Surat untuk Kurnia Meiga, Egi, Tibo, dkk.

Jelang Final Sepak Bola Seag2011 
Jakarta - Kepada semua punggawa timnas U-23, ingatlah: sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka, bertarunglah, menanglah, dan jadikan namamu abadi!

Yeah, sejarah memang kerap tak adil bagi mereka yang kalah, mereka yang mungkin sudah bertarung sekuatnya dan melawan dengan sebaik-baiknya. Tapi, apa boleh bikin, begitulah tabiat sejarah: ia hanya mencatat para pemenang, hanya mau mengabadikan para juara.

Kadang ada yang berkata kemenangan bukan segalanya. Ada juga yang bilang yang terpenting bermain dengan indah dan bertanding dengan penuh kegembiraan.

Perkataan seperti itu tak sepenuhnya salah. Tapi, Kawan, mungkin kau juga sudah sangat tahu: Indonesia sudah terlalu sering kalah dan akhirnya terbiasa menjadi pecundang. Sedihnya lagi, kekalahan yang datang seringkali bukan jenis "kekalahan yang indah", tapi kekalahan yang sebenar-benarnya kekalahan: kalah secara hasil, kalah secara permainan, dan tragisnya kadang diselimuti bau gajah yang tak sedap .

Dua puluh tahun sudah Indonesia berada dalam situasi seperti itu, 20 tahun sudah Indonesia tak merasakan pengalaman menjadi juara. Indonesia
hanya pernah mengendus bau juaranya saja, tapi tak pernah benar-benar bisa merengkuhnya. Setelah 1991, beberapa kali Indonesia "nyaris" jadi juara, tapi tak lebih dari "nyaris", hanya "nyaris". Tidak di SEA Games, tidak di Piala AFF/Tiger. Semua serba "nyaris".

Karena terbiasa dengan "nyaris", itu pula yang selalu diulang-ulang dan diceritakan: nyaris mengalahkan Uni Soviet di Olimpiade 1956, nyaris lolos Olimpiade 1976, nyaris juara Piala AFF, dan nyaris-nyaris yang lain. Karena terbiasa dengan "nyaris" itu jugalah kita dilenakan oleh julukan-julukan yang simbolik saja: (pernah jadi) Macan Asia, negara gila bola, dll., dkk.

Karena itulah surat ini ingin berterus terang mengatakannya: Indonesia tak bisa terjerembab lebih lama dan terperosok lebih dalam lagi. Indonesia butuh sebuah pencapaian baru, sebuah tonggak, suatu milestone, yang dibangun oleh tangan dan kaki dari generasi terbaru. Karena kita tak bisa lagi terus menerus mengelap-elap peninggalan lama saat para jiran kita sudah melaju dan memancangkan target-target baru yang lebih jauh.

Apa boleh bikin! Beban itu kali ini memang ada di pundakmu. Ya, beban. Aku harus berterus terang mengatakannya karena tak ingin mengenteng-entengkan hanya sekadar untuk membesarkan hati. Lagi pula, aku juga tak ingin berpura-pura, kami tak ingin berpura-pura: Indonesia ingin gelar juara.

Hanya dengan itulah aku (mungkin juga Indonesia) akan mengingat nama kalian, mengenang sampai lama, sampai jauh di kemudian hari!

Sejarah itu, Kawan, hari ini sudah di depan ujung hidungmu. Hanya tinggal sejengkal lagi jaraknya dari jangkauan kedua tanganmu. Apakah kau sudah bisa mulai mencium baunya? Apakah kau sudah mulai dapat mengendus aromanya?

Kesempatan yang sudah amat dekat ini, peluang untuk diingat dan dikenang ini, mungkin tak akan datang sebanyak dua kali. Generasi berikutnya mungkin akan mendapat kesempatan serupa, tapi tak ada yang bisa menjamin kau akan mendapatkan kesempatan seperti ini sekali lagi. Siapa tahu ini akan jadi kesempatanmu satu-satunya.

Kawan, tentu kau tidak akan sudi menukar momen bersejarah ini dengan apa pun juga, bukan?

Jadi, bertandinglah seakan-akan laga final SEA Games 2011 adalah pertandingan terakhirmu. Menderita dan sekaratlah hanya untuk hari ini saja agar
selanjutnya kau bisa menjalani sisa hidupmu sebagai seorang juara!

Bung, ayo, Bung!

