua yang bergigi jarang pak Ujo, pipi kempotnya saat menghisap rokok seakan mengatakan “apa peduli kau dengan kesehatanku, urus saja kesehatanmu dan masa depanmu sendiri”. Mungkin itu yang aku tangkap dari usaha maksimalnya pada saat menghisap rokok kerektek murah itu. Namun, yang aku perhatikan bukanlah merk rokok yang pak Ujo hisap ataupun cara menghisapnya, melainkan aku memperhatikan asap rokok yang mengepul dan membumbung tinggi ke atap rumah reyotnya kemudian saling berkejaran satu sama lain dan membumbung tinggi menuju angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, aku padu kan dengan filosofi Bintang yang terlihat di dasar air. Aku melihat kebalikannya. Saat aku ingat filosofi bintang yang terlihat rendah di dasar air namun sesungguhnya&amp;nbsp; ia begitu sulit dijangkau, aku melihat filosofi asap rokok yang dihisap pak Ujo ini adalah antitesis dari filosofi bintang. Aku melihat bahwa asap rokok yang keluar dari mulut pak Ujo begitu terliat sangat hebat dan membumbung tinggi ke angkasa, padahal asap itu tak ada apa-apanya . sekarang aku lebih mengerti bahwa, jika ingin lebih menikmati hidup secara hakikiyah, tentulah harus berkaca dari dua thesis antara bintang dan asap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: jika mau mejadi manusia dan masyarakat madani, biarlah terbatas dengan segala keterbatasan, namun timbulkanlah keyakinan bahwa manusia tercipta sebagai makhluk paling sempurna dan memiliki harapan. Seperti halnya bintang yang terlihat di dasar air, terlihat rendah namun sangatlah tinggi. Begitupun dengan keadaan manusia, terlihat miskin, namun seringkali terlupakan bahwa manusia punya harapan dan akal untuk tetap hidup dan saling memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: jika mulai merasa sombong dengan keadaan duniawi, ingatlah bahwa harta duniaw hanyalah penghubung. Seperti halnya asap rokok yang dihisap pak Ujo, terlihat wujudnya namun tak berarti apa – apa hanya akan membawa malapetaka bagi yang tidak memahaminya. Harta pun demikian, harta bukan untuk disombongkan melainkan untuk dijalankan di jalan Allah, terlihat gemerlap namun tak berarti apa-apa jika tidak dimanfaatkan secara baik dan tidak akan dibawa mati kecuali nilai shodaqohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tetes air mataku sedikit demi sedikit hilang dan hatiku menjadi lebih tegar, aku hanya salah cara memandang kehidupan ini, aku harus memahami bahwa aku memiliki harapan dan masa depan. Kaca spion hanya sesaat saja dipandang dan saatnya aku menyongsong masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Cirendeu 22/08/11 16:05&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;di Sekretariat IMM Komisariat STIE Ahmad Dahlan Jakarta&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-2244306102363623693?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/2244306102363623693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/bintang-dan-awan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/2244306102363623693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/2244306102363623693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/bintang-dan-awan.html' title='Bintang dan Awan'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-1140139386831338131</id><published>2011-08-22T13:10:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T20:28:29.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bodohmu karena Malas Berantas Bodoh!