===========

*Penulis adalah penyuka sejarah, penikmat sepakbola. Beredar di dunia maya dengan akun Twitter @zenrs

sumber: detiksport
Read more >>

Tuhanpun mengajak taruhan

“Hai orang-orang yang beriman, maukah kutunjukan kepadamu perniagaan yang menyelamatkanmu dari adzab yang pedih (10). Iman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Sungguh itu lebih baik untuk kalian jika kalian mengetahui (11)” (As-Shof)

Spekulasi, secara general dapat diartikan proses menerka-nerka suatu hal didasarkan pada persepsi dan perhitungan. Dalam beberapa kasus, spekulasi banyak sekali dilakukan. Dan memang proses spekulasi ini didasarkan pada dua titik persoalan, negativisme dan positivisme. Spekulasi negative memang pada dasarnya lebih besar perbandingannya daripada spekulasi positive. Contoh kecilnya, ketika terjadi gerhana matahari di bulan ramadhan, spekulasi/perkiraan manusia banyak terjebak perspektif negative dengan menyatakan bahwa ini semua merupakan tanda-tanda yang dominant membawa ekses buruk.

Indonesia, merupakan bangsa yag kompleks dengan berbagai sudut pandang dalam menanggapi hal yang ada. Seperti pada pemilihan caleg ataupun presiden, selalu terdengar nyaring di teling kita istilah “prediksi”. Prediksi memang istilah yang santun, lain halnya dengan istilah spekulasi yang dominant digunakan untuk pengistilahan yang cenderung negative, seperti perjudian ataupun taruhan, padahal arti keduanya tidak jauh berbeda hanya didasarkan pada penggunaan kalimat saja. Sudut pandang manusia memang didasarkan pada sifat dasar manusia itu sendiri dan berdasarkan environmental relief. Lingkungan pedesaan tentu akan sangat berbeda cara pandangnya dengan perkotaan, pegungan akan berbeda dengan pedesaan. Namun perlu diingat, bahwa proses spekulasi, prediksi dan perspektif manusia memang sering meleset dari apa yang diperkirakan. Hal ini dikarenakan ada factor Tuhan. Manusia hanya diperintahkan untuk proses sedangkan Tuhanlah penentu dari kesemuanya itu.

Spekulasi Manusia Seringkali Meleset
Adalah perjudian, sebuah peofesi yang penuh dengan spekulasi/prediksi. Proses menerka-nerka selalu menjadi dasar dalam penentu kekalahan ataupun kemenangan. Begitupun dengan pemilu (baik tingkat desa hingga Negara) selalu peruses spekulasi dikedepankan. Walaupun dengan perhitungan – perhitungan para ahli peneliti dari berbagai lembaga peneliti yang kian menjamur, namun tidak pernah seratus persen mencapai titik prediksi. Manusia memiliki limit/batas dalam segala hal. Walaupun dikaruniai akal fikiran, hanya saja beturan dengan kekuasaan Tuhan seringkali batas akal manusia terlihat dengan jelas.

Lantas, apakah spekulasi tersebut tidak menyalahi atau melangkahi kekuasaan Tuhan? Kesemuanya itu bedasar pada tingkat spekuatif yang dilakukan. Analogikan pada proses kehamilan seorang ibu, banyak sekali prediksi yang menyatakan bahwa anak yang kaan terlahir adalah wanita ataupun sebaliknya dan ada juga yang memperkirakan kembar. Walaupun alat untuk mendeteksi kelamin janin dalam kandungan semakin ditingkatkan kapabelitasnya, namun alat tetaplah alat yang akan mengalami depresiasi. Prediksi kelamin janin yang terekam alat dideteksi wanita, namun ada kalanya ketika terlahir kelaminnya pria. Apakah manusia melangkahi kekuasaan Tuhan dalam spekulasi kelamin janin? Kembali kepada pernyataan pendasaran tingkat spekulatif. Dalam kaidah islam, ada sifat jaiz (boleh) artinya Tuhan memang mempersilakan manusia untuk melakukan hal tertentu sepanjang masih dalam koridor yang tidak bertentangan dengan ketentuan. Ber-prediksi terhadap kelamin janin merupakan tingkat jaiz yang tidak bertentangan dengan koridor islam, artinya tidak menjadikan mansuia melangkahi kekuasaan Tuhannya.

Lain halnya dengan prediksi yang menyalahi koridor keimanan dan aqidah. Hal ini bukan merupakan jaiz lagi bagi manusia, melainkan sudah melangkahi kekuasaan Allah dan dikatakan keliru jika melakukan hal tersebut. Misalnya dalam kasus kemana manusia akan tinggal setelah kehidupannya di dunia. Tentu jawabannya hanya ada dua, jika tidak surga tentunya neraka begitupun sebaliknya. Spekulasi/prediksi manusia perlu ditinjau ulang jika berani mengklaim bahwa manusia akan masuk surga/neraka. Karena manusia memang tidak memiliki hak untuk menentukan semua itu. Perlu diingat bahwa Jaiz-nya manusia akan dianggap tidak bertentangan dengan koridor aqidah sepanjang tidak melangkahi kekuasaan tuhan. Hingga jika ditarik kesimpulan hak jaiz manusia adalah berhak spekulatif/prediktif sepanjang koridor keimanan dan aqidah tidak terlanggar.

Tuhan mengajak spekulasi kepada makhluknya
Differensiasi antara spekulasi manusia dengan tuhan adalah terletak pada hasil spekulasi. Sekedar penyegaran, bahwa spekulasi manusia yang berdasarkan environmental relief akan mengalami benturan dengan kekuasaan Tuhan, dalam artian apa yang diharapkan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Namun, jika tuhan yang mengajak spekulasi, maka prediksi dan signifikansi keberhasilannya mencapai seratus pesen atau tiada kemelesetan bagi-Nya. Kita tengok referensi umat islam (Al-Quran), banyak sekali ayat ayat yang mengajak manusia untuk bertaruh. Satu ayat referensial, kita ambil dari surat Al-Shof ayat 10-11. disana Allah mengajak taruhan kepada manusia dengan menyatakan “maukah aku tunjukan perniagaan yang menyelamatkan dari adzab yang sangat pedih (11)” Allah menyatakan dengan pertama, iman kepada Allah dan rasul-Nya, kedua, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Dan Allah memberikan pernyataan, jika itu semua dilakukan maka hal tersebut emberikan ekses baik yang mendorong manusia menuju keridhoan-Nya. Dzalikum khoirun lakum in kuntum ta’lamun.

Retorika dan puitisnya Al-Quran memang tidak terbandingi oleh karya sastrawan ulung sekaliber Taufik Ismail ataupun kahlil gibran. Jika ditelaah lebih lanjut, kandungan ayat 10-11 dari surat Al-Ahof ini akan membutuhkan pembahasan yang sangat panjang. Namun hemat penulis, kita memandang generalnya telebih dahulu dari makna dan kandungan ayat tersebut. Menurut ayat 10-11 surat Al-Shof ini, jikalau manusia ingin berspekulasi perniagaan (At-Tijaroh) maka ada dua unsure yang akan mengantarkan manusia menuju gerbang keridhoan

1.    Iman Kepada Allah. Dan rasulnya
Iman, generalisasi secara bahasa artinya percaya. Menurut istilah yang ditetapkan oleh sebagian para ulama, adalah menetapkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan melakukan dengan perbuatan. Pengertian ini pun memang masih ada kekurangan sebab perlu penjelasan yang lebih mendetailtentang makna keimanan itu sendiri. Namun, secara sederhana, iaman kepada Allah adalah mempercayai keberadaannya dengan percaya terhadap sifat wajib, mustahil dan jaiznya. Kemudian diikuti dengan ucapan lisan yakni syahadat dan disempurnakan dengan Takwa yakni menjalankan perintah dan menjauhi larangan yang telah ditentukan oleh allah melalui ayatnya yang tersirat dan tersurat. Ayat Tersirat terdapat pada ciptaannya di semesta alam. Dan tersurat terdapat dalam Al-Quran. Dalam Al-Quran sudah pasti kita na’lum bahwa didalamnya terdapat semua peraturan yang mengatur segala aspek kehidupan. Sedangkan yang tersirat perlu pemahaman yang lebih agar tidak terjadi misunderstanding.

Ayat tersirat dapat kita ambil contohnya dari penciptaan alam semesta. Tidak mungkin alam semesta ini tercipta beserta isinya tanpa ada penciptanya yang lebih hebat dari ciptaanya. Tentu hal ini harus menjadi suplemen keimanan agar kita dapat menjalankan salah satu syarat taruhan menuju keridhoan Allah menurut ayat 10-11 surat Al-Shof.
Kemudian percaya terhadap rasul Allah. Yakni mempercayai jumlah rasul yang diutus dan 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil dan satu sifat jaiz bagi rasul.

2.    Berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwa
Factor yang ditawarkan Allah untuk mengajak spekulasi manusia adalah berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Jihad, bukan diartikan sempit dengan mengokang pedang dan membabat habis musuh. Jihad disini diartikan sangat luas, dan dengan factor harta dan jiwa. Satucontoh konkret berjihad dengan harta adalah wakaf tanah untuk masjid. Ataupula membangun yayasan bagi yatim piatu dan masih banyak sekali contoh jihad tersebut. Jihad dengan jiwa dapat dianalogikan memberikan karya fikiran bagi perkembangan kehidupan manusia, seperti membbuat penelitian ataupun mengarang buku yang didedikasikan perkembangan manusia.