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu pagi di jam pelajaran Sekolah SD bu Guru bertanya dengan lantang ke Murid kelas VI yang sebentar lagi akan masuk ke jenjang SLTP kelas VII "kenapa bangsa Indonesia Bodoh?" murid - murid mulai kebingungan, karena Bu Guru Anita yang sudah memasuki kepala empat ini pasti akan &lt;i&gt;menginterogasi&lt;/i&gt; satu -persatu dari siswa di kelas tersebut. "oke, ibu akan mulai dari barisan depan terlebih dahulu!" dengan nada ketusnya, suara Bu Anita membuat anak - anak kelas VI khususnya Laki - laki yang teriak lantang di warnet kalau main Point Blank ciut juga. "oke, kamu Andri!" bu Guru menunjuk Andri yang duduk paling pojok kanan. Andri yang sejak tadi sudah was - was karena harus menjawab pertanyaan paling awal bertambah pucat, karena ia punya kekurangan dari desain otaknya yang tidak dibuat untuk berpikir cepat. Andri pun diam saja karena gugup dan membuat bu Anita bertambah berang, "apa saja yang kamu kerjakan selama ini?Ibu sering dapat laporan kamu teriak - teriak di warnet bermain point blank dan berani teriak kotor kaya &lt;i&gt;Anjing, Cacad, ngentod,&lt;/i&gt;mana nyali kamu sekarang?yang lain siapkan jawaban, kenapa banyak bangsa Indonesia yang bodoh!"&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faishal yang duduk sebangku dengan Andri ikut kena imbasnya juga karena sebentar lagi gilirannya untuk menjawab pertanyaan muntahan dari pertanyaan bu Anita yang tak terjawab oleh Andri di sebelahnya. "bodoh!!!" &lt;i&gt;prakkkkk!!!&lt;/i&gt; tiba - tiba saja penggaris 100cm yang dipegang bu Anita menghantam meja di depan Andri dan Faishal. seisi kelas kaget dan was - was karena disamping Bu Anita sebagai guru senior di sekolah mereka, Siswa kelas VI pun tau kalau semua dewan guru pun sangat menghormati dan segan karena sikap bu Anita yang tegas dan berprinsip. Andri mencoba menjawab "emmm..." suara Andri tertahan, "karena kita dijajah Belanda bu" jawab Andri sambil mencoba mengumpulkan seluruh konsentrasinya karena bisa saja penggaris 100cm itu telak menghantam pipinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bu Anita mengernyitkan dahinya tanda bingung dengan jawaban yang dilontarkan Andri tadi. Namun, sifat senioritas yang menunjukan kebaikan pun muncul walau sikap tegas (lebih cocok disebut judes) enggan hilang dari wajah jelang kepala empatnya. Bu Anita bertanya dengan suara datar "coba kamu maju ke depan Andri, kasih tahu teman kamu mengapa kebanyakan bangsa Indonesia Bodoh karena dijajah oleh Belanda!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andri pun sedikit lega, perlahan ia maju kedepan dengan lutut bergetar karena jiwanya tak dapat dikuasai karena takut. "baik kawan - kawan" ucap Andri sebagai penjabaran &lt;i&gt;iftitah&lt;/i&gt; kepada kawan - kawanya terkait jawabannya yang menyatakan bahwa Bangsa Indonesia bodoh karena dijajah Belanda. "pertama - tama" lanjut Andri, "sebagaimana yang kita ketahui bahwa dulunya bangsa Indonesia cinta damai, kemudia tiba lah bangsa pedagang dari Eropa dan mereka melihat Sumber daya Alam Indonesia begitu berlimpah, maka timbul niatan bangsa Eropa ini untuk memiliki segala yang ada di Indonesia" tutur Andri mencoba diplomatis. "Namun, setelah perpecahan yang dilakukan bangsa penjajah terhadap bangsa kita, akhirnya kebanyakan Bangsa Indonesia lebih senang cakar - cakaran satu sama lain dan tak ada niatan membangun negeri seperti amanah para pembangun negeri kita." Andri menghela nafas karena otaknya mulai kehilangan topik karena pemahaman sejarahnya sangat terbatas, walau pun ia sering ke warnet, waktu yang dihabiskan hanya untuk mbermain Point Blank bersama teman - temannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andri mencoba mengumpulkan kembali rasa percaya diri dan mencoba mencari kata yang pas untuk disampaikan, karena salah sediikit saja, pasti bu Anita yang mengawasinya di meja Guru depan