Hingga jika kedua factor telah dilakukan dengan penuh keikhlasan, maka spekulasi yang ditawarkan Allah akan menuju taraf signifikansi tepat. Pada akhirnya manusia tetap saja hanya memproses dan tuhanlah yang menentukannnya.
Wallahu a’lam
Read more >>

Prinsip Dasar Islam

Islam sebagai agama yang diridhoi Allah SWT dan diajarluaskan melalui rasul terakhir Muhammad adalah sebagai penyempurna ajaran yang sudah ada sebelumnya. Dari kesekian agama yang diajarkan oleh nabi terdahulu mengenai ketauhidan (pegesaan Allah) kemudian disempuranakan oleh ajaran Muhammad SAW dengan membawa misi selain ketauhidan juga perbaikan system muamalah (hubungan antar manusia) agar terjalin hakikat Islam yang sesungguhnya. Pada awal penyebaran Islam, seringkali terjadi persinggungan – persinggungan karena kekeraskepalaan kaum Quraisy yang memegang teguh adat leluhurnya dan tidak mau menerima perubahan kearah yang lebih baik seperti yang dibawa oleh Muhammad SAW.

Demikian halnya dengan era pasca kerasulan Muhammad, berlanjut kepada kepemimpinan khulafaurasyidin, hingga sekarang dipimpin oleh presiden (sebagaimana Indonesia) masih banyak terjadi persinggungan – persinggungan baik yang disengaja maupun tidak. Sebenarnya, system ketatanegaraan apapun yang dijalani sebuah bangsa tidak menjamin akan adanya perbaikan tatanan kehidupan yang lebih baik. Katakanlah system demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan dalam berpikir, berpendapat, beraksi dan mulai menghilangnya pengungkungan terhadap suatu hal, tentunya bukan pula sebuah jaminan memperbaiki pola dan tata kehidupan masyarakat tanpa adanya peran serta dari masayarakat itu sendiri. Artinya back to person (kembali kepada masing – masing individu)

Jika kita lihat pola kehidupan masyarakat Indonesia yang heterogen dan terbentuk dari ratusan suku dan bangsa, akhir – akhir ini seringkali terjadi pemaksaan suatu ideologi yang harus mendominasi ideology yang ada. Dalam hal lain lebih disebut kepada elektabilitas ideology. Meninjau pada internal Islam saja, dapat dipastikan pertentangan antar organisasi masyaraat lebih cenderung disebabkan karena adanya perebutan anggota. Seperti muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, seringkali terjadi dikalangan bawah (sector keluarga) terjadi name insult (penistaan nama baik) yang mengatakan bahwa organisasi keagamaan/kemasyarakatan tertentu sebagai paham agama baru yang mesti diberangus dan dieliminasi.
Daripada itu semua, pertentangan yang terjadi antar manusia dengan manusia, berlanjut antar manusia dengan lingkungan dan bahkan antar manusia dengan tuhannya merupakan dinamika kehidupan. Visi utama terlahirkanya Muhammad ke dunia yang semrawut ini ialah untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak ini sangatlah luas cakupannya, akhlak bermuamalah antar manusia, akhlak manusia dengan tuhannya dan akhlak manusia terhadap lingkungan. Terlepas dari itu semua, penyusun akan membuat batasan pembahasan akhlak manusia dalam muamallah saja dengan sub tema: Kejujuran, Keadilan, Persamaan Derajat, Musyawarah, Toleransi, Tolong Menolong, Amar Ma’ruf Nahi Munkar