kelas itu laksana Harimau lapar yang melihat dirinya adalah kijang lemah yang siap diterkam. "kemudian" lanjut Andri kembali melanjutkan ceritanya, "karena bangsa Belanda membuat bangsa Indonesia ini selalu bertarung satu -sama lain karena masalah sepele, makanya kemajuan di segala bisa menjadi terhambat. pembangunan sekolah kita malah dikorupsi oleh sekelompok orang yang mementingkan Diri dan Golongannya saja. maka dari itu semua, penyebab dari kebodohan sebagian besar rakyat Indonesia adalah karena dijajah belanda, mungkin ini yang saya dapat sampaikan terimakasih" tutup Andri sampil mengelap keringat yang tanpa sadar membasahi dahi dan lehernya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bu Anita bangkit dan mencoba mereview alasan Andri yang disampaikan barusan "baik anak - anak, bagaiman menurut kalian dari apa yang disampaikan Andri tadi?!" tanya bu Ani tanpa mengurangi Nada Bicaranya yang lebih terlihat sedang marah. Semua siswa terdiam karena merasa takut salah ketika menjawab. Ujung penggaris bu Ani menunjuk lurus ke arah Soleha, siswi terbaik yang selalu betah dengan rangking 1 sejak kelas 1 SD. oke Soleha, kamu ini Ibu anggap terbaik dari siswa kebanyakan di Sekolah SD ini, coba kamu berikan pandangan dari apa yang disampaikan Andri"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soleha pun merasa gugup karena sepertinya ia di desain dapat berpikir santai di depan pertanyaan-pertanyaan di atas kertas. Namun demi reputasi Rangking 1 sejak kelas 1 SD, ia pun mengumpulkan kepercayaan dirinya dan berdiri untuk memberikan pandangan dari jawaban Andri. "menurut saya bu, Kebodohan Indonesia itu bukan karena dijajah Belanda, karena setau saya kalau terjajah mau oleh siapapun sudah pasti BODOH". Bu Anita sedikit merasa senang dengan statement Soleha yang menyatakan bahwa mau dijajah siapapun sudah pasti Bodoh. "bagus, dilanjut!" bu Anita menyelang pembicaraan Soleha.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bodohnya seseorang, kelompok kecil sampai Bangsa bukan dikarenakan dijajah oleh A atau B atau C, bukan juga karena makanan yang dimakan itu kurang baik, namun karena &lt;i&gt;MALAS MEMBERANTAS KEBODOHAN ITU SENDIRI&lt;/i&gt;, saran saya temen-temen disini jangan pernah malas untuk memberantas kebodohan, saya pun sama dikasih 24 jam sehari oleh Allah SWT dan saya gunakan sebaik - baiknya untuk belajar baik dari buku ataupun dari alam sekitar. Bukan bermaksud sombong, saya pun mendapatkan juara 1 setiap semester bukan karena kebetulan, bukan karena makanan saya mewah, nenek dan kakek saya pun dijajah Belanda semasa beliau masih hidup, namun itu bukan alasan untuk cucunya SOLEHA untuk menjadi Bodoh" pungkas Soleha siswi terbaik di SD sederhana itu dan membuat teman - teman yang lainnya merasa kagum dan bangga memiliki kawan sehebat dan secerdas Soleha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bu Anita pun bangkit dari tempat duduknya dan tiba - tiba hilanglah &lt;i&gt;keganasan&lt;/i&gt; di wajahnya digantikan dengan sifat keibuan yang arif dan bijaksana, kemudian bergumam "&lt;i&gt;subhanallah"&lt;/i&gt; dan kemudian melanjutkan bicara "Pertama, ibu bangga kepada anak kita Soleha yang dengan segala kesederhanaannya memberikan cara pandang baru kepada kita semua, bodoh bukan karena fasilitas sekolah yang jelek, WC sekolah yang bau dan kotor, orang tua kita yang dijajag Belanda atau karena Makanan yang kita makan ga mahal, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bodohnya kita semua karena malas memberantas Bodoh,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;lihatlah Soleha, ia dari keluarga yang sederhana dan sama seperti kalian, tapi bukan alasan Soleha untuk menjadi tidak cerdas secerdas sekarang. Nah anak - anaku semuanya, mari kita berantas kebodohan mulai dari diri kita sendiri dengan cara jangan pernah membiarkan kebodohan itu ada di diri kalian, tapi sedikit demi sedikit buanglah kebodohan itu. anak laki - laki yang masih main ke warnet dan menghabiskan uang auntuk bermain Game adalah bodoh, karena hanya membuang waktu dan uang, contohlah Soleha yang belajar dan tak pernah putus semangat walaupun dari keluarga sederhana. mengerti kalian!" tiba - tiba suara bu Guru Anita meninggi sambil melihat tajam ke arah siswa laki - laki yang dikabarkan orang tuan mereka seringkalo menghabiskan uangnya hanya untuk bermain game di warnet. "mengerti bu guru......" serempak seluruh siswa kelas VI menjawab dan di masing-masing jiwa generasi muda tersebut mulai tertanam Rasa Sense of Belonging terhadap Bangsa Indonesia untuk mengkhidmatkan kemampuan mereka untuk menjadi Generasi Siap Pakai Bangsa dan Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Cirendeu 22/08/11 11:46 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;di Sekretariat IMM Komisariat STIE Ahmad Dahlan Jakarta&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-1140139386831338131?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/1140139386831338131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/backspace.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1140139386831338131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/1140139386831338131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/backspace.html' title='Bodohmu karena Malas Berantas Bodoh!'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-7424762224969217977</id><published>2011-08-22T12:06:00.002+07:00</published><updated>2011-08-22T12:27:16.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Amnesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku lupa tanggal kejadiaannya, yang pasti pas aku nilep uang pembangunan Gedung Sekolah itu aku mainkan di pembukuan." papar Udin di YM! dengan ID: udinndeso yang saat ini menjadi buronan Interpol karena &lt;i&gt;nilep&lt;/i&gt; uang bantuan pemerintah untuk pembangunan sekolah SD &lt;i&gt;reyot&lt;/i&gt; di kampungnya. Perlu diketahui bahwa Udin adalah bagian Tata Usaha yang bertugas mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan. Namun ketika sedang bertugas dan ada bantuan dana untuk perbaikan sarana dan pra-sarana sekolah SD tempatnya bekerja, timbul niat jahat untuk &lt;i&gt;nilep&lt;/i&gt; uang bantuan dan lalu kabur karena selama ini si Udin tidak punya lagi Uang yang cukup karena mengandalkan gaji hanya isapan jempol belaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, semua Civitas Akademika SD tempat udin bekerja dilanda kebingungan. Karena Udin yang &lt;i&gt;kabur&lt;/i&gt; tak jelas rimbanya, disamping itu si Udin membawa seluruh Uang untuk pembangunan SD yang sudah mau &lt;i&gt;mencium&lt;/i&gt; tanah karena dimakan usia dan tidak kokoh lagi berdiri. Namun, disela - sela kebingungan yang melanda civitas akademika SD tempat Udin Bekerja, tiba - tiba YM! udin aktif dan melakukan chatting dengan seorang staff TU dan membeberkan mengapa ia melakukan tindakan yang merugikan semua pihak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udin: Met siang gan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Staf: Siang juga, dimana posisi? ada salam dari Kepala Sekolah, katanya kapan mau kembali ke Sekolah dan membagun sekolah ini bersama - sama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udin: wah emang saya kerja disitu ya? saya itu ga punya hubungan apa - apa dengan pa Kepsek atau apapun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Staf: Lha? ko jadi amnesia? anda itu korupsi uang pembangunan sekolah! kita cape - cape mengajukan proposal pembangunan sarana dan prasarana sekolah, eh ini udah ada malah di korupsi. Malu dong din?