1.    Kejujuran

kejujuran merupakan hal yang sangat fundamental dalam ajaran Islam. Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
Melalui buku The Speed of Trust, karya Stephen M.R. Covey, kita dapat menggali arti kejujuran. Kejujuran dalam bahasa inggris adalah HONESTY yang artinya ’telling the truth and leaving the right impression’. Jadi jika sekedar menyampaikan berita yang benar tapi dengan impresi yang salah, masih belum dikatakan sebagai jujur. Namun, lebih jauh, kejujuran yang dimaksud untuk meningkatkan kepercayaan (trust), honesty  saja tidak cukup, namun dibutuhkan yang lebih dari sekedar honest, yaitu dibutuhkan INTEGRITY. Untuk integrity dibutuhkan CONGRUENCE, HUMILITY  dan COURAGE.
Congruence dapat diartikan memiliki kesamaan dari luar maupun dari dalam (the same inside and out – not compliance). Jadi pribadi orang tersebut tidak ada yang disembunyikan, karakter melekat dengan sifatnya. Humility ditekankan sebagai humble person, atau orang yang bersahaja. Stephen M.R. Covey mengungkapkan:
“A Humble Person is more concerned about what is right than about being right, about acting on good ideas than having ideas, about embracing new truth than defending outdated position, about building the team than exalting self, about recognizing contribution than being recignized for making it.”
Courage artinya memiliki keberanian untuk mengungkapkan kebenaran. Courage sangat penting dalam menumbuhkan integrity, sebagaimana Winston Churchill pernah berkata: “Courage is the first of the human qualities becouse it is a quality which guarantees all the others.”

2.    Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" . Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" . Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya

3.    Persamaan Derajat
Pelajaran sejarah menunjukkan bahwa pemujaan atau pengkultusan individu seperti terhadap Firaun, membuat yang bersangkutan lupa diri. Bahkan Firaun menganggap dirinya sebagai Tuhan, sehingga itu membuatnya jatuh. Dalam Islam, semua yang namanya manusia adalah sama. Yang pernah lahir, pasti merasakan mati. Tidak ada satu-pun yang memiliki posisi lebih tinggi dari yang lainnya. Semua sama : manusia.
Jika kita melihat aturan di atas, maka persamaan derajat dalam Islam adalah yang paling adil. Semua dipandang sama. Tak ada yang berbeda. Apakah dia orang Eropa, Asia, Amerika, atau Africa.  Semua hanya boleh bertindak sesuai posisinya sebagai manusia. Ketentuan inilah yang menyebabkan perjuangan kemerdekaan Indonesia selalu dimotori oleh orang-orang alim ( ulama )
Sedangkan untuk kawasan dunia international, di saat ketentuan ini mulai  melemah, maka saat itu mulailah dunia memasuki era imperialisme. Mulai dibentuklah suatu kondisi yang mengacu pada suatu arah :  bangsa kulit putih, lebih baik dari bangsa lain. Saat itu, semua lupa bahwa semua manusia adalah sama. Bahkan untuk seorang nabi-pun, dia harus bekerja untuk kehidupannya sendiri. Dan dia tetap manusia .

4.    Musyawarah
Musyawarah adalah proses deliberasi atau berembuk yang mempertimbangkan semua sisi dari sebuah isu.Musyawarah merupakan salah satu asas dasar negara Indonesia yang membedakannya dari negara-negara lain. Musyarawah tercantum di dalam sila keempat dari Pancasila. Musyawarah untuk mufakat pada dasarnya merupakan kesepahaman atau kata sepakat antara pihak-pihak yang berbeda pendapat sehingga pemungutan suara  dapat dihindarkan dan diharapkan semua pihak yang berbeda pendapat dapat menemukan keputusan tunggal.
Musyawarah sering ditampilkan sebagai alternatif dari "pengambilan suara" atau "voting". Penggunaan sistem pemungutan suara ditakutkan oleh bapak-bapak bangsa akan menimbulkan penindasan oleh mayoritas baik oleh suku, agama, kepercayaan, bahasa, dll. dan menimbulkan perselisihan negara dan tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.
Musyawarah adalah suatu kelaziman fitrah manusia dan termasuk tuntuntan stabilitas suatu masyarakat. Musyawarah bukanlah tujuan pada asalnya, tetapi disyariatkan dalam agama Islam untuk mewujudkan keadilan diantara manusia, dan juga untuk memilih perkara yang paling baik bagi mereka, sebagai perwujudan tujuan-tujuan syari’at dan hukum-hukumnya, oleh karena itu musyawarah adalah salah satu cabang dari cabang-cabang syari’at agama, mengikuti serta tunduk pada dasar-dasar syari’at agama.
Dan sungguh kami telah melihat bahwa terdapat dalam dua ayat yang mulia berkenaan dengan masalah musyawarah.
Pertama : Tentang Kewajiban Kepala Pemerintahan Untuk Bermusyawarah “Artinya : Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya” [Ali-Imran : 159]
Kedua : Dalam Mensifati Berbagai Kondisi Kaum Muslimin Secara Umum Yang Senantiasa Bermusyawarah “Artinya : Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka” [Asy-Syuura : 38]

5.    Toleransi
Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya  dan agama  yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi  terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.
Toleransi sebagai sebuah konsep ideal dalam berkehidupan bermasyarakat, bangsa, dan negara, sayangnya lebih terkesan sebagai sebuah konsep formalitas belaka, yang selalu dihadirkan dalam setiap kurikulum studi kewarganegaraan maupun studi Pancasila.
Sehingga, kita hanya mengetahui belaka tanpa bisa memahami lebih dalam dan menginternalisasi nilai-nilai toleransi dalam kehidupan nyata. Mungkin ini terlihat pesimistis, tapi kenyataan membuktikan, sudah terlalu banyak kasus-kasus baik kekerasan fisik maupun non fisik yang terjadi karena sikap intoleransi kelompok-kelompok yang berbeda etnis, agama, ideologi dan berbagai macam perbedaan lainnya. Tak jarang pula ratusan bahkan ribuan nyawa melayang, yang sebagian besar disebabkan oleh sikap tidak tolerannya berbagai kelompok yang berbeda.
Terminologi toleransi secara umum diartikan sebagai sebuah term atau istilah dalam konteks sosial, budaya, dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Toleransi juga biasanya diartikan sebagai sikap, perilaku, atau perbuatan yang menerima, mengakui, dan/atau mengenal segala perbedaan yang eksis dalam berbagai kelompok yang majemuk/plural.

6.    Tolong Menolong
”Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras dalam hukuman-Nya.” Melalui ayat ini Allah swt. menyuruh umat manusia untuk saling membantu, tolong menolong dalam mengerjakan kabaikan/kebajikan dan ketaqwaan. Sebaliknya Allah melarang kita untuk saling menolong dalam melakukan perbuatan dosa dan pelanggaran.
Sebagai makhluk sosial, manusia tak bisa hidup sendirian. Meski segalanya ia miliki: harta benda yang berlimpah sehingga setiap apa yang ia mau dengan mudah  dapat terpenuhi, tetapi jika ia hidup sendirian tanpa orang lain yang menemani tentu akan kesepian pula. Kebahagiaan pun mungkin tak pernah ia rasakan.
Lihat saja betapa merananya (nabi) Adam ketika tinggal di surga. Segala kebutuhan yang ia perlukan disediakan oleh Tuhan. Apa yang ia mau, saat itu juga dapat dinikmatinya. Tetapi lantaran ia tinggal sendirian di sana , ia merasa kesepian. Segala yang di sediakan oleh Sang Pencipta bak terasa hampa menikmatinya. Dalam kesendirian yang diselimuti rasa kesepian itu Adam berdo’a pada Tuhan agar diberikan seorang teman. Allah pun mengabulkannya. Maka sebagaimana diceritakan dalam al-Qur’an, Allah pun menciptakan Hawa (Eva dalam Al-Kitab) untuk menemani Adam.
Sebagai makhluk social pula manusia membutuhkan orang lain. Tak hanya sebagai teman dalam kesendirian, tetapi juga partner dalam melakukan sesuatu. Entah itu aktivitas ekonomi, social, budaya, politik maupun amal perbuatan yang terkait dengan ibadah kepada Tuhan. Di sinilah tercipta hubungan untuk saling tolong menolong antara manusia satu dengan yang lainnya.
Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orangpun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang.
Dengan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain. Juga dengan mau menolong orang lain, pasti ada orang yang mau menolong kita, berlaku hukum sebab akibat, jika kita menolong A belum tentu A yang akan menolong kita, bisa saja B yang menolong kita.
Kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya.

7.    Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Amar ma'ruf nahi munkar, (al`amru bil-ma'ruf wannahyu'anil-mun'kar) adalah sebuah frase dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah intensi untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk bagi masyarakat.
Kata Makruf dan Munkar adalah dua mafhum yang saling bertentangan. Secara etimologis, Makruf berarti yang sudah jelas dan munkar adalah yang belum jelas dan secara istilah Makruf  adalah perbuatan baik dan Munkar adalah perbuatan buruk menurut nalar akal dan hukum syariat.

 Oleh karena itu, makruf dan munkar memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya terbatas pada urusan ibadah saja, akan tetapi mencakup urusan akidah, akhlak, ibadah, hak-hak manusia, ekonomi, militer, dan urusan budaya. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa makruf dan munkar dapat digambarkan sebagai perbuatan mulia dan tercela.
Karena pelaksanaan amar makruf dan nahi munkar adalah sebuah kewajiban dan mencukup semua dimensi agama maka, para pelakunya harus mengetahui beberapa hal dibawah ini :
  1. Pelaku pelaksana amar makruf dan nahi munkar harus mengetahui bahwa melaksanakan perbuatan itu adalah sebuah kewajiban syar’I. Barang siapa yang tidak memiliki ilmu tentang hal itu, maka amar makruf dan nahi munkar tidak wajib baginya.
  2. Hendaknya amar atau nahi yang dilakukan memiliki nilai dan pengaruh bagi orang lain [sipendosa]. Oleh karena itu jika sang pelaku amar makruf dan nahi munkar tidak yakin usahanya akan mempunyai nilai dan berpengaruh, maka melaksanakan amar makruf dan nahi munkar tidak wajib baginya.
  3. Jika pelaku amar makruf dan nahi munkar mengetahui bahwa orang yang di makrufi [pelaku dosa] tersebut akan terus melakukan perbuatan dosa, atau jika ia tahu dengan pasti bahwa orang tersebut tidak akan meninggalkan perbuatan dosanya, maka amar makruf dan nahi munkar tidak wajib baginya
  4. Hendaknya pelaksaan Amar makruf dan nahi munkar tidak berbahaya bagi dirinya, atau keluarganya atau bagi saudara seagamanya. Kecuali jika pendosa itu berusaha untuk melenyapkan akidah, hukum Islam dan ideologi Islam, maka yang seperti ini meskipun melaksakan amar ma’ruf adalah kewajiban kifai maka, melaksanakan amar makruf dan nahi munkar dalam hal ini adalah wajib. Meskipun itu berbahaya bagi dirinya dan keluarganya. Contoh jelasnya adalah demi terjaganya Islam dan syiar Islam, tenjaganya keselamatan jiwa dan keluarga muslimin. Oleh karena itu, jika syiar-syiar Islami atau jiwa sekelompok muslim berada dalam bahaya dan terancam, maka disini harus diperhatikan mana letak urusan yang penting dan yang lebih penting (aham dan muhim). Kewajiban amar makruf dan nahi munkar tidak akan gugur bagi yang lainya hanya dengan melihat adanya bahaya bagi sang pelaku amar makruf dan nahi munkar.

Tahapan-tahapan
Cara paling awal dan paling berpengaruh dalam mengajak orang lain dalam amal kebajikan dan menghindari kemunkaran adalah si pelaku hendaknya menghiasi setiap perbuatannya dengan ketakwaan dan akhlak mulia. Dalam hal ini, Shahib Jawahir, salah satu fuqaha Syiah menuliskan:

 “Benar, pelaku amar makruf dan nahi yang paling utama dan yag paling berpengaruh adalah para pembesar agama yang memakai pakaian kebajikan, lebih dahulu melaksanakan amalan wajib dan mustahab, menjauhkan perbuatan buruk dari dirinya, menghiasi dirinya dengan akhlak mulia dan menjauhkan dirinya dari akhlak buruk. Inilah yang akan menjadi penyebab utama sehingga masyarakat mengarah pada perbuatan makruf dan menghindari perbuatan munkar”.
Read more >>

Jangan Terburu - Buru Memutuskan Perkara

Suatu ketika Abu Nawas datang ke hadapan Amirul Mukminin, seraya membawa kendi yang biasa digunakan untuk menyimpan khamr (arak/minuman keras). Melihat hal ini, Amirul Mu'minin berseru kepada pengawalnya.

"Cepat cambuk Abu Nawas sebagaimana orang yang telah minum khamr."

Abu Nawas protes berat.

"Yaa Amirul Mu'minin, mengapa saya dihukum cambuk, padahal saya tidak minum khamr?" protes Abu Nawas.

"Itu karena kamu membawa kendi yang biasa digunakan untuk minum khamr," jawab Amirul Mukminin.

"Jika memang demikian, maka hukum saya dengan hukuman cambuk sebagaimana orang berzina," sahut Abu Nawas.

"Mengapa demikian," tanya Khalifah.

"Karena saya juga membawa 'alat' yang biasa digunakan untuk berzina," jawab Abu Nawas.

Mendengar jawaban Abu Nawas, khalifah tertawa...lalu membebaskan Abu Nawas dari segala hukuman dan memberikan uang sebagai hadiah