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udin: aduh maaf ya, kamu bicara apa? saya ga ngerti. dah dulu ya, saya mau take-off dulu ke Columbia, mau ngabisin Uang yang tiba - tiba ada di tas saya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Staf: semoga lu amnesia beneran dan ga selamat dalam perjalanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemuadian, Staf yang melakukan chatting dengan Udin (staf yang &lt;i&gt;Nilep&lt;/i&gt; uang pembangunan sekolah) menyampaikan kejadian ketika ia chatting dengan udin, pa Kepsek yang sudah memasuki kepala lima ini pun mengelus dada sambil berkata "Astaghfirullahal'adzim, banyak sekali ya yang tiba - tiba amnesia, koruptor yang korupsi tiba - tiba lupa ingatan, semoga Tuhan menunjukan jalan terbaik-Nya, aamiin"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seluruh dewan guru pun serentak mengamini dan sepemahaman dengan pa kepsek ini sambil meneteskan air mata karena kehilangan harapan, dewan guru pun bergumam pelan "aamiin"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4gqey54sT-0/TlHojylbMKI/AAAAAAAAAao/II1QhCPC7bg/s1600/favicon.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-4gqey54sT-0/TlHojylbMKI/AAAAAAAAAao/II1QhCPC7bg/s200/favicon.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-7424762224969217977?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/7424762224969217977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/amnesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7424762224969217977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/7424762224969217977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/08/amnesia.html' title='Amnesia'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4gqey54sT-0/TlHojylbMKI/AAAAAAAAAao/II1QhCPC7bg/s72-c/favicon.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3454672995277574928.post-4174806895590532354</id><published>2011-02-24T23:15:00.005+07:00</published><updated>2011-08-22T10:58:03.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Mimpi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“kriiiing….kriiiing…kriiiiinngggg…” tepat pukul 04.00 WIB bunyi Alarm Jam merk Seiko pemberian Hadiah Ulang tahun Ayu dari Ayahanda tercinta&amp;nbsp; satu tahun silam&amp;nbsp; memecahkan kesunyian di pagi buta. Biasanya suara orang mengaji di Masjid yang tidak jauh dari rumahnya sudah terdengar, namun pagi ini belum terdengar ada yang melangkahkan kaki ke Masjid Al-Iman, mungkin karena udara dingin yang menusuk kulit, karena bulan – bulan ini sedang musim kemarau. Tangan kecil Ayu, merampa – rampa letak jam Seiko yang retak karena pernah kesenggol dan jatuh waktu tak sengaja sewaktu beres – beres kamarnya tempo hari. Sambil mata terpejam karena serangan kantuk yang sangat kuat, ditambah dengan suasana dingin yang memaksanya untuk membiarkan tubuh kecilnya untuk terus berada di bawah selimut tebal pemberian bibinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selimut tebal bergambar Winnie de pooh tersebut, semakin menghantarkan tubuh Ayu untuk kembali terlelap dalam tidur setelah sebelumnya mematikan alarm jam kesayangannya. Karena, ia juga mafhum, rasa kantuk yang sangat kuat menyrangnya, akan sia – sia ia lawan, karena kalaupun ia memaksakan dirinya bangun dan ke masjid sekarang – sekarang, tidak ada siapapun dan akan membuat bulu kuduknya berdiri. Selang beberapa menit dari terbangunnya Ayu tadi, ia bermimpi begitu indah dan berada di wilayah yang belum pernah ia kunjungi sekalipun itu dalam hayalannya untuk keluar dari Indonesia yang selalu mendera pemikirannya akibat ulah para sirkus politik yang terlalu terlena dengan permainnannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang Kakek – Kakek berumur 70 tahunan dengan kondisi serba putih. Seluruh rambutnya putih, janggut dan kumis begitu juga gamis yang dikenakan si Kakek dalam mimpi Ayu tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kakek tersebut memperkenalkan dirinya, bahwa ia bernama Gayus dan sangat senang menerima kunjungan Anak Indonesia yang mendambakan kembali menggaungnya semangat garuda di dadaku. Tanpa melalui perbincangan yang bertele – tele, Kakek Gayus memperkenalkan sebuah kendaraan supersonic mirip kapas putih (kalau anak – anak sekarang, lebih mengenalnya awan kinton, yaitu kendaraan yang sering dipakai Son Go ku dalam cerita kartun Dragon Ball Z). lalu mengajak Ayu untuk menaikinya. Namun, tiba – tiba Ayu terperosok seakan menaiki asap dan tidak dapat mendudukinya seperti Kakek Gayus. Kakek Gayus yang bijaksana, memberikan informasi berharga bahwa hanya orang yang memiliki hati yang bening dan tidak ada setitikpun sifat tercelalah yang dapat menaiki awan kinton tersebut. Dan dengan bijaksananya, Kakek Gayus memberikan wejangan yang cukup berarti agar Ayu dapat menaiki awan kinton yang konon hanya dapat dikendarai orang yang saleh saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Kakek Gayus menyuruh Ayu untuk melepaskan segala pakaian tercela dari kebencian, iri, dengki dan sombong, maka lambat laun Ayu pun dapat duduk diatas gumpalan awan kinton tersebut. Perlahan – lahan, awan kinton tersebut mulai terangkat dari tanah, centimeter demi centimeter hingga mencapai ketinggian seratus meter diatas tanah, awan kinton tersebut melesat secepat kilat membawa tubuh kecil Ayu dan Kakek Gayus menuju sebuah padang rumput hijau dimana terdapat banyak hewan herbivore yang sedang memamah biak secara berkelompok, mulai dari gajah, kerbau, kancil, marmot dan kerbagai serangga yang seringkali dianggap hama oleh para petani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, ditengah kepenasaran Ayu, ia bertanya dengan hati – hati agar tidak menyinggung perasaan orang tua, karena ia pernah diajarkan pelajaran budi pekerti sewaktu di TPA dulu. Dengan perlahan, Ayu bertanya kepada Kakek Gayus “Kakek Gayus, kenapa Kakek bawa Ayu ke Padang Rumput?”. Sang Kakek menoleh perlahan dan tersenyum, lalu menjawab setelah menarik nafas panjang terlebih dahulu, “ Kakek ingin menunjukan padamu nak, bahwa disinilah Labolatorium Belajar budi pekerti, padang rumput yang luas dan dihuni oleh para binatang yang saling mengasihi satu sama lain. Mereka tak dianugerahi akal, namun mereka lebih mulia daripada yang dianugerahi akal”. Setelah mengusap air mata yang tak disadarinya menetes dari ujung kelopak matanya, Kakek Gayus melanjutkan perkataannya “ingatlah nak, kalau kamu mau jadi orang, milikilah raga manusia dan berjiwalah layaknya binatang di padang rumput ini, saling mengasihi dan berbagi rezeki dengan kaumnya, bahkan dengan hewan selainnya. Gajah tak pernah merasa paling kuat dan mengeksploitasi padang rumput, kancil tak pernah menganggap dirinya paling cerdik namun tetap rukun dengan bangsa binatang lainnya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayu hanya mengangguk tanda mengamini apa yang telah disampaikan Kakek Gayus. Lalu, Kakek Gayus mengajak Ayu untuk meneruskan perjalanan menuju sebuah danau yang sangat indah. Di tepian danau banyak sekali pohon kedondong yang berbuah sangat lebat. Ayu bertanya kepada Kakek Gayus, “Kakek, bolehkah aku memetik beberapa buah kedondong