Sumber: Lounge Kaskus
Read more >>

Status - Status Lucu Jejaring Sosial

  1. Lebih baik diam dan keliatan bego daripada ngomong dan begonya keluar
  2. Kenapa Indonesia hanya memilih 3 calon untuk jadi presiden tapi harus 50 calon untuk jadi Miss Indonesia?
  3. Saya berhasil menyelesaikan puzzle hanya dalam waktu 6 bulan! Padahal di kotak tertulis untuk 5 - 8 tahun!!!!
  4. Kalau kalian meminjamkan uang Rp 150.000,- kepada seseorang dan cuma karena duit segitu dia ngilang, well..saya rasa harga segitu gak kemahalan deh...
  5. Di saat kau senang tak ada yang tau senyummu, di saat kau sedih tak ada yang menyadari air matamu, baru di saat kau kentut semua melihat ke arahmu...MENYEDIHKAN SEKALI
  6. Sumeng : "No,tadi cewe yang tokednya gede banget kok bisa negor lo? Dia ngomong apa ama lo?" Tarno : - "Iya ya...dia ngomong apa ama gua ya? gua lupa"
  7. Kata orang wajah ganteng saya asalnya dari papa........papa saya dokter operasi plastik
  8. Lebih baik telat daripada telat banget
  9. Bapak : "Bu...kita coba bercinta seperti waktu dulu yuk" Ibu : "Boleh, 250.000 plus tip ya"
  10. CINTA (LOVE) : keadaan dimana setelah orgasme, Anda menatap pasangan Anda dan tetap menyukainya serta tidak ingin mengusirnya jauh-jauh
  11. Ada tips menarik untuk wanita-wanita modern masa kini yang harus memiliki mobilitas tinggi . Ada cara cepat untuk menyamarkan rambut kalian yang sedang jelek atau berantakan bila kalian harus bertemu muka dengan seseorang yang penting. Yaitu, cukup dengan memamerkan belahan dadamu saja.
  12. "Sedari tadi apa sih, yang kau pelototi?" "Akte Nikah" "Apa yang kau cari?" "Kapan masa berlakunya berakhir?"
  13. Suatu hari, di restoran tiongkok, seorang pria bertanya kepada pelayan." Babi ada?" ada pak...."anjing ada?" ada pak "ular ada?" ada pak..."monyet ada?" ada pak..."Suruh keluar semua, saya mau makan"
  14. A :Kamu sudah putus sama si Yanti ya? B :Iya nih, dia memutuskan hubungan kami. A :Mestinya kamu cerita soal bapakmu yang kaya raya B :Memang aku cerita. Sekarang Yanti jadi Ibuku yg baru
  15. Melihat pemakaian air yang tidak perlu dan berlebihan secara terus menerus dari tahun ke tahun, diperkirakan pada tahun 2019 negara kita akan mengalami krisis air yang hebat. Untuk itu marilah kita mengambil gerakan menghemat air dengan cara selalu mandi berdua di bawah shower dengan kekasih kita.
  16. "Tampang berondong, dompet Om-om"
  17. Bisa gak ya nanam pohon ganja di farmville terus jual ke mafia wars?
  18. Abis nonton film animasi tengah malam SPONGE DONG
  19. Hidup seperti mario bros,musti bantai banyak naga buat dapetin tuan putri
  20. Apa perbedaan masalah dan bakat? 2 cowok mencintai 1 cewek = masalah, 2 cewek mencintai 1 cowok = bakat
  21. Sejelek-jeleknya seorang cowok, tetap saja ia mencari wanita yang tercantik
  22. Tips paling penting dalam percintaan, biar tidak ditolak terus sama cewe2 dan enteng jodoh : MUKALU JANGAN JELEK
  23. Cowo mungkin suka main gila sepanjang hari, tapi pada akhirnya, ia hanya akan memikirkan wanita yang paling disayanginya sebelum tidur
  24. The world much easier when apple and blackberry were still a fruit
  25. Saat sedang tidur pulas berdua,tiba2 si cewe mengigau... cewe: Say!! Bangun Say... Suamiku sudah pulang!!! si cowo dengan sigap langsung lompat keluar jendela. Begitu jatuh ia baru sadar : Sial!!! kan gue suaminya...!!
  26. Ingin ku memelukmu dengan hangat saat ini juga, membelai dengan lembut wajahmu, menggenggam erat tanganmu, mengecup keningmu, menyentuhkan bibirku ditelingamu sambil berbisik, inalilahi wainalilahi rojiun
    Sumber: Kaskus
    Read more >>

    Pernikahan Agung

    Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Eddy 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

    Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

    Setiap hari pak Eddy memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

    Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak Eddy tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
    Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak Eddy sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak Eddy lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

    Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak Eddy memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

    Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak………bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.

    Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. kapan bapak menikmati masa tua bapak* dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

    Pak Eddy menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka…” “Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.
    Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.” Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Eddy merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..*

    Sampailah akhirnya pak Eddy diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Eddy kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..

    Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Eddy bercerita. “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

    Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya… sehatpun belum tentu saya mencari
    penggantinya apalagi dia sakit,,,”


    Read more >>



          

    hohohohohoho