tersebut?” “silakan, disini pohon kedondong tumbuh denganliar dan siapapun boleh memanfaatkan buahnya untuk dimakan asalkan tidak merusak pohonnya” jawab sang Kakek. Ketika Ayu menggigit bagia buah kedondong tesebut, Ayu merasa kecut (keasaman) dari buah kedondong tersebut, Kakek Gayus tersenyum dan mengeluarkan sebungkus garam dapur dari balik jubahnya. Lalu memberikannya kepada Ayu, dan dengannya Ayu dapat memakan buah kedondong dengan nikmatnya karena dicampur dengan garam. Namun lambat laun, Ayu merasa keasinan karena rasa yang ditimbulkan garam tersebut beda dari apa yang selama ini ia rasakan dari garam pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kakek Gayus kembali tersenyum dengan penuh kebijaksanaan, dan ia menyuruh kepada Ayu untuk melemparkan seluruh garam tersebut kedalam danau. Lalu Kakek Gayus kembali menyuruh ayu untuk meminum sir danau tersebut, dan kemudian berkata setelah sejenak ayu meminum air danau tersebut. “apa yang kau rasakan?” “Tawar” jawab ayu singkat. Lalu Kakek Gayus kembali berkata, “itulah masalah, masalah adalah garam, tergantung menjadi apa kamu rasakan, ketika kamu menjadi sebuah mulut yang mungil, maka rasa garam begitu getir, namun ketika dirimu menjadi danau, maka akan tetap terasa tawar. Artinya, bukan seberapa besar masalah yang ada, namun seberapa besar kamu untuk masalah tersebut, ketika kamu melihat masa laluku yang kelam, maka ketika dirimu menjadi sebuah mulut yang mungil, maka kamu akan merasakan dunia begitu tidak adil, namun ketika kamu menjadi danau, maka kamu tidak terlalu terpengaruh dan mengeluh, melainkan kamu akan melakukan&amp;nbsp; hal yang bermanfaat”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayu mengangguk takjub. Tiba&amp;nbsp; - tiba Kakek Gayus menghilang dan wajah ayu diterpa sinar matahari yang menyilaukan matanya. Dan mendengar suara ghaib seorang perempuan “bangun ayu….kamu tidak sekolah hari ini?” perlahan ayu membuka matanya dan berteriak setengah kaget “astagfirullahaladziiiiiim mama udah siang ya? Ayu belum Shalat subuh, jam berapa sekaran?” Tanya ayu sambil mengucek – ngucek matanya. “jam setengah tujuh kurang, kamu hamper kesiangan tuh” jawab ibunya sambil meninggalkan kamar putrinya, lalu ayu bergumam, “barusan aku mimpi bertemu Kakek Gayus dan diajarkan kebijaksanaan, subhanallah aku harus lebih bijak dalam memandang hidup” tiba – tiba ibunya kembali dan berkata” cepat ayu kamu mandi dan sarapan, barusan kamu mimpi yang tidak masuk akal, tidak ada kebijaksanaan yang berdasarkan Nurani di Indonesia ini, kebijaksanaan sudah diperjualbelikan, ada uang hidup kamu akan senang”. Ayu berjalan menuju kamar mandi sambil menjinjing peralatan mandinya, tiba – tiba ia bersungut – sungut “coba sosok Kakek Gayus itu seperti di mimpiku, minimal aku tidak bergelut dengan kemacetan…..siaaallllll Negeriku ini negeri Mimpi huh!!”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3454672995277574928-4174806895590532354?l=ucusofyan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ucusofyan.blogspot.com/feeds/4174806895590532354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/02/mimpi_24.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/4174806895590532354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3454672995277574928/posts/default/4174806895590532354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ucusofyan.blogspot.com/2011/02/mimpi_24.html' title='Mimpi'/><author><name>Ucu Sofyan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07721491945137277635</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vvrEZJ-ndYQ/TWvI86-7qjI/AAAAAAAAAZI/u5ow4M3ZIKI/s220/